Checkbind.com – Kebijakan penutupan trotoar Flyover Purwosari mendadak membuat geger warga Solo. Langkah Pemkot Solo ini langsung menjadi pusat perhatian publik. Menanggapi kehebohan warga, Wali Kota Solo, Respati Ardi, akhirnya buka suara. Ia menyampaikan klarifikasi resmi mengenai pemasangan pot bunga tersebut.
Respati membeberkan fakta penting terkait desain struktur jembatan layang Purwosari. Pihak perancang sejatinya membuat Flyover Purwosari khusus untuk kendaraan bermotor. Sejak awal, jembatan ini memang tidak mengakomodasi akses pejalan kaki. Faktor keselamatan menjadi alasan utama perancangan jalan melayang tersebut.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak menutup mata. Pemkot Solo tetap memperhatikan kebutuhan penyeberangan warga di kawasan Purwosari. Oleh karena itu, pihak Pemkot siap membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Mereka memprioritaskan opsi JPO jika aspirasi warga memang menghendakinya.
“Pemerintah sebenarnya sudah mengumumkan aturan ini sejak tahun 2021. Pejalan kaki memang tidak boleh menggunakan area flyover ini. Namun, kami saat ini sedang merancang JPO baru. Kami siap mengakomodasi aspirasi masyarakat yang menginginkan akses penyeberangan,” kata Respati di Solo pada Senin (26/10/2026).
Selanjutnya, Respati memastikan wacana pembangunan JPO ini bukan sekadar janji. Jajaran teknis Pemkot Solo sedang mematangkan seluruh perencanaan proyek tersebut. Tim ahli terus menghitung kebutuhan teknis serta kelayakan lokasi JPO. Langkah ini menjamin keamanan penyeberangan di masa mendatang.
“Kami terus mematangkan rancangan JPO ini di internal dinas. Prinsipnya, kami selalu mendengarkan aspirasi dan keluhan dari masyarakat,” tambah Respati secara mantap.
Sebelum ada klarifikasi ini, jagat media sosial mendadak ramai oleh protes warga. Warganet menyampaikan kekecewaan atas penutupan trotoar di sepanjang jembatan. Mereka mengeluhkan deretan pot bunga yang mengunci total akses jalan. Akibatnya, pejalan kaki tidak bisa lagi melintas di area tersebut.
Kehebohan ini makin meledak setelah akun Instagram lokal mengunggah foto penataan pot. Pot-pot bunga bougenville tampak menutup rapat seluruh jalur tepi flyover. Unggahan viral ini mendadak memancing ribuan komentar pedas publik. Banyak pihak mempertanyakan efektivitas dan urgensi penataan tanaman tersebut.
Warganet menyayangkan kebijakan estetika yang mengorbankan fungsi keselamatan warga. Mereka menilai Pemkot Solo hanya mengutamakan estetika visual semata. Menurut netizen, penataan ini justru mengabaikan hak pejalan kaki di area publik.
DPUPR Ungkap Rahasia! Trotoar Flyover Purwosari Ternyata Cuma Jalur Inspeksi, Bukan Akses Umum
Merespons kehebohan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Nur Basuki, angkat bicara. Ia meluruskan kesalahpahaman publik terkait fungsi trotoar di Flyover Purwosari. Pemkot tidak pernah memperuntukkan flyover ini bagi pejalan kaki sejak peresmian 2021.
Lebih detail, Nur mengungkapkan fungsi asli jalur sempit di tepi jembatan. Jalur tersebut merupakan jalur inspeksi khusus untuk perawatan struktur bangunan. Petugas teknis memakai celah tersebut untuk menginspeksi kondisi fisik flyover secara berkala.
Oleh karena itu, Nur menyoroti kekeliruan anggapan masyarakat selama ini. Warga keliru menganggap jalur pemeliharaan tersebut sebagai trotoar umum. Padahal, aktivitas berjalan kaki di jalur sempit sangat membahayakan keselamatan jiwa.
Di sisi lain, DPUPR memasang pot-pot baru demi menggantikan pot lama yang rusak. Wadah tanaman lama sudah pecah dan sangat rawan terjatuh ke bawah. Pot baru ini menjamin keamanan para pengguna jalan di bawah flyover.
“Selama ini terjadi salah paham masyarakat mengenai fungsi trotoar ini. Dulu, pot tanaman hanya menempel tanpa dudukan penguat yang kokoh. Bahkan, kemarin ada insiden pot tanaman mendadak jatuh melayang. Beruntung sekali, pot jatuh tersebut tidak menimpa warga,” beber Nur pada Senin (26/10/2026).
“Pasca kejadian berbahaya itu, kami langsung mendesain ulang tempat pot bunga. Kami memasang penguat khusus agar pot tidak membahayakan warga lagi. Kami selalu mengutamakan keselamatan masyarakat dalam setiap penataan kota,” pungkas Nur secara tegas.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



