Mengintip Progres Tol Semarang-Demak: Kejar Pemadatan Tanah Demi Target Operasi 2027

Diposting pada 0 views

Checkbind.com – Tim megaproyek Tol Semarang-Demak Paket 1B terus mengejar target. Saat ini, mereka fokus penuh pada timbunan tanah preloading. Pengerjaan ini menjadi prioritas utama hingga akhir tahun. Langkah cepat ini sangat krusial bagi proyek pesisir. Sebab, fondasi jalan tol melayang harus berdiri kokoh. Tim lapangan tidak ingin struktur tanah amblas nanti.

PPK Proyek Paket 1B, Ardita Elias Manurung, angkat bicara. Ia membeberkan fokus pengerjaan saat ini di lapangan. Mayoritas kontraktor memicu pembebanan timbunan tanah sementara. Proses teknis ini memang sangat penting bagi proyek. Tujuannya yaitu mempercepat konsolidasi tanah lunak pesisir. Hal ini berlaku untuk badan jalan dan tanggul.

Selanjutnya, Ardita menegaskan target proyek secara penuh keyakinan. Pernyataan resmi ini disampaikan pada Kamis (29/10/2026). “Target kami benar-benar tuntas pada Desember 2026,” ujarnya. Ia ingin penimbunan tanah selesai di seluruh lokasi. Pihaknya tidak menginginkan adanya penundaan proyek sedikit pun.

Oleh karena itu, tim mengejar pengerjaan timbunan tebal. Pekerja menargetkan seluruh proses rampung sebelum tahun baru. Maka, jadwal proyek tahun 2027 menjadi lebih ringan. Proyek tinggal menyisakan masa tunggu konsolidasi pemadatan tanah. Setelah itu, tim langsung melanjutkan tahap konstruksi fisik.

Kemudian, Ardita memperjelas detail peta jalan megaproyek ini. “Memasuki tahun 2027, kami tinggal menunggu konsolidasi,” jelasnya. Tim juga akan merangkai konstruksi fisik setelahnya. Oleh sebab itu, fokus utama personel adalah penimbunan. Pengerjaan ini diprioritaskan untuk area tanggul laut raksasa.

Tak hanya itu, pengerjaan pemadatan tanah terus berjalan. Secara paralel, insinyur memacu pengerjaan struktur bawah jembatan. Bagian ini menjadi pilar vital pada Paket 1B. Fokus utama mencakup Jembatan Babon dan Jembatan Sayung. Kedua jembatan ini sangat penting bagi konektivitas wilayah.

Selanjutnya, beliau merinci rincian pengerjaan jembatan penyeberangan tersebut. “Kami mengejar pengerjaan Jembatan Babon dan Sayung,” tambahnya. Tim wajib menuntaskan bangunan bawah jembatan tahun ini. Pengerjaan mencakup fondasi, abutment, dan juga pilar pier.

Sementara itu, ancaman cuaca ekstrem mulai mengintai lokasi. Pengelola proyek menyusun langkah antisipasi sejak awal waktu. Mereka memanfaatkan terik matahari untuk mendongkrak produktivitas harian. Hasilnya, kinerja pekerja di lapangan melonjak drastis.

Bahkan, Ardita membeberkan rahasia taktis tim di lapangan. “Kami sudah mengantisipasi masalah cuaca sejak dini,” katanya. Saat cuaca panas, tim mendongkrak produktivitas secara maksimal. Volume tumpukan mencapai 25 ribu hingga 30 ribu kubik. Padahal, volume normal hanya 18 ribu sampai 20 ribu.

Sebagai hasilnya, pengerjaan tanah tembus 30 ribu kubik. Langkah taktis ini berhasil dieksekusi oleh tim lapangan. Progres pembangunan kini berada pada posisi yang baik. Semua persiapan matang sebelum gempuran musim hujan tiba.

Pengerjaan Paralel Sisi Kaligawe dan Sayung

Di sisi lain, Paket 1B tersambung dengan Paket 1A. Sambungan ini berada di area Kaligawe dan Sayung. Pengerjaan fisik kedua area melaju secara paralel bersamaan. Tim memastikan kedua proyek tidak saling mengganggu jadwal.

Maka dari itu, Ardita memberikan pemaparan secara lugas. “Pengerjaan dua titik itu berjalan secara paralel,” jelasnya. Struktur jalan ini menerapkan teknologi modern slab on pile. Masyarakat umum sering menyebutnya sebagai jalan ‘kaki seribu’. Oleh sebab itu, pekerja telah memulai pengerjaan pancang. Pemancangan fondasi ini difokuskan pada area Kaligawe dahulu.

Target Pengerjaan Area Sayung pada 2027

Namun demikian, area Sayung memiliki skema pengerjaan berbeda. Konstruksi lanjutan masih menunggu tuntasnya pengerjaan timbunan tanah. Tahap konstruksi ini diperkirakan baru bergulir awal 2027.

Akhirnya, Ardita memungkas pemaparan dengan nada penuh optimisme. “Area Sayung harus menyelesaikan timbunan tanah dahulu,” ungkapnya. Oleh sebab itu, pengerjaan struktur dimulai awal 2027. Padahal, pengerjaan struktur fisik sebenarnya berlangsung amat cepat.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *