Checkbind.com – Coba bayangkan! Ketenangan ibadah haji tiba-tiba terusik oleh kepulan asap hitam yang membubung di langit Makkah. Insiden kebakaran yang mendebarkan itu sempat melanda kompleks Al Hidayah Tower, Aziziah, Makkah, Arab Saudi. Ternyata, lokasi ini menjadi tempat tinggal sementara bagi jamaah haji Indonesia yang sedang menunaikan rukun Islam kelima.
Namun, kabar baik langsung menghampiri kita semua. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan luar biasa dan memaksa proses evakuasi darurat. Akan tetapi, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dengan tegas mengumumkan bahwa tidak ada satu pun jamaah Indonesia yang menjadi korban. Sungguh kabar yang melegakan hati!
Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, dengan lantang menegaskan bahwa seluruh jamaah yang berada di kawasan tersebut dalam kondisi aman. Beliau juga memastikan tidak ada yang mengalami luka-luka sedikit pun. Ia pun menyampaikan pernyataan yang membuat hati tenang.
“Yang perlu kami pastikan, seluruh jamaah kita tidak ada satu pun yang luka ataupun yang lainnya. Jadi insya Allah semua jamaah kita yang ada di Sektor 10 alhamdulillah aman,” ujar Ihsan di Makkah, Sabtu (7/6/2026). Aman! Itu kata kunci yang paling penting.
Lalu, kapan persisnya kobaran api itu muncul? Kebakaran terjadi pada Jumat (6/6) sekitar pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Waktu itu kurang lebih satu jam sebelum azan Maghrib berkumandang. Saat kejadian berlangsung, sejumlah jamaah haji Indonesia pertama kali melaporkan adanya kepulan asap yang tiba-tiba muncul di area depan Tower 7. Bisa dibayangkan betapa kaget dan panik mereka!
Setelah petugas Sektor 10 dengan sigap melakukan penelusuran, mereka berhasil menemukan sumber api. Ternyata, api berasal dari sebuah kamar yang dijadikan tempat tinggal karyawan hotel. Bukan kamar jamaah! Itu sedikit kelegaan bagi semua pihak.
Menurut penjelasan Ihsan, kebakaran diduga dipicu oleh baterai skuter listrik yang sedang diisi daya. Proses charging yang mematikan itu menjadi biang keladi utama.
“Karyawan hotel tersebut sedang mengisi daya baterai skuter. Kami menduga baterai tersebut meledak karena overheat alias kelebihan panas. Akibatnya, api pun muncul dan membakar barang-barang di kamar tersebut,” kata Ihsan menjelaskan kronologi lengkapnya.
EVAKUASI DARURAT: JAMAAH LANGSUNG LARI KE TANGGA DARURAT!
Begitu kebakaran diketahui, manajemen hotel tidak membuang waktu sedetik pun. Mereka segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dinas pemadam kebakaran Kota Makkah pun langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam ke lokasi untuk mengendalikan api.
Selanjutnya, sesuai prosedur kedaruratan yang ketat, petugas haji Sektor 10 bersama pihak hotel langsung bergerak cepat. Mereka segera mengevakuasi jamaah yang berada di Tower 6, Tower 7, dan Tower 8. Semua jamaah diarahkan keluar melalui tangga darurat. Pihak keamanan mematikan lift demi keselamatan bersama.
Mengapa mereka mengambil langkah tegas tersebut? Asap mulai menyebar dengan cepat ke sejumlah area bangunan. Di sisi lain, pihak keamanan hotel sengaja mematikan fasilitas lift untuk melindungi keselamatan penghuni.
Luar biasanya, proses evakuasi berlangsung dengan sangat lancar. Tidak ada dorong-dorongan, tidak ada cedera, dan tidak ada kepanikan berlebihan. Semua jamaah dengan tertib turun melalui tangga darurat. Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan api sepenuhnya sekitar pukul 20.00 WAS. Dua jam penuh perjuangan yang melelahkan!
Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, petugas memberikan angin segar bagi para jamaah. Mereka memperbolehkan jamaah yang sebelumnya berkumpul dengan sabar di luar gedung untuk kembali ke kamar masing-masing. Lega luar biasa sampai ke ubun-ubun!
FAKTA MENARIK: SEBAGIAN JAMAAH SUDAH PULANG KE INDONESIA!
Ternyata, saat insiden mengerikan ini terjadi, kompleks Al Hidayah Tower tidak dalam kondisi terisi penuh. Ada alasan logis di balik itu. Jamaah haji Indonesia dari Embarkasi Banten, Padang, dan Banjarmasin menempati hotel tersebut. Namun, kabar baiknya, sebagian kelompok terbang (kloter) telah lebih dahulu kembali ke Tanah Air. Akibatnya, jumlah penghuni berkurang drastis. Beruntung sekali! Jika hotel dalam kondisi penuh, mungkin situasinya akan jauh lebih rumit.
PPIH Arab Saudi juga menyelipkan pesan penting melalui pernyataan resmi. Mereka mengingatkan jamaah agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik selama berada di Makkah. Cuaca ekstrem menjadi faktor risiko tersendiri yang tidak bisa disepelekan.
“Kalau sudah tidak digunakan, lebih baik ibu langsung mencabutnya. Contohnya pemanas air, pemanas nasi, atau charger HP. Potensi risiko kebakaran di Makkah makin besar karena faktor cuaca di luar yang juga sangat panas,” kata Ihsan lagi. Pesan yang sangat bijak dan layak kita sebarkan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



