Helikopter Militer Saudi Jatuh di Najran Usai Diserang Houthi, 2 Perwira Gugur

Diposting pada 0 views

Checkbind.com – Musibah hebat mendadak mengguncang kawasan perbatasan Najran dekat Yaman. Sebuah helikopter pengintai milik Arab Saudi jatuh parah di lokasi tersebut. Insiden tragis ini merenggut nyawa dua pilot perwira terbaiknya.

Koalisi pimpinan Arab Saudi langsung memberi penjelasan resmi kepada publik. Pihaknya menegaskan masalah teknis menjadi penyebab utama jatuhnya pesawat. Namun, kelompok Houthi mendadak melontarkan pengakuan sebaliknya. Mereka mengeklaim telah berhasil menembak jatuh helikopter tersebut.

Juru bicara koalisi, Turki Al-Malki, mendatangi media untuk memberi keterangan. Ia membeberkan jenis armada udara yang mengalami kecelakaan fatal tersebut. Pesawat itu merupakan helikopter pengintai jenis AH-6i milik Kementerian Garda Nasional.

Al-Malki menyampaikan perincian insiden ini pada Minggu (18/10/2026) melalui AFP. Ia membenarkan kecelakaan helikopter Garda Nasional tersebut di wilayah Najran. Gangguan teknis fatal mendadak merusak sistem mesin saat penerbangan rutin.

Lalu, Al-Malki mengonfirmasi kabar duka tentang seluruh awak pesawat. Kecelakaan maut ini merenggut nyawa dua perwira militer di dalam kokpit.

Sementara itu, juru bicara Houthi Yahya Saree menyampaikan klaim berbeda pada Sabtu (17/10/2026) malam. Pihaknya mengaku telah menembak jatuh helikopter Apache milik Arab Saudi. Pasukan Houthi menyasar armada tersebut tepat di kawasan perbatasan Najran.

Eskalasi Serangan Maut Kelompok Houthi ke Wilayah Arab Saudi

Insiden berdarah ini menambah daftar panjang korban konflik kawasan. Pihak koalisi mencatat kematian militer pertama sejak perang meletus kembali pada Juli.

Musibah helikopter ini terjadi tidak lama setelah gempuran brutal Houthi. Pekan lalu, serangan mereka menewaskan 13 orang di Bandara Internasional Riyadh.

Sontak, para pengamat menilai gempuran ke fasilitas penerbangan sipil tersebut sangat mematikan. Aksi ini menjadi serangan paling parah di Arab Saudi dalam satu dekade terakhir.

Sebelumnya, kedua belah pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama empat tahun. Namun, perang Yaman membara lagi setelah Houthi merebut kawasan strategis Laut Merah bulan lalu.

Kini, kelompok Houthi makin gencar mengincar berbagai target vital di Arab Saudi. Mereka menyerang kapal tanker, fasilitas minyak, hingga Bandara King Khalid di Riyadh.

Sebaliknya, koalisi pimpinan Arab Saudi terus melancarkan aksi balasan. Jet tempur mereka berulang kali membombardir wilayah Houthi guna menghancurkan basis pertahanan musuh.

Pada hari Minggu, koalisi mengumumkan keberhasilan sistem pertahanan udara mereka. Pasukan koalisi sukses mencegat dua drone di Riyadh dan satu drone di Provinsi Timur.

Sebelumnya, otoritas keamanan Arab Saudi sudah memancarkan sinyal bahaya. Pemerintah memperingatkan warga kota Riyadh terkait ancaman serangan udara mendadak.

Selain itu, koalisi militer berhasil menghancurkan dua rudal balistik Houthi. Pasukan menembak jatuh rudal tersebut sebelum mencapai kota Khamis Mushait di selatan.

Di sisi lain, media Houthi melaporkan serangan udara Saudi pada Sabtu. Gempuran udara itu menewaskan 12 warga Yaman, termasuk tiga anak-anak.

Bahkan, Houthi secara resmi menerapkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Mereka menguasai Selat Bab El-Mandeb yang menjadi jalur ekspor minyak penting setelah Iran memblokade Selat Hormuz.

Mesir Siap Kirim Bantuan Militer Demi Lindungi Arab Saudi

Melihat situasi membara ini, Parlemen Mesir menggelar sidang darurat pada Minggu. Presiden Abdel Fattah El-Sisi meminta persetujuan dewan untuk membantu pertahanan Arab Saudi.

Presiden El-Sisi menyatakan kesiapan penuh untuk melindungi keselamatan Arab Saudi. Ia akan mengambil tindakan tegas jika jajaran pemimpin Saudi meminta bantuan resmi.

“Saya tidak sedang mengajak perang atau menyerang pihak mana pun,” tegas El-Sisi pada Sabtu.

“Fokus utama kami murni untuk menjalankan upaya pertahanan,” lanjut El-Sisi menegaskan posisinya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *