Teror Anjing di Jembrana: Balita & Dewasa Digigit, Sampel Positif Rabies, Warga Resah!

Diposting pada 9 views

JEMBRANA, Checkbind.com — Teror anjing rabies kembali mengguncang Kabupaten Jembrana, Bali. Satu ekor anjing yang menyerang tiga warga di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, resmi positif mengidap virus rabies mematikan. Kabar mengejutkan ini terungkap pada Minggu (21/6/2026) setelah Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar mengeluarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel otak anjing peliharaan tersebut.

Begitu hasil positif keluar, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Jembrana langsung bergerak cepat. Mereka menyusun jadwal darurat untuk melaksanakan vaksinasi massal di wilayah terdampak. Targetnya jelas: memutus rantai penularan virus rabies sebelum semakin banyak korban berjatuhan.

Kronologi Mengerikan: Anjing Jinak Berubah Jadi Monster Pembunuh

Bayangkan, seekor anjing jantan berwarna coklat yang baru berusia 3 tahun tiba-tiba berubah menjadi mesin pembunuh yang menakutkan. Peristiwa mengerikan ini bermula ketika pemiliknya dengan ceroboh melepasliarkan anjing tersebut tanpa pengawasan. Akibatnya, dalam kurun waktu hanya dua hari, anjing tersebut menyerang tiga orang warga secara acak tanpa pandang bulu.

Hari pertama, anjing gila itu menerkam seorang bocah laki-laki yang masih berusia 4 tahun, memulai teror yang meresahkan warga. Belum puas, beberapa jam kemudian ia kembali mengamuk dan melukai anak lain yang baru berusia 5 tahun. Kedua balita malang itu menjadi korban pertama dalam rentetan serangan yang meresahkan warga.

Memasuki hari kedua, kegilaan anjing tersebut justru semakin menjadi-jadi. Kali ini giliran seorang pria dewasa berusia 47 tahun yang menjadi sasaran serangan berikutnya. Kejadian ini membuat seluruh warga Banjar Tangi ketakutan dan enggan keluar rumah.

Kecurigaan warga terhadap kemungkinan rabies semakin menguat. Hal ini terbukti ketika warga menemukan anjing yang sebelumnya sangat agresif itu mati mendadak pada Selasa (16/6/2026). Lokasi penemuannya persis di dekat tempat ia menyerang para korban. Kematian mendadak setelah fase agresif ekstrem ini menjadi ciri khas yang sangat jelas dari hewan yang terinfeksi virus rabies mematikan.

Pasca-kejadian yang mengerikan ini, warga segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat dan petugas medik veteriner setempat. Para korban pun mendapat tindakan cepat berupa suntikan Vaksin Anti-Rabies (VAR) sebagai upaya pencegahan dini.

“Saya sudah mendapatkan penanganan di awal. Ternyata hasil lab menunjukkan anjing yang menyerang positif rabies. Dokter meminta saya melanjutkan suntik VAR secara berkala,” ujar salah satu korban gigitan dengan nada khawatir saat ditemui Minggu (21/6/2026).

Korban lain juga menyampaikan desakan keras kepada pemerintah daerah. Mereka meminta atensi penuh agar kasus rabies di Jembrana tidak terus meluas dan memakan korban lebih banyak.

“Kami berharap petugas terkait menangani masalah ini dengan sangat serius. Jangan sampai kasus positif rabies terus bertambah ke depannya. Kami ingin pemerintah meminimalisir risiko serangan Hewan Penular Rabies ke manusia,” tandasnya dengan nada tegas.

Dinas Pertanian Bergerak Cepat: Vaksinasi Darurat Segera Dilakukan

Menanggapi situasi genting ini, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, segera memberikan konfirmasi resmi. Beliau membenarkan bahwa hasil laboratorium dari BBVet Denpasar telah keluar dan menunjukkan hasil positif rabies pada sampel otak anjing tersebut.

“Petugas kami sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung dan mengambil sampel otak hewan penular rabies yang menyerang warga. Hasilnya sudah resmi keluar dan dinyatakan positif. Kami akan segera menindaklanjuti dengan program vaksinasi darurat sebagai langkah pertama,” jelas Sugiarta dengan nada serius.

Saat ini, tim Medik Veteriner tengah mematangkan jadwal untuk turun langsung ke berbagai banjar di Desa Tegalbadeng Timur. Mereka akan menyisir rumah-rumah warga dan menyuntikkan vaksin rabies secara massal kepada hewan penular di sekitar lokasi kejadian. Target utamanya adalah anjing dan kucing peliharaan yang berpotensi menjadi pembawa virus mematikan ini.

Fakta Mengerikan: 33 Kasus Rabies Tercatat di Jembrana

Vaksinasi massal ini bukan hanya sekadar respons darurat, melainkan sebuah kebutuhan mendesak mengingat tren penularan virus rabies di Kabupaten Jembrana tergolong sangat tinggi sepanjang semester pertama tahun 2026 ini.

Data yang berhasil dihimpun hingga awal Juni 2026 menunjukkan angka yang sangat mengkhawatirkan. Kabupaten Jembrana telah mencatat total 33 kasus positif rabies pada hewan! Angka sebaran kasus ini mencakup berbagai jenis Hewan Penular Rabies (HPR), baik dari jenis anjing maupun kucing peliharaan warga.

Yang lebih meresahkan, sebaran kasus tersebut sudah merata di seluruh wilayah Kabupaten Jembrana. Namun perlu diwaspadai, wilayah Kecamatan Mendoyo masih mendominasi dengan jumlah kasus tertinggi dibanding daerah lainnya.

Imbauan Penting untuk Warga: Jangan Lepas Anjing Sembarangan!

Pihak berwenang pun mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Beberapa langkah penting yang harus dilakukan antara lain:

  • Jangan melepasliarkan hewan peliharaan secara sembarangan karena berisiko menularkan virus ke manusia.
  • Segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gigitan anjing atau melihat perilaku hewan yang tidak wajar.
  • Pastikan hewan peliharaan sudah divaksin rabies secara rutin setiap tahunnya.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami optimis kasus rabies di Jembrana bisa segera kami kendalikan,” pungkas Sugiarta menutup pernyataannya.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa ancaman rabies masih nyata dan mengintai setiap saat. Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada petugas terkait. Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada kelengahan sesaat dalam menjaga hewan peliharaan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *