BORONG, Checkbind.com – Indonesia hampir menginjak usia 80 tahun kemerdekaan. Namun, di balik gegap gempita perayaan, masih ada cerita pilu dari pelosok negeri. Warga Desa Gunung Baru, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terpaksa hidup dalam kegelapan. Bayangkan, di era serba digital ini, desa terpencil ini sama sekali belum tersentuh jaringan listrik PLN, jalan layak, apalagi sinyal internet!
Sekolah Terpaksa Genset, UNBK Jadi Tantangan Besar
Mathildis Mol, Kepala SDI Lengko Munda di Desa Gunung Baru, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pasalnya, tanpa listrik, proses belajar mengajar di sekolahnya serba terbatas. “Kami tidak bisa memanfaatkan laptop, komputer, atau proyektor LCD. Bahkan, ujian UNBK pun jadi mimpi buruk karena kami hanya mengandalkan genset yang sering mati mendadak,” ungkapnya dengan nada prihatin saat dihubungi Kamis (14/8/2025).
Ia pun berharap pemerintah segera bertindak. “Bagaimana mau maju kalau listrik saja belum ada? Anak-anak butuh akses teknologi untuk bersaing,” tambahnya.
Genset Jadi Andalan, Jalan Rusak Parah
Agustinus Hadur, Kepala SMP Satu Atap Lengko Munda, mengiyakan kesulitan yang sama. “Kalau malam, kami cuma bisa pakai genset. Itu pun suaranya bising dan boros solar,” keluhnya saat ditemui di Expo Pendidikan di Borong.
Tapi masalahnya tak cuma listrik. Agustinus menyoroti kondisi infrastruktur yang memprihatinkan. “Jalan di sini rusak parah. Belum lagi jembatan permanen di Sungai Wae Mokel yang belum dibangun. Kalau hujan, warga sulit keluar-masuk desa,” paparnya.
Guru-Guru Menangis Harap: “Kami Ingin Listrik PLN!”
Dua guru dari SDI Sare di Dusun Wolosambi, Heribertus Minggus dan Elias Lema Tobi, juga mengungkapkan kepahitan yang sama. “Kami sudah lelah bergantung pada genset. Listrik PLN bukan hanya untuk sekolah, tapi juga rumah warga yang masih gelap,” ujar mereka penuh harap.
Desa Gelap Gulita, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Kepala Desa Gunung Baru, Leonardus Keo, mengaku sudah berulang kali mengusulkan pemasangan listrik ke PLN. “Dusun Satar Mata sampai sekarang masih gelap. Padahal, listrik bisa mengubah hidup warga,” tegasnya.
Gaspar Nanggar, Kepala Dinas PMD Manggarai Timur, mengakui bahwa 15 dari 176 desa di kabupaten ini masih belum teraliri listrik. “Kami terus berkoordinasi dengan PLN untuk percepatan elektrifikasi,” janjinya.
DPRD Desak Pemerintah: “Jangan Abaikan Desa Terpencil!”
Yohanes Paulus Yorit Poni, Anggota DPRD Manggarai Timur, geram dengan lambannya penanganan. “Data menunjukkan puluhan desa masih gelap. Ini darurat! Pemerintah harus prioritaskan listrik dan internet merata,” tegasnya.
Mau Tunggu Berapa Lagi?
Fakta ini membuka mata kita: di usia Indonesia yang hampir 80 tahun, masih ada saudara-saudara kita yang hidup tanpa listrik dan internet. Kalau bukan sekarang, kapan lagi pemerintah bergerak? Jangan sampai, di usia satu abad nanti, desa-desa seperti Gunung Baru masih tertinggal dalam kegelapan.



