Checkbind.com – Tim gabungan bentukan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) baru saja menorehkan prestasi gemilang! Pada Jumat (1/8/2025), mereka berhasil menggagalkan penyelundupan 10 kilogram sabu yang masuk melalui jalur laut dari Malaysia. Aksi ini membuktikan keseriusan mereka dalam memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Sebelumnya, tim yang terdiri dari Bea Cukai Bengkalis, Kanwil Bea Cukai Riau, dan Subdit IV Ditipid Narkoba Bareskrim Polri telah mendapat informasi mencurigakan dari warga. Intel tersebut mengungkap rencana penyelundupan sabu dari Parit Jawa, Malaysia, menuju Bengkalis pada Kamis (31/7/2025). Tanpa buang waktu, tim langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi.
Berdasarkan informasi itu, tim langsung melakukan profiling dan pemantauan intensif di sekitar Desa Prapat Tunggal, Kabupaten Bengkalis. Mereka memperkirakan target akan muncul di daerah tersebut. Tak lama berselang, pada Jumat, petugas kembali mendapat laporan dari warga bahwa akan ada transaksi narkoba di pinggir pantai PT Meskom Agri Sarimas.
“Dari situ, tim langsung melakukan patroli laut di perairan Tanjung Jati Bengkalis,” ungkap Eka Galih Eka, Kepala Kantor Bea Cukai Bengkalis, dalam keterangan resminya, Senin (11/8/2025). Tim langsung melakukan patroli dengan sigap untuk mengantisipasi pergerakan tersangka.
Saat patroli berlangsung, petugas langsung mencium sesuatu yang mencurigakan. Dua orang dengan ciri-ciri sesuai analisis sebelumnya terlihat membawa karung goni menggunakan sepeda motor. Tanpa ragu, petugas langsung mengejar dan melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan mereka.
Hasilnya? Tim berhasil menyita satu karung goni berisi 10 bungkus sabu, masing-masing seberat 1 kg! Kedua tersangka, berinisial R dan MR, langsung diamankan. Hasil interogasi mengungkap bahwa seorang bernama Jay memerintahkan kedua tersangka sebagai kurir untuk mengambil sabu di lokasi yang sudah ditentukan.
Eka Galih Eka menegaskan, operasi ini adalah bukti nyata komitmen Bea Cukai dalam menjaga perbatasan dan melindungi masyarakat dari barang-barang ilegal. “Kami tidak akan main-main dengan narkotika. Ini ancaman serius bagi generasi muda,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eka menyatakan bahwa Bea Cukai Bengkalis akan terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memerangi penyelundupan. “Kami bekerja secara akurat, tanggap, dan profesional demi menjadi community protector,” ujarnya penuh semangat.
Pembentukan tim gabungan ini sendiri adalah respons atas maraknya penyelundupan narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) di Riau belakangan ini. Dengan langkah ini, Bea Cukai berharap bisa memutus rantai peredaran narkoba di wilayah perbatasan.



