Checkbind.com – Rachel Gupta baru saja membongkar pengalaman pahitnya selama menjabat sebagai Miss Grand International (MGI) 2024. Alasan utama ia memutuskan mundur? Perlakuan buruk dari organisasi MGI saat ia berkunjung ke Thailand.
Tanpa basa-basi, Rachel mengungkapkan bahwa ia merasa seperti tahanan, bukan seorang ratu kecantikan. “Mereka melarang saya keluar rumah, jadi saya benar-benar terjebak sampai mereka membutuhkan saya untuk sesuatu,” ujarnya dengan nada kesal. Akhirnya, saya terpaksa beli ponsel sendiri,” tambahnya.
Kalau kamu pikir masalahnya cuma soal kebebasan, tunggu dulu. Rachel juga mengeluhkan fasilitas makanan yang nol besar. “Mereka tidak menyediakan makanan sama sekali. Saya pikir bisa masak sendiri, tapi ternyata tidak ada panci atau wajan di rumah!” ceritanya. Sebagai vegetarian, situasinya makin runyam. “Saya minta kulkas diisi buah atau sayur saja tidak bisa. Akhirnya, saya harus pesan makanan yang delivery-nya bisa dua jam karena lokasi rumah sangat terpencil,” keluhnya.
Di tengah frustrasinya, Rachel menyoroti betapa MGI lebih fokus pada urusan komersial daripada misi sosial.
Namun, MGI tak tinggal diam. Mereka membantah semua tuduhan Rachel dan justru menyatakan bahwa Rachel yang melanggar kontrak. Menurut mereka, Rachel menolak kunjungan resmi ke Guatemala dan nekat terlibat dalam proyek tanpa izin. Mereka juga memintanya mengembalikan mahkota dalam 30 hari.
Setelah Rachel mundur, gelar Miss Grand International 2024 jatuh ke tangan Christine Juliane Opiaza dari Filipina, yang sebelumnya jadi runner-up pertama.
Baca Juga: Inflasi AS Diprediksi Melonjak, Dampak Tarif Trump Mulai Terasa
Ini bukan pertama kalinya MGI terlibat drama. Sebelumnya, mereka memutus kerja sama dengan penyelenggara Miss Grand India karena beda visi
Rachel Gupta, asal Jalandhar, Punjab, India, tercatat sebagai wanita India pertama yang menang di MGI. Selain itu, ia juga pemegang gelar Miss Super Talent of the World 2022 dan pemilik salon “The Glam Bar.”
Apakah MGI benar-benar abai terhadap kesejahteraan kontestannya, atau Rachel yang melanggar aturan? Yang jelas, kontroversi ini membuat publik semakin skeptis dengan dunia kontes kecantikan.



