JAKARTA, Checkbind.com – Wah, kabar gembira buat para pengguna MRT Jakarta! PT MRT Jakarta (Perseroda) baru saja mengukuhkan kerja sama strategis untuk paket CP207 fase 2A jalur utara-selatan. Perusahaan menggandeng dua raksasa global, Hitachi Rail dan Sumitomo Corporation, untuk menyediakan sistem pembayaran otomatis alias automatic fare collection (AFC). Dengan demikian, proses tap in-tap out nanti bakal makin mulus dan canggih!
Para pihak pun langsung membubuhkan tanda tangan di Kantor Pusat PT MRT Jakarta (Perseroda), tepatnya di Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, pada Kamis (04/06/2026). Suasana penandatanganan berlangsung khidmat namun penuh semangat kolaborasi.
Prosesi penandatanganan dokumen kerja sama itu melibatkan tiga pilar utama. Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, memimpin langsung dari pihak MRT. Sementara itu, Hitachi Rail Hong Kong Limited diwakili oleh Authorized Representative mereka, Nicolas Rabat. Tak ketinggalan, Sumitomo Corporation Consortium turut mengirimkan kuasanya, Tsuyoshi Nakamura, untuk meneken kontrak bernilai fantastis tersebut.
Nilai Kontrak Tembus Ratusan Miliar, Fokus pada Layanan Pelanggan
Bayangkan, nilai kontrak paket pekerjaan ini mencapai angka Rp 341,5 miliar! Sistem AFC yang nantinya dibangun akan mendukung penuh operasional MRT Jakarta pada rute Bundaran HI hingga Kota. Artinya, mulai dari gerbang masuk hingga keluar stasiun, semua proses pembayaran akan terotomatisasi dengan teknologi terkini.
Sistem AFC: Tulang Punggung Operasional MRT Bundaran HI-Kota
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menjelaskan dengan antusias bahwa penandatanganan kontrak ini merupakan salah satu tonggak bersejarah. Pengembangan MRT Jakarta, khususnya untuk mendukung operasional fase 2A jalur utara-selatan, jelas akan terbantu oleh sistem ini.
“Kami menempatkan sistem pengumpulan tarif otomatis ini sebagai bagian penting untuk mewujudkan operasional fase 2A,” ungkap Tuhiyat dengan penuh keyakinan. Menurutnya, sistem ini menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman pelanggan yang menyenangkan sekaligus mempercepat integrasi layanan transportasi di masa depan. Pihaknya mengutip langsung dari keterangan resmi yang dirilis.
Tak lupa, ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Dukungan penuh datang dari pemerintah pusat, pemerintah Jepang, Pemprov DKI Jakarta, serta Japan International Cooperation Agency (JICA). Karena merekalah, pengembangan sistem transportasi perkotaan di Jakarta bisa terus melesat.
Paket CP207: Lebih dari Sekadar Mesin Tap-in
Perlu diketahui, paket CP207 bukanlah pekerjaan sembarangan. Paket ini merupakan bagian integral dari pembangunan fase 2A MRT Jakarta. Lingkup pekerjaannya sangat komprehensif, mulai dari perancangan, pabrikasi, pengiriman, hingga pemasangan sistem AFC untuk jalur fase 2A lintas utara-selatan. Semua proses tersebut dijalankan dengan standar tinggi.
Progres Pembangunan Melampaui Target! Operasional 2027 dan 2029
Hingga 25 Mei 2026, progres pembangunan fase 2A jalur utara-selatan MRT Jakarta sudah mencapai 60,80 persen. Hebatnya, angka ini melampaui target awal yang hanya 59,70 persen. Jadi, optimisme untuk segera menikmati layanan ini sangat beralasan.
PT MRT Jakarta (Perseroda) pun memasang target ambisius. Segmen 1 fase 2A rute Bundaran HI-Monas ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2027. Jangan khawatir, segmen 2 yang menghubungkan Monas hingga Kota juga sudah dalam pipa. Pihak perusahaan menargetkan segmen tersebut bisa beroperasi pada 2029. Artinya, dalam beberapa tahun ke depan, konektivitas Jakarta akan semakin terintegrasi!
Hitachi Rail dan Sumitomo: Komitmen Kami Tak Main-main!
Sementara itu, Nicolas Rabat dari Hitachi Rail menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar proyek biasa. Justru, kontrak ini semakin memperkuat komitmen perusahaannya dalam mendukung pengembangan sektor perkeretaapian dan transportasi perkotaan di Indonesia.
Dengan bangga, Nicolas menyatakan bahwa pihaknya senantiasa berkolaborasi erat dengan MRT Jakarta. Target utama mereka adalah menghadirkan sistem mobilitas yang lebih cerdas dan terintegrasi melalui penerapan teknologi AFC modern. Sistem AFC modern ini, menurut Nicolas, tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan pelanggan, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi ekosistem mobilitas perkotaan yang semakin terhubung. Jadi, penumpang akan merasakan langsung kemudahannya.
Di sisi lain, Tsuyoshi Nakamura mengungkapkan rasa hormatnya. Perusahaannya merasa sangat terhormat dapat berkontribusi dalam pengembangan MRT Jakarta melalui penyediaan sistem AFC ini. Pernyataan tersebut disampaikan dengan penuh ketulusan.
“Berkat pengalaman kami dalam berbagai proyek infrastruktur perkeretaapian di Indonesia, kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sistem transportasi perkotaan yang efisien, andal, dan berkelanjutan,” tegas Nakamura. Tujuannya jelas, yaitu untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Jakarta yang terus berkembang setiap harinya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



