Puluhan Desa di Tanah Merah Bangkalan Tolak Beras Banpang, Bulog Siap Ganti

Diposting pada 5 views

BANGKALAN, Checkbind.com – Warga Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, baru-baru ini membuat heboh. Puluhan desa secara serempak menolak beras Bantuan Pangan (Banpang). Menanggapi kehebohan ini, Kantor Cabang Bulog Madura langsung bergerak cepat dan memberi klarifikasi resmi.

Pimpinan Cabang Bulog Madura, Ahmad Rofi’i, mengakui bahwa pihaknya baru mengetahui adanya penolakan massal tersebut. Setelah itu, timnya segera turun ke lapangan dan langsung menarik seluruh beras yang bermasalah dari desa-desa.

“Kemarin kami dapat info kalau beberapa desa menolak, maka kami langsung menggantinya,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

Bulog Langsung Tarik 56 Ton Beras dari Desa-Desa

Selanjutnya, Rofi’i mengungkapkan data yang cukup mengejutkan. Perangkat desa di Kecamatan Tanah Merah mengembalikan beras sebanyak 56 ton ke gudang Bulog. Bayangkan, Bulog menarik kembali bantuan sebanyak itu, padahal bantuan tersebut seharusnya sudah sampai ke warga.

Kemudian, pihak Bulog akan berkoordinasi secara intensif dengan para kepala desa di lokasi kejadian. Mereka ingin meluruskan masalah ini secara transparan. Sebelum proses penggantian berlangsung, Bulog akan mengirimkan sampel beras terlebih dahulu kepada setiap desa penerima.

“Nanti akan kami tunjukkan dulu sampelnya, kalau oke, baru kami kirim,” tegas Rofi’i.

Proses Penyimpanan Lama Menyebabkan Warna Beras Menguning

Selain itu, Rofi’i juga menjelaskan kualitas beras yang ditolak warga. Menurutnya, beras tersebut secara fisik masih bersih dan tidak berbau. Namun, proses penyimpanan yang cukup lama di gudang menyebabkan warna beras berubah menguning.

“Secara fisik bersih, tidak berbau, hanya warnanya saja kurang putih,” paparnya.

Rofi’i kemudian menjelaskan metode penyimpanan di gudang Bulog. Pihak Bulog menerapkan sistem First in-First out (FIFO) di semua gudangnya. Sistem ini mengharuskan stok lama keluar terlebih dahulu. Akan tetapi, ketika pasokan baru masuk, stok lama otomatis tertahan dan mengalami perubahan warna.

“Kalau disimpan terlalu lama, memang berdebu. Namun secara fisik masih bagus, hanya warnanya saja yang berubah,” tambah Rofi’i meyakinkan.

DP2KP Turun Langsung Mengawasi Distribusi Banpang

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP), Dr CHK Karyadinata, turun langsung mengawasi distribusi Banpang. Timnya melakukan peninjauan menyeluruh ke lokasi-lokasi terdampak.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa beras tersebut tidak berbau apek. Beras juga tidak mengandung kutu dan tidak menggumpal. Namun, Karyadinata mengakui adanya perubahan warna kuning pada beras tersebut.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog. Pihak Bulog berkomitmen menarik dan mengganti seluruh beras yang ditolak desa-desa.

“Kami juga meminta agar Bulog memperbaiki kualitasnya untuk beras selanjutnya,” ujar Karyadinata.

Distribusi ke Modung Kami Tunda Sementara

Selanjutnya, untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihak berwenang memutuskan menunda pendistribusian Banpang ke Kecamatan Modung. Mereka akan memproses ulang beras tersebut sebelum menyalurkannya ke masyarakat.

“Untuk Modung juga kami tunda dulu, agar Bulog bisa memproses ulang berasnya,” jelas Karyadinata.

Desa Pangeleyan: Warga Menolak Beras Kuning Kecoklatan

Sebelumnya, Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, menyampaikan kekecewaan warganya. Beras Banpang kemasan 10 kilogram dari Bulog itu rencananya akan dibagikan sebagai bantuan sosial.

Akan tetapi, saat warga menerima beras tersebut, mereka mendapati kondisi beras berwarna kuning kecoklatan. Penampakan fisik beras ini langsung memicu protes dari para penerima bantuan.

Tidak hanya Desa Pangeleyan yang melayangkan protes. Puluhan desa lain di Kecamatan Tanah Merah juga melakukan penolakan serupa secara serentak. Mereka kompak menolak beras tersebut karena menganggapnya tidak layak konsumsi.

“Itu tidak layak konsumsi,” tutup Zaiqulhak dengan nada tegas.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *