Kapal Kargo Singapura Tabrak KM Kawal Jaya 9 di Perairan Bintan, 1 ABK Dilaporkan Hilang

Diposting pada 0 views

PEKANBARU, Checkbind.com — Peristiwa maritim mengerikan kembali menggegerkan publik Kepulauan Riau. Kapal kargo kontainer Singapura menghantam secara ganas perahu penangkap ikan KM Kawal Jaya 9. Selain itu, insiden mematikan tersebut terjadi pada hari Jumat kelam tanggal 30 Oktober 2026. Tragedi laut ini berlangsung cepat di perairan utara Berakit, Kabupaten Bintan. Padahal, perahu nelayan lokal itu sedang bersandar tenang di tengah perairan saat kapal kargo besar mendadak menerjangnya.

Selanjutnya, Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengonfirmasi tragedi laut ini secara langsung kepada media. Maka dari itu, jajaran personel SAR segera merespons sinyal laporan darurat yang masuk. Bahkan, panggilan darurat tersebut masuk melalui Com Center Kantor SAR Tanjungpinang secara mendadak. Di samping itu, beliau menegaskan bahwa tim penyelamat langsung bertindak sangat cepat di lokasi kejadian.

Oleh sebab itu, Fazzli membeberkan informasi paling mutakhir mengenai nasib para korban musibah tabrakan kapal ini. “Akibat insiden mengerikan ini, satu orang awak perahu ikan hilang,” ujar Fazzli memberikan penjelasan resmi. “Sementara itu, tim kami berhasil menyelamatkan 13 awak kapal lainnya dari maut,” lanjut Fazzli mantap.

Kemudian, petugas mencatat identitas lengkap nelayan yang hingga kini masih hilang tersapu gelombang laut tersebut. Bahkan, korban hilang tersebut bernama Dinar, seorang nelayan senior yang telah berusia 51 tahun. Selain itu, Pak Dinar merupakan warga lokal asli dari kawasan Teluk Bakau, Gunung Kijang, Bintan.

Maka, sejumlah saksi melihat Pak Dinar nekat melompat langsung ke tengah gulungan lautan. Padahal, beliau melakukan tindakan membahayakan tersebut demi menyelamatkan jiwanya dari benturan maut. Alhasil, benturan fisik keras kapal kargo langsung meremukkan perahu nelayan pada detik mencekam itu.

Lalu, tim gabungan bergotong-royong mengevakuasi perahu KM Kawal Jaya 9 beserta 13 korban selamat. Selain itu, para petugas menarik fisik perahu kayu tersebut menuju tepi perairan aman Pelabuhan Kawal. Akhirnya, rombongan evakuasi merapatkan perahu nelayan dengan selamat di tepi dermaga Pelabuhan Kawal, Bintan.

Di sisi lain, warganet mengunggah rekaman video amatir detik-detik benturan kapal tersebut di dunia maya. Bahkan, video mencekam ini langsung mendadak viral serta memicu kepanikan luas para pengguna media sosial.

Dalam video tersebut, penonton menyaksikan suasana mencekam saat sejumlah awak kapal berlari kencang menyelamatkan diri. Selanjutnya, para nelayan tampak sangat panik sesaat sebelum perahu mereka menerima hantaman keras kapal kargo kontainer.

Maka, tabrakan maritim dahsyat di perairan terbuka tersebut benar-benar tidak terhindarkan lagi. Alhasil, perahu nelayan tradisional itu mengalami kerusakan fisik yang sangat parah hingga hancur berkeping-keping.

Tim SAR Gabungan Sisir Area Kejadian Demi Menemukan Korban Hilang

Setelah menerima informasi kecelakaan ini, tim SAR gabungan dari berbagai unsur langsung bergerak cepat. Bahkan, para personel ahli segera menyisir titik lokasi kejadian yang berjarak 46 Nautical Miles. Selain itu, lokasi pencarian tersebut membentang cukup jauh dari pos penyiagaan utama para petugas.

Selanjutnya, komando SAR memobilisasi armada penuh serta personel berpengalaman pada hari pertama pencarian. Di samping itu, operasi ini melibatkan jajaran Kantor SAR Tanjungpinang dan Unit Siap Siaga Tanjung Uban. Bahkan, personel Pangkalan PLP Tanjung Uban, Ditpolairud Polda Kepri, Pos AL, serta nelayan setempat ikut membantu.

Oleh karena itu, Fazzli kembali memberikan penegasan kuat mengenai perkembangan perburuan korban di lapangan. “Hingga saat ini, tim gabungan terus memaksimalkan upaya pencarian korban hilang,” tegas Fazzli penuh optimisme.

Maka dari itu, tim penyisir mengerahkan canggihnya armada laut Rigid Inflatable Boat 04 Tanjung Uban. Selain itu, petugas menyiagakan kendaraan penyelamat darat beserta peralatan medis dan navigasi modern. Padahal, medan lautan sangat luas, namun tim tetap bekerja penuh demi menemukan Pak Dinar.

Sementara itu, anak korban bernama Sri Mulyani memanjatkan doa penuh kepasrahan dan harapan mendalam. Bahkan, beliau sangat berharap petugas pencari dapat menemukan keberadaan ayah tercintanya secepat mungkin.

Akhirnya, Sri Mulyani mengutarakan ketabahan hatinya saat menanti kepastian kabar dari sang ayah. “Harapan kami sekarang cuma ingin bapak segera ketemu dalam kondisi apa pun,” ungkapnya penuh rasa pilu. “Selain itu, kami sudah ikhlas, yang penting bapak bisa kembali ke sini,” tutupnya haru.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *