JAYAPURA, Checkbind.com – Malam Selasa (11/8/2026) berubah mencekam di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Massa yang geram membakar habis tujuh kantor pemerintahan. Gedung-gedung penting itu luluh lantak dilalap api. Warga pun gempar menyaksikan kepulan asap tebal membubung tinggi.
Aksi ini menimpa sejumlah instansi vital. Massa membakar Kantor Bupati Puncak. Mereka juga melalap Gedung DPRD. Kantor Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) ikut hangus. Tak ketinggalan, Kantor Dukcapil, Kantor Kesbangpol, Kantor Dinas Sosial, dan Kantor Keuangan pun turut terbakar. Bayangkan, dalam waktu singkat, aset negara miliaran rupiah lenyap sia-sia.
Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kapolres Puncak, AKBP Domingos Ximenes, menyampaikan kabar itu dengan lega. “Kami bersyukur api hanya membakar bangunan, bukan merenggut nyawa,” ujarnya Selasa malam. Ia pun langsung bergerak cepat menenangkan warga yang panik.
Situasi di Puncak kini perlahan mulai kondusif. Kapolres Domingos menjelaskan bahwa pihaknya segera turun ke lokasi. Para tokoh masyarakat pun ikut serta. Mereka mendatangi massa yang masih berkerumun. Dengan tegas, mereka meminta massa membubarkan diri. “Alhamdulillah, berkat pendekatan persuasif, massa mulai meninggalkan lokasi,” tambahnya. Keadaan pun berangsur pulih.
Lantas, apa pemicu kemarahan massa hingga bertindak nekat? Kapolres Domingos mengungkapkan akar masalahnya. Ternyata, semua berawal dari penyaluran Dana Desa (DD) di Bank Papua. “Kami masih mendalami penyebab pastinya. Namun, sebelum kejadian, sedang berlangsung penyaluran DD tahap I reguler,” jelasnya. Itulah titik awal kekacauan yang terjadi.
Ketegangan mulai terasa saat proses pembagian dana berlangsung. Beberapa penerima tampak kecewa. Wajah-wajah cemas mulai terlihat di antara mereka. Sekitar pukul 17.40 WIT, puluhan massa yang gelisah bergerak serentak. Mereka mendatangi Kantor PMK, menganggap kantor itu sebagai pintu gerbang pengelolaan dana desa. Mereka datang dengan tuntutan dan kekecewaan yang membara.
Harapan sempat muncul di tengah kerumunan. Bupati Puncak, Elvis Tabuni, tiba-tiba hadir. Dengan sigap, ia berusaha menenangkan massa. Ia mencoba berdialog langsung dengan mereka. Ia mencari solusi di tengah desas-desus ketidakpuasan. Namun, usahanya gagal. Situasi justru semakin panas. Komunikasi tak mampu menjembatani perbedaan persepsi.
Puncak kemarahan terjadi sekitar pukul 18.45 WIT. Massa merasa tidak puas dengan penjelasan yang diberikan. Mereka akhirnya kehilangan kesabaran. Mereka mulai melemparkan batu dan benda-benda lain. Tak lama kemudian, mereka menyulut api. Api dengan cepat membakar gedung Kantor PMK. Kobaran api pun merambat seperti ular. Ia melahap bangunan pemerintah di sekitarnya tanpa ampun. Malam itu berubah menjadi pemandangan paling mencekam.
Api tak berhenti di Kantor PMK. Ia terus menjalar. Massa membakar Kantor Bupati. Mereka juga melalap Kantor DPRD. Beberapa dinas penting lainnya ikut rata dengan tanah. Satu unit kendaraan roda empat pun turut menjadi korban. Mobil milik Dinas Ketahanan Pangan itu terparkir di halaman Kantor Bupati. Massa membakarnya hingga hangus. Kerugian materi pun semakin bertambah.
Melihat situasi makin mengkhawatirkan, aparat keamanan segera bertindak. Kapolda Papua Tengah, Irjen Jermias Rontini, memerintahkan penguatan pengamanan. Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 berjaga di perempatan alun-alun. Mereka berdiri tepat di depan Polsek Ilaga. Pasukan Satgas Tindak pun disiagakan di Kotis. Semua siaga mencegah aksi meluas ke area lain.
Kapolda menjelaskan langkah-langkah tegas yang diambil. Sebanyak 40 personel gabungan bergerak cepat. Kasat Sabhara memimpin langsung operasi ini. Mereka berkolaborasi dengan para tokoh masyarakat dan terus memberikan imbauan keras. Mereka meminta massa menghentikan aksi anarkis. Dan juga mendesak massa membubarkan diri secara damai.
“Saat ini, situasi berangsur pulih,” pungkas Irjen Jermias Rontini. Massa secara bertahap mulai meninggalkan lokasi. Kepolisian terus memantau perkembangan. Mereka berkomitmen menjaga stabilitas keamanan. Mereka memastikan Kabupaten Puncak tetap aman dan terkendali.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



