Sukses! 4 Hari OMC, Pemprov Jatim Basahi 6 Kabupaten dengan Hujan Ringan

Diposting pada 2 views

SURABAYA, Checkbind.com – Selama empat hari penuh, tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) benar-benar bertransformasi menjadi ‘dukun hujan’ modern. Mereka menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara masif dan agresif. Hasilnya, enam kabupaten kini mulai merasakan guyuran hujan ringan yang sangat dinantikan setelah sekian lama terik menyengat.

Pemprov Jatim pun berkolaborasi erat dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjinakkan dua ancaman besar sekaligus. Ancaman pertama adalah kebakaran hutan dan lahan yang sebelumnya sudah melahap ribuan hektare, sedangkan ancaman kedua adalah kekeringan parah yang melanda 24 kabupaten/kota di Jatim. Kedua masalah kritis ini harus segera diatasi oleh tim gabungan demi keselamatan warga dan kelestarian alam.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melaporkan kabar gembira tersebut kepada publik dengan penuh antusias. Ia menyebutkan hujan ringan berhasil membasahi 11 titik yang tersebar merata di Lumajang, Banyuwangi, Malang, Jember, Trenggalek, dan Pacitan. Keenam daerah ini memang menjadi sasaran prioritas karena tingkat kerawanan kebakarannya yang tinggi.

“Pelaksanaan OMC memberikan hasil positif bagi kita semua. Berdasarkan pemantauan tim melalui perangkat ARG, hujan benar-benar turun di 11 titik pada enam kabupaten yang menjadi target prioritas,” ujar Khofifah dengan penuh semangat di hadapan awak media pada Senin lalu. Ia menambahkan bahwa ini baru permulaan dari keberhasilan yang terus mereka kejar.

Lagi pula, tim OMC tidak main-main dalam menjalankan tugas berat ini. Mereka melaksanakan operasi sebanyak empat kali sepanjang 3–6 September 2026. Dalam rangkaian operasi yang padat tersebut, total 3.200 kilogram bahan semai natrium klorida (NaCl) berhasil ditebarkan oleh tim ke dalam awan-awan potensial. Jumlah ini tergolong fantastis untuk sebuah operasi cuaca darurat berskala provinsi!

Pada hari pertama, Kamis (3/9) pukul 15.50 WIB, tim penerbang langsung mengudarakan pesawat CASA NC212/A-2104 untuk misi perdana. Mereka menyasar wilayah Lumajang dan Probolinggo dengan menebarkan 800 kilogram NaCl dari ketinggian. Begitu awan mencapai titik jenuh, tim pun langsung menyemai garam tersebut dan hasilnya mulai terasa beberapa jam kemudian.

Keesokan harinya, tim kembali mengudara tanpa kenal lelah. Mereka menyasar rute Probolinggo–Lumajang, termasuk kawasan ikonik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Selain itu, mereka juga terbang di atas area Kota Batu, Gunung Arjuno, hingga ke wilayah Malang yang juga membutuhkan asupan air segar.

“Pada operasi kedua itu, tim kembali menebarkan 800 kilogram bahan semai NaCl,” ungkap Khofifah menegaskan komitmen besar pemerintah dalam menekan bencana hidrometeorologi.

Secara keseluruhan, tim mengarahkan operasi modifikasi cuaca ini ke sejumlah wilayah strategis. Mulai dari Malang, Kota Batu, Lumajang, Probolinggo, Jember, Bondowoso, hingga ujung timur Banyuwangi, semua menjadi sasaran prioritas yang dipantau secara ketat.

Namun, tim hanya menjalankan OMC jika ada awan potensial yang bergerak memasuki wilayah daratan. Oleh karena itu, pemantauan BMKG menjadi dasar penting bagi mereka untuk menentukan waktu dan wilayah sasaran operasi secara tepat. Tanpa pantauan itu, seluruh strategi bisa meleset.

“Ketika tim menilai kondisi itu cukup potensial, kami langsung mengoptimalkannya melalui OMC. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran,” jelas Khofifah memaparkan logika ilmiah di balik setiap penerbangan.

Pasca-rangkaian OMC, tim mencatat sebaran hujan paling banyak di Kabupaten Lumajang. Data ARG Pronojiwo mencatat hujan dengan intensitas sedang, sementara ARG Pasrujambe, Pasirian, dan Jokarto mencatat hujan ringan yang menyegarkan tanah-tanah kering.

Di Kabupaten Banyuwangi, hujan ringan juga tercatat oleh ARG Lidjen Jambu dan ARG Kalibaru. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi warga sekitar yang selama ini was-was dengan ancaman api.

Sementara itu, Kabupaten Malang juga tidak ketinggalan berkah. ARG Sitiarjo dan ARG Dampit mencatat hujan ringan yang membasahi lahan-lahan pertanian di selatan.

Tak ketinggalan, ARG Rekayasa Panti di Kabupaten Jember mencatat hujan ringan. Begitu pula dengan ARG Trenggalek di Kabupaten Trenggalek, serta ARG Sudimoro di Kabupaten Pacitan yang turut merasakan guyuran hujan. Semua wilayah prioritas kini mulai basah dan kembali berseri!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *