LAMPUNG, Checkbind.com – Hei, siapa sangka? Polda Lampung dan jajaran Polres kini turun tangan ke ladang. Mereka serius mendorong budidaya bawang putih di berbagai daerah kabupaten. Langkah berani ini menjadi bagian vital dari program ketahanan pangan nasional. Kini, aparat keamanan pun bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, buka suara terkait langkah strategis ini. Menurutnya, program ini berjalan dengan tahapan yang berbeda-beda di tiap wilayah. Setiap daerah memiliki kesiapan dan potensi lahan yang unik. Karena itu, pendekatan yang mereka gunakan pun harus fleksibel dan tepat sasaran.
“Kami mengembangkan dan memanen bawang putih di Tanggamus secara langsung. Kami juga menanam serentak di Lampung Barat pada kesempatan terpisah,” ujar Yuni kepada wartawan, Jumat (21/8/2026). Kedua lokasi ini menjadi pilot project yang sangat menjanjikan. Mereka berharap program ini bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia.
Yuni lalu membeberkan detail kegiatan di Tanggamus. Polres Tanggamus menggandeng kelompok tani setempat dengan erat. Mereka fokus di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, yang memiliki tanah subur. Kini, program budidaya mereka memasuki masa panen raya yang dinanti-nanti. Suasana kegembiraan tampak jelas di wajah para petani.
Para petani menanam bibit unggul pada April 2026 lalu. Mereka menggarap lahan seluas 1 hektar penuh dengan penuh semangat. Sebelumnya, lahan tidur ini terbengkalai tanpa menghasilkan apa pun. Kini, lahan tersebut berubah menjadi hamparan hijau yang menggiurkan.
Panen perdana berlangsung meriah pada awal Agustus 2026 kemarin. Mereka memanen dari lahan seluas 6.700 meter persegi secara bertahap. Hasilnya cukup menggembirakan semua pihak yang terlibat. Para polisi pun ikut turun memetik bawang bersama petani.
Bawang putih varietas Sanggah Sembalun berusia 100 hari itu menghasilkan 3 ton segar. Jumlah ini sangat memuaskan hati para petani binaan. Mereka tertawa bahagia melihat karung-karung penuh di hadapan mereka. Kualitas umbinya pun tergolong premium dan berukuran besar.
Tak hanya itu, Yuni menambahkan kesuksesan di Ulubelu. Kini, program ini jadi rujukan utama bagi banyak daerah sekitar. Banyak pihak melirik inovasi pertanian dari kepolisian ini. Mereka menganggap model pendampingan ini patut dicontoh.
Bahkan, empat Polres dari Sumatera Selatan datang berkunjung langsung ke lokasi. Mereka mengikuti metode budidaya secara mendalam dan praktis. Metode ini mereka terapkan bersama kelompok tani binaan di sana. Rombongan tersebut tampak antusias mencatat setiap tahapan penting.
Sementara itu, Lampung Barat juga menggelar pengembangan serentak di wilayahnya. Mereka tidak mau ketinggalan menyambut program ketahanan pangan ini. Semangat kompetisi sehat justru memacu percepatan program di sana.
Kami memusatkan kegiatan utama di Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit. Para petani setempat menanami lahan seluas 1,5 hektar penuh. Luas ini lebih besar dari lahan di Tanggamus sebelumnya. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menggenjot produksi lokal.
Polda Lampung juga memberikan dua unit traktor canggih kepada kelompok tani. Mereka berikan alat mesin pertanian ini secara cuma-cuma. Traktor ini sangat membantu pengelolaan lahan pertanian mereka. Proses pembajakan jadi lebih cepat, mudah, dan efisien. Petani pun tidak perlu bekerja ekstra keras lagi.
Yuni menegaskan komitmen Polda Lampung secara tegas. Pihaknya akan mengawal program ketahanan pangan pemerintah dengan sungguh-sungguh. Mereka siap mendampingi petani dari awal hingga panen tiba. Pendampingan ini mencakup teknis budidaya hingga pemasaran hasil.
Pengembangan bawang putih menjadi komoditas unggulan di provinsi ini. Komoditas ini sangat cocok dengan potensi agroekosistem wilayah setempat. Mereka ingin mengurangi ketergantungan pada produk impor yang selama ini merajalela. Dengan produksi sendiri, harga pun lebih terkendali.
Di sisi lain, daerah lain masih dalam tahap persiapan matang. Misalnya, Polres Lampung Utara berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat. Mereka membahas peluang budidaya bawang putih secara serius. Ini langkah awal yang cukup menjanjikan untuk masa depan.
Hasil koordinasi menunjukkan fakta menarik di lapangan. Belum ada petani di Lampung Utara yang membudidayakan bawang putih. Namun, pihaknya optimis dengan potensi yang ada di kabupaten tersebut. Mereka melihat lahan dan iklim cukup mendukung.
Karena itu, kepolisian terus menjajaki kesiapan lahan secara cermat. Mereka juga melihat minat petani dan peluang pasar yang terbuka lebar. Mereka berharap Lampung Utara segera menyusul kesuksesan daerah lain. Semangat ketahanan pangan terus mereka kobarkan tanpa henti. Ini adalah bukti nyata sinergi polisi dan rakyat membangun negeri!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



