TULANG BAWANG, Checkbind.com – Ulah komplotan pencuri baterai menara pemancar sinyal (BTS) di Lampung ternyata meninggalkan dampak yang jauh lebih luas daripada sekadar merugikan perusahaan telekomunikasi. Bayangkan, aksi mereka tidak hanya menguras kantong operator seluler, tetapi juga memadamkan sinyal internet di sejumlah wilayah secara mendadak. Akibatnya, berbagai layanan publik yang sangat bergantung pada koneksi digital ikut tersendat, bahkan nyaris lumpuh total!
Kasatreskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, dengan tegas menekankan bahwa kehilangan baterai dari menara BTS bukanlah persoalan sepele. Tanpa komponen vital ini, perangkat pemancar otomatis kehilangan daya dan tidak dapat beroperasi normal. Kondisi ini secara langsung memutus jaringan komunikasi di sekitar lokasi kejadian.
“Dengan adanya pencurian baterai tower ini, tentunya sinyal dari provider tersebut langsung mati. Kondisi ini tentu menghambat pelayanan-pelayanan publik yang sedang berjalan dan memanfaatkan akses internet,” jelas Apfryyadi dengan nada serius di hadapan awak media, Minggu (28/6/2026).
Tim resmobil polisi bergerak cepat setelah menerima laporan, dan hasilnya sungguh mencengangkan! Dalam operasi penggerebekan ini, polisi menetapkan tidak kurang dari tujuh orang sebagai otak pelaku. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya berhasil mereka bekuk dan gandeng ke kantor polisi, sementara satu pelaku lainnya meregang nyawa di tempat kejadian. Mengapa? Karena si tersangka nekat melawan petugas dengan melepaskan tembakan, sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur di lapangan.
“Kami sudah menangkap enam tersangka, dan satu tersangka lainnya meninggal dunia saat proses penangkapan. Jadi total keseluruhannya ada tujuh tersangka. Untuk enam tersangka, kami ketahui berdomisili di wilayah Lampung Utara, sedangkan satu tersangka lainnya yang berperan sebagai penunjuk arah atau kuncen, ternyata berasal dari Tulang Bawang,” papar Apfryyadi lebih lanjut.
Hasil interogasi awal yang dilakukan oleh unit Reskrim sungguh membuat bulu kuduk merinding. Komplotan ini ternyata bukanlah pencopet kelas teri, melainkan sindikat spesialis kelas kakap yang sudah sangat mahir menggasak baterai BTS. Mereka dengan pede mengaku telah beraksi di sedikitnya empat lokasi berbeda! Tiga tempat kejadian perkara (TKP) berada di Kabupaten Tulang Bawang, dan satu TKP lainnya terletak di Kabupaten Lampung Tengah. Sungguh operasi yang terorganisir dan menjangkau lintas kabupaten!
“Dari hasil interogasi terhadap pelaku yang kami amankan, mereka sudah beraksi di tiga TKP di Tulang Bawang dan satu TKP di Lampung Tengah. Saat ini kami masih terus mengembangkan dan memperdalam interogasi untuk menggali kemungkinan aksi mereka di wilayah lain,” tambah Apfryyadi yang masih menyisakan sejumlah pertanyaan besar untuk diusut tuntas.
Polisi tidak hanya mengamankan para pelaku, tetapi juga menyita sederet barang bukti yang cukup mengejutkan. Saat menggeledah kendaraan operasional komplotan, petugas menemukan dua pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari satu revolver dan satu pistol. Selain itu, polisi juga mengamankan beberapa plastik klip berisi sabu-sabu yang diduga kuat akan mereka konsumsi. Temuan ini langsung mengarahkan polisi pada dugaan kuat bahwa para tersangka tidak hanya mencuri, tetapi juga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.
Hasil pemeriksaan awal juga mengindikasikan bahwa para pelaku mengonsumsi narkoba sebelum atau saat menjalankan aksi kejahatan mereka. Tentu saja, temuan ini menjadi bahan penting yang akan dikembangkan lebih lanjut oleh penyidik.
Ketika para wartawan menanyakan klasifikasi kelompok ini, Apfryyadi dengan lantang menegaskan bahwa mereka bukanlah pelaku kejahatan biasa. “Ya, spesialis,” ucapnya singkat namun tegas, menggambarkan betapa terlatih dan terencananya aksi-aksi yang mereka lancarkan.
Saat ini, jajaran Polres Tulang Bawang masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan para tersangka dalam aksi pencurian baterai BTS di wilayah lain di luar Lampung. Selain itu, polisi juga memburu asal-usul senjata api rakitan serta mengusut tuntas jaringan penyalahgunaan narkotika yang mereka jalankan. Pengembangan kasus ini diharapkan dapat mengungkap jaringan yang lebih luas lagi.
Baku Tembak Malam Hari Warnai Penangkapan
Kasus mengejutkan ini mulai tercium setelah Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Tulang Bawang menerima laporan warga yang mencurigai adanya aksi pencurian baterai BTS di wilayah Banjar Agung pada Minggu dini hari. Begitu menerima sinyal, tim langsung bergerak menuju lokasi.
Namun, saat mengejar dan menghentikan kendaraan para pelaku, situasi mendadak berubah mencekam. Para pelaku yang sudah kebakaran jenggot justru bertindak nekat dengan melepaskan tembakan ke arah petugas! Aksi brutal ini memicu kejar-kejaran dramatis yang berakhir di sekitar Gerbang Tol Menggala.
Karena terus menerima tembakan dari para pelaku, petugas terpaksa membalas dengan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur untuk melindungi nyawa mereka sendiri. Dalam insiden baku tembak yang menegangkan itulah satu pelaku akhirnya tewas di tempat, sementara enam rekan komplotannya berhasil mereka lumpuhkan dan amankan. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan dua senjata api rakitan yang diduga pelaku gunakan saat melawan petugas. Keberanian polisi patut diapresiasi karena berhasil menghentikan aksi kriminal yang sangat meresahkan masyarakat ini!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



