WASHINGTON, Checkbind.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) semakin gencar mengejar Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Negeri Paman Sam sudah memasukkan nama Maduro dalam daftar buronan paling dicari sejak beberapa tahun terakhir.
Hadiah Gila-gilaan untuk Maduro
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, baru saja meningkatkan harga buronan Maduro menjadi 50 juta dolar AS (Rp 814 miliar). Padahal, pada Januari lalu, AS hanya menawarkan 25 juta dolar AS (Rp 407 miliar). Bondi tanpa ragu menyebut Maduro sebagai “raja narkoba kelas kakap” sekaligus “ancaman nyata bagi keamanan nasional AS”.
Dalam video viral di media sosial Kamis (7/8/2025), Bondi juga menegaskan bahwa AS sama sekali tidak mengakui kemenangan Maduro di dua pemilu terakhir, termasuk Pilpres 2024 yang mereka nilai “penuh kecurangan sistematis”.
Venezuela Berang: “AS Cari Kambing Hitam!”
Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, langsung melontarkan kritik pedas. “Ini cuma akal-akalan AS yang kebakaran jenggot,” sindirnya. Gil menuduh Bondi sengaja mengalihkan isu dari skandal Jeffrey Epstein yang masih membayangi pemerintah AS.
Alasan AS Ngebet Banget Tangkap Maduro
Perseteruan AS-Venezuela memanas sejak 2020. Kala itu, pemerintahan Donald Trump secara resmi menjerat Maduro dan sejumlah petinggi Venezuela dengan dakwaan di pengadilan New York.
AS mengklaim Maduro memimpin “Cartel of the Suns”, sindikat narkoba yang berkolaborasi dengan gerilyawan Kolombia (FARC). Mereka dituding menyelundupkan ratusan ton kokain ke AS selama dua dekade!
Bondi juga mengungkap fakta mengejutkan: Maduro disebut bekerja sama dengan geng kriminal Tren de Aragua dan kartel narkoba paling berbahaya di Meksiko, Sinaloa. Gila!
Bukti-bukti Mengejutkan dari AS
DEA (Badan Narkotika AS) berhasil menyita 30 ton kokain terkait jaringan Maduro. Yang lebih mencengangkan, 7 ton di antaranya terbukti terhubung langsung dengan sang presiden!
Tak cuma itu, sejak September lalu, AS juga menyita aset senilai Rp 11 triliun milik Maduro, termasuk dua pesawat jet pribadi milik pemerintah Venezuela. AS meyakini ini bukan sekadar kasus narkoba biasa, melainkan strategi “narko-terorisme” untuk membanjiri pasar gelap AS.
Jika tertangkap, Maduro yang kini berusia 62 tahun bisa mendekam di penjara seumur hidup!
Maduro Tantang AS: “Coba Buktikan!”
Maduro membantah habis-habisan semua tuduhan AS. “Ini cuma fitnah murahan,” sanggahnya. Namun, kasus ini kembali mencuat setelah mantan kepala intelijen Venezuela, Hugo “El Pollo” Carvajal, mengaku bersalah di pengadilan AS Juni lalu.
Media Miami Herald mengabarkan, Carvajal menyimpan bom waktu berupa dokumen dan kesaksian yang bisa menggulingkan Maduro!
Venezuela Tuding AS Main Kotor
Pemerintah Venezuela yakin AS sedang melakukan intervensi politik. Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello bahkan mengungkap fakta mengejutkan: AS dan oposisi Venezuela diduga berada di balik rencana serangan bom di Caracas yang baru saja digagalkan.
Akhir Cerita atau Baru Awal?
Dengan harga kepala yang terus melambung, AS jelas semakin getol memburu Maduro. Sementara sang presiden tetap bersikeras “tidak gentar”. Akankah Maduro benar-benar dijebloskan ke penjara AS? Atau ini cuma drama politik belaka?
Satu hal pasti: pertarungan ini masih panjang dan bakal makin seru!



