Tiga Anak di Buleleng Jadi Korban Gigitan Anjing Diduga Rabies

Diposting pada 5 views

BULELENG, Checkbind.com — Suasana malam yang biasanya tenang di Lingkungan Jalak Putih, Kelurahan Banyuasri, Buleleng, Bali, tiba-tiba berubah mencekam. Anjing gila itu menerkam tiga anak kecil bertubi-tubi tanpa ampun, membuat mereka meringis kesakitan! Serangan brutal yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari setengah jam ini sontak membuat warga sekitar panik dan ketakutan.

Siapa sangka, hewan yang selama ini manusia anggap sahabat justru berbalik menjadi mimpi buruk bagi anak-anak yang tengah asyik bermain. Anjing tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda ramah, malah menyerang secara membabi buta tanpa sebab yang jelas. Kejadian naas ini pun langsung mengguncang warga Buleleng dan menjadi topik hangat di setiap sudut kampung, mengingat rabies adalah penyakit mematikan yang telah lama mereka waspadai di Pulau Dewata.

Cucu Dijahit 6, Nenek Syok Berat!

Salah seorang warga yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, Doris Alwi, masih tampak trauma saat menceritakan pengalaman mengerikan itu. Menurutnya, cucu kesayangannya yang baru berusia enam tahun menjadi korban pertama dalam rangkaian serangan anjing gila tersebut. Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (26/6/2026) malam, saat anak-anak sedang bermain riang di sekitar rumah.

“Nenek saya langsung kaget bukan main, soalnya anjing itu menggigit cucu saya di samping rumah pas lagi seru-serunya main sama teman-temannya. Anjing itu langsung menyerbu dan menggigit tanpa aba-aba!” ujar Doris dengan suara bergetar saat kami temui di Buleleng pada Senin (29/6/2026).

Tak main-main, gigitan anjing tersebut meninggalkan luka yang cukup parah di bagian betis si kecil. Dokter pun terpaksa menjahit lukanya sebanyak enam jahitan untuk menutup robekan daging yang cukup dalam. Doris pun tak bisa menahan kekhawatirannya, mengingat cucunya masih sangat kecil dan rentan terhadap penyakit rabies yang bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Dengan sigap, Doris langsung menggondol cucunya ke Rumah Sakit Kertha Usada untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Di sana, tim medis segera memberikan suntikan vaksin anti-rabies (VAR) sebagai langkah preventif agar virus mematikan itu tidak menyebar lebih jauh. “Saya nggak mau ambil risiko, lebih baik cepat bawa ke rumah sakit biar dapat penanganan langsung,” tambah Doris dengan nada tegas.

CCTV Ungkap Fakta Mengejutkan!

Bukan cuma satu kali, anjing buas itu ternyata belum puas dengan aksi pertamanya. Sekitar pukul 20.15 Wita, hewan tersebut berlari kencang ke arah timur dan menyerang anak lain yang tidak jauh dari lokasi kejadian pertama. Kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di sekitar tempat kejadian berhasil merekam aksi brutal ini dengan jelas.

Dalam rekaman yang beredar, orang-orang dapat melihat betapa agresifnya anjing itu saat melancarkan serangan. Tanpa ragu-ragu, ia langsung menerkam dan menggigit korban-korbannya yang tak berkutik. Kejadian ini benar-benar terjadi dalam sekejap, membuat warga sekitar hanya terpaku dan berteriak histeris. Bayangkan, dalam waktu kurang dari 30 menit, tiga anak sudah menjadi korban gigitan anjing yang diduga rabies tersebut!

Warga dan aparat Kelurahan Banyuasri pun tidak tinggal diam. Mereka langsung bergerak cepat memburu anjing itu untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak. Operasi pencarian berlangsung secara intensif hingga akhirnya tim gabungan berhasil menemukan hewan tersebut di wilayah Kelurahan Banjar Tegal pada Sabtu (27/6/2026). Petugas pun terpaksa mengeliminasi anjing itu untuk memastikan tidak ada lagi korban berjatuhan.

Skala Prioritas Vaksinasi Segera Digalakkan!

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menyampaikan bahwa berdasarkan rekaman CCTV, anjing tersebut memang menunjukkan perilaku yang sangat mencurigakan. Ia menjelaskan bahwa serangan terjadi tanpa adanya provokasi atau gangguan dari anak-anak tersebut.

“Anak-anak sama sekali tidak mengganggu anjing itu, tapi tiba-tiba saja dia datang dan langsung menggigit. Dari perilakunya yang agresif seperti itu, memang ada indikasi kuat bahwa anjing tersebut menderita rabies,” tegas Melandrat saat kami temui di kantornya.

Namun, Melandrat juga menjelaskan bahwa untuk memastikan status rabies pada hewan, sebenarnya petugas harus melakukan pemeriksaan laboratorium melalui sampel jaringan otak. Prosedur ini mengharuskan tim medis mengambil sampel maksimal dua jam setelah petugas mengeliminasi hewan tersebut. Sayangnya, laporan baru masuk ke petugas setelah melewati batas waktu yang ditentukan, sehingga pihak laboratorium tidak dapat melakukan pemeriksaan. Akibatnya, para ahli tidak bisa memastikan status rabies pada anjing tersebut secara ilmiah.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten Buleleng tetap bergerak cepat. Dinas terkait menjadikan wilayah sekitar lokasi kejadian sebagai skala prioritas vaksinasi rabies. Langkah ini diambil sebagai antisipasi mengingat kemungkinan anjing tersebut sempat melakukan kontak atau menggigit hewan lain sebelum akhirnya petugas mengeliminasinya. “Kami akan menjadikan wilayah itu sebagai skala prioritas vaksinasi. Ini penting karena kita tidak tahu apakah anjing tersebut sempat kontak atau menggigit anjing lain yang bisa menyebarkan virus lebih luas,” tambah Melandrat.

Warga Dimbau Lebih Waspada!

Peristiwa ini tentu menjadi alarm bagi seluruh warga Buleleng untuk lebih waspada terhadap potensi penyebaran rabies. Pasalnya, Bali memang dikenal sebagai salah satu daerah endemis rabies yang selalu membutuhkan kewaspadaan ekstra. Kejadian ini membuktikan bahwa ancaman rabies masih sangat nyata dan bisa mengintai kapan saja, terutama di pemukiman padat penduduk.

Selain itu, kasus ini juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan hewan peliharaan yang menunjukkan perilaku tidak normal. Dengan begitu, petugas bisa segera melakukan tindakan preventif sebelum terjadi korban jiwa. Jangan sampai kelengahan kita justru berakibat fatal bagi orang-orang terdekat, terutama anak-anak yang rentan menjadi sasaran serangan hewan rabies.

Pemerintah daerah terus menggiatkan vaksinasi massal agar kasus serupa tidak kembali menghantui warga di masa mendatang. Namun, semua ini tentu membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Mari kita jaga lingkungan bersama dan segera laporkan setiap kejanggalan yang kita lihat atau kita alami kepada petugas terkait demi keselamatan kita semua!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *