LABUAN BAJO, Checkbind.com – Bencana gempa yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) lalu bikin akses darat dari Reo ke Labuan Bajo benar-benar putus total. Jalanan retak dan longsor di mana-mana, bikin tanki-tanki BBM gak bisa lewat. Tapi Pertamina gak tinggal diam! Dengan gerak cepat, mereka langsung memutar otak dan mengirimkan 11 tangki bahan bakar minyak (BBM) menggunakan kapal feri untuk menyelamatkan pasokan di Labuan Bajo dan sekitarnya.
Bayangkan, di saat darurat seperti ini, logistik jadi nyawa bagi masyarakat. Pertamina pun langsung tancap gas. Mereka gak mau ambil risiko kalau stok BBM di sana sampai kosong. Maka, diputuskanlah untuk menempuh jalur laut demi memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan BBM, meskipun daratan sedang porak-poranda.
Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, yang langsung turun tangan mengecek kondisi di Terminal Labuan Bajo pada Selasa (18/8/2026), mengungkapkan betapa kritisnya situasi saat itu. Menurutnya, akses jalan yang terputus-putus ini bikin suplai dari Reo ke Labuan Bajo serta Ruteng terancam gagal total. “Di mana putusnya jalan dari Reo ke Labuan Bajo ya. Itu putus-putus jalan, jadi tidak bisa dilewati oleh tangki-tangki. Maka bagaimana suplai untuk Labuan Bajo dengan Ruteng,” ujar Iriawan dengan nada penuh tekanan.
Lebih mencengangkan lagi, Iriawan mengaku menerima telepon darurat dari Kapolda NTT yang memberi kabar bahwa stok BBM di wilayah itu hanya tersisa untuk dua hari saja! “Saya dapat informasi (ketersediaan) bahkan tinggal 2 hari, Kapolda telepon saya,” sambungnya dengan ekspresi lega karena akhirnya masalah ini cepat teratasi. Bisa dibayangkan, kalau sampai telat bertindak, maka antrean panjang kendaraan dan kelangkaan BBM pasti akan terjadi di mana-mana.
Mendengar kabar itu, Pertamina langsung bergerak seperti tim penyelamat. Tanpa menunggu perintah panjang, mereka mencari jalur alternatif yang paling memungkinkan. Dan inilah keputusan berani yang bikin banyak orang kagum: mereka nekat menyewa kapal feri untuk mengangkut 11 tangki raksasa berisi BBM melintasi lautan!
“Akhirnya mengambil inisiatif yang saya tidak duga mengirim kapal feri dengan 11 tangki ke Labuan Bajo dan alhamdulillah itu penolong yang luar biasa, sehingga sampai sekarang tidak ada kelangkaan di sini ya,” kata Iriawan dengan penuh rasa syukur. Ia tak menyangka, ide gila ini justru menjadi penyelamat utama bagi ribuan masyarakat di Labuan Bajo dan Ruteng.
Keputusan mengirimkan feri ini bukanlah langkah biasa. Biasanya, pengiriman BBM via darat memang lebih murah dan cepat, tapi karena keadaan memaksa, laut menjadi satu-satunya jalan. Pertamina pun rela merogoh kocek ekstra demi memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan bakar. Kapal feri yang biasanya mengangkut penumpang dan kendaraan, kini berubah menjadi “tanki raksasa apung” yang membawa harapan.
Yang bikin merinding, semua ini terjadi dalam hitungan jam. Tim di bawah komando Hari dan kawan-kawan langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pelabuhan dan otoritas setempat. Mereka bekerja bak mesin yang gak pernah berhenti, siang-malam demi memastikan 11 tangki itu tiba dengan selamat di Labuan Bajo.
“Saya melihat mereka betul-betul bersemangat untuk bekerja. Bahkan saya salut sekali dari teman-teman di bawah kendali Pak Hari dan teman-teman mempunyai inisiatif yang cepat,” puji Iriawan. Ia benar-benar terkesan dengan semangat juang anak buahnya yang gak mau kalah sama bencana. Bayangkan, memuat tangki-tangki besar ke atas feri sambil menghadapi ombak dan cuaca laut yang gak menentu, itu jelas bukan pekerjaan mudah.
Setelah feri merapat, proses bongkar muat pun dilakukan dengan super cepat. Tangki-tangki itu langsung disalurkan ke berbagai SPBU dan depot penyimpanan di Labuan Bajo dan sekitarnya. Hasilnya? Tidak ada satu pun keluhan tentang kelangkaan BBM! Masyarakat tetap bisa beraktivitas, nelayan tetap bisa melaut, dan roda ekonomi pun tetap berputar meski daratan sedang dilanda musibah.
Kabar baiknya, saat ini jalur darat dari Reo sudah mulai bisa dilalui lagi. Tim gabungan dari pemerintah dan pihak terkait bekerja keras memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Dan begitu jalur terbuka, Pertamina langsung memanfaatkannya untuk kembali mengirim BBM via darat sebagai langkah normalisasi.
“Jadi dapat dipastikan semua ada, apalagi sekarang jalur dari Reo sudah bisa dilalui. Sehingga kita bisa kirim dan ambil dari sana berdasarkan dari laporan semuanya,” tegas Iriawan. Kini, distribusi BBM pun mulai kembali normal dan semua kebutuhan masyarakat terjamin.
Tak hanya fokus ke Labuan Bajo, Pertamina juga gak main-main dalam memantau stok BBM di seluruh wilayah Flores. Mereka menggelar rapat internal secara maraton bersama tim-tim yang tersebar di Reo, Ende, Bima, dan Maumere. Semua laporan mengalir deras dan hasilnya sangat memuaskan.
Iriawan mengaku, hasil pemantauan menunjukkan bahwa hampir semua wilayah di Flores memiliki stok BBM yang melimpah, bahkan melebihi batas normal! “Jadi hampir semua keberadaan BBM siap. Bahkan melebihi batas-batas normal. yang paling terjamin 11 hari itu,” jelasnya dengan nada optimis. Ini artinya, masyarakat gak perlu panik dan ngantre berjam-jam di SPBU, karena semua sudah terjamin.
Dengan stok yang cukup untuk 11 hari ke depan, Pertamina benar-benar menunjukkan komitmennya dalam menjaga pasokan energi di tanah air. Mereka gak mau main-main dengan kebutuhan dasar masyarakat, apalagi di masa darurat seperti ini. Semua elemen bahu-membahu untuk memastikan BBM tetap tersedia.
Di akhir pernyataannya, Iriawan menegaskan bahwa Pertamina siap siaga 24 jam penuh demi memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi. Gak ada istilah libur atau istirahat saat rakyat membutuhkan. “Sekali lagi, kami dari Pertamina siap untuk bekerja 24 jam,” pungkasnya dengan penuh ketegasan.
Semua langkah ini membuktikan bahwa di tengah bencana, kolaborasi dan inovasi cepat bisa menyelamatkan banyak hal. Pertamina gak cuma sekadar menjual BBM, tapi mereka juga menjadi garda terdepan yang memastikan energi tetap mengalir, meski daratan sedang bergetar. Keputusan berani mengirim 11 tangki BBM lewat kapal feri akan menjadi salah satu strategi krusial yang berhasil menjaga stabilitas wilayah pasca-gempa. Kini, masyarakat Labuan Bajo dan Ruteng bisa bernapas lega karena BBM aman, dan Pertamina pun terus bergerak tanpa henti.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



