BULELENG, Checkbind.com – Pemerintah menyiapkan Pelabuhan Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai jalur alternatif penyeberangan Jawa-Bali. Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan ekstrem di Pelabuhan Gilimanuk. Lonjakan arus kendaraan saat libur panjang atau Lebaran kerap membuat Gilimanuk lumpuh total. Kini, hadir opsi baru yang memberi harapan bagi pemudik dan pelaku logistik.
Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Balkis Kusumawati, kembali meninjau kesiapan pelabuhan tersebut pada Kamis (6/8/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Menteri Perhubungan sebelumnya. Pemerintah benar-benar serius merealisasikan rencana besar ini. Balkis pun membawa serta sejumlah pemangku kepentingan terkait dalam peninjauan kali ini.
Balkis dan rombongan menyisir setiap sudut pelabuhan dengan teliti. Mereka mengamati kondisi infrastruktur secara mendalam dan mengecek fasilitas operasional satu per satu. Mereka juga menilai aksesibilitas menuju pelabuhan. Selain itu, berbagai aspek pendukung lainnya juga turut dievaluasi secara komprehensif. Semua ini dilakukan untuk memastikan konektivitas transportasi laut antara Jawa dan Bali berjalan lancar.
General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, menyatakan pihaknya terus bergerak cepat. Ia memprioritaskan kesiapan operasional pelabuhan. Persiapan ini penting apabila pelabuhan nantinya resmi ditetapkan sebagai pendukung jalur penyeberangan Jawa-Bali. Imron menjelaskan bahwa berbagai langkah persiapan sudah berjalan intensif.
“Kami terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas operasional, pelayanan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik,” ujar Imron dengan tegas pada Jumat (7/8/2026). Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Pelindo dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.
Imron mengungkapkan pandangannya tentang kesiapan pelabuhan. Menurutnya, kesiapan tidak bisa dilihat secara parsial. Keberhasilan pengoperasian pelabuhan alternatif ini tidak hanya bergantung pada fisik infrastruktur semata. Aspek operasional yang terintegrasi juga memegang peranan penting. Sistem keselamatan pelayaran harus terjamin dengan baik. Kualitas pelayanan yang memuaskan menjadi keharusan. Koordinasi antarlembaga yang solid juga tidak kalah krusial. Semua elemen tersebut harus berjalan beriringan untuk menciptakan ekosistem penyeberangan yang efisien dan andal.
Pelabuhan Celukan Bawang terletak di pesisir utara Kabupaten Buleleng. Posisi geografis ini cukup strategis untuk jalur alternatif. Sementara itu, Pelabuhan Gilimanuk berada di ujung barat Pulau Bali. Gilimanuk selama ini menjadi pintu utama penyeberangan kendaraan menuju Pulau Jawa maupun sebaliknya. Kedua pelabuhan memiliki karakteristik dan lokasi yang berbeda. Perbedaan ini justru menjadi nilai tambah bagi sistem penyeberangan nasional.
Pelabuhan Celukan Bawang menawarkan opsi distribusi arus kendaraan yang lebih merata. Selama ini, Gilimanuk menanggung beban penyeberangan sendirian. Kondisi ini menyebabkan kemacetan parah pada musim-musim sibuk. Dengan hadirnya Celukan Bawang, beban berat tersebut akan terbagi lebih proporsional. Arus penyeberangan Jawa-Bali tidak akan lagi bertumpu secara berlebihan pada satu pelabuhan utama. Distribusi volume kendaraan melalui dua titik penyeberangan akan menciptakan keseimbangan baru.
Kehadiran pelabuhan ini juga berpotensi menjadi solusi jitu. Volume kendaraan meningkat tajam saat musim libur panjang. Angkutan Lebaran juga kerap memicu kepadatan ekstrem di Gilimanuk. Selama ini, momen-momen kritis tersebut menjadi momok menakutkan. Para pengguna jasa sering mengalami stres dan kelelahan. Antrean panjang yang tidak berkesudahan menguras energi dan waktu. Kini, masyarakat memiliki pilihan untuk menghindari kemacetan parah tersebut.
Pemerintah bersama para pemangku kepentingan masih melakukan evaluasi mendalam. Evaluasi mencakup analisis menyeluruh terhadap berbagai kebutuhan. Kebutuhan dari sisi fasilitas masih perlu ditingkatkan. Kebutuhan dari sisi operasional juga harus disempurnakan. Tujuan evaluasi ini sangat jelas. Pelabuhan Celukan Bawang harus mendukung layanan penyeberangan secara optimal. Pengguna jasa berhak mendapatkan pengalaman terbaik saat menggunakan pelabuhan ini.
“Pelindo siap berperan aktif dalam pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai bagian dari penguatan konektivitas Jawa–Bali,” kata Imron dengan penuh keyakinan. Komitmen ini menunjukkan peran Pelindo sebagai mitra strategis pemerintah. Pelindo tidak hanya sekadar menjadi pengelola pelabuhan. Mereka berkomitmen mewujudkan konektivitas nasional yang lebih baik. Konektivitas yang merata di seluruh Indonesia menjadi visi bersama.
Persiapan Pelabuhan Celukan Bawang terus dimatangkan setiap hari. Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir deras. Optimisme terhadap operasional pelabuhan ini pun meningkat pesat. Masyarakat kini memiliki harapan baru untuk perjalanan yang lebih lancar. Melintasi Selat Bali tidak lagi harus menakutkan. Perjalanan yang nyaman dan efisien kini mulai terlihat nyata. Semua pihak berharap pelabuhan ini segera beroperasi penuh dan memberikan manfaat besar bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



