Bangkalan, Checkbind.com – Dunia kampus seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar, tapi nyatanya tidak bagi MM (18), mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Beberapa seniornya justru menculik dan menganiaya dia usai acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Aksi brutal ini membuat kepala MM bocor! Keluarganya langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Bangkalan.
Senior Memaksa Korban Masuk Mobil Saat Pulang ke Kos
M Sultan Fuadi, paman korban, membenarkan kejadian mengerikan ini. Dia menceritakan, MM sedang pulang ke kos pada Rabu (6/8/2025) sore ketika tiba-tiba dua atau tiga mobil mendekat. Beberapa orang tak dikenal langsung memaksa MM masuk ke dalam mobil!
“Mereka mengancam keponakan saya dan memaksanya masuk padahal dia tidak kenal siapa pun di dalam mobil,” ujar Sultan dengan nada gemas. Begitu MM masuk, dia baru menyadari bahwa salah satu senior fakultasnya ada di dalam mobil itu!
Pelaku Membawa Korban ke Kos, Mengintimidasi, dan Memaksa Tandatangani Surat
Para pelaku langsung membawa MM ke kos mereka yang hanya berjarak 500 meter dari kampus UTM. Di sana, tiga orang mulai mengintimidasi MM. Tak lama kemudian, seorang senior berinisial MF datang dan ikut merundungnya!
Mereka menuduh MM memprovokasi aksi protes dugaan pungli oleh oknum Liaison Officer (LO) saat PKKMB sehari sebelumnya. Bahkan, mereka mengancam akan terus mengganggu MM selama dia kuliah di UTM!
“MF menyodorkan kertas berisi pernyataan bahwa keponakan saya tidak akan mengulangi protes dan harus minta maaf. Mereka memaksanya tanda tangan!” jelas Sultan. Namun, setelah MM menandatangani, salah satu pelaku malah menuduhnya bertanggung jawab atas insiden panitia PKKMB yang jatuh dari panggung!
Korban Dipukuli hingga Kepala Bocor, Pelaku Menyuruh Mandi untuk Hilangkan Darah
Mereka memberi MM dua pilihan: duel atau mereka akan melaporkannya ke polisi. Karena ketakutan, MM memilih duel. Namun, sebelum duel dimulai, salah satu pelaku sudah lebih dulu memukul kepala MM!
“Dia tidak berani melawan, akhirnya hanya pasrah dipukuli. Yang mengawasi dan menyaksikan justru senior kampusnya sendiri!” ungkap Sultan. Aksi keji ini berlangsung lebih dari satu jam! Setelah kepala MM bocor dan tubuhnya penuh lebam, para pelaku menyuruhnya mandi untuk membersihkan darah.
Baru sekitar pukul 19.30 WIB, mereka mengizinkan MM pulang dalam kondisi mengenaskan. Keluarganya langsung membawanya ke rumah sakit untuk menjahit lukanya.
Keluarga Melapor ke Polisi, Penyidikan Masih Berlangsung
Keluarga MM tidak terima dan segera melapor ke Mapolres Bangkalan pada Kamis (7/8/2025). Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/8/150/VB/2025/SPKT/Polres Bangkalan/Polda Jawa Timur.
AKP Hafid Dian Maulidi, Kasat Reskrim Polres Bangkalan, membenarkan bahwa mereka sedang menyelidiki kasus ini.
Kampus Harus Bertanggung Jawab!
Kasus ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran kampus dalam melindungi mahasiswa baru? PKKMB seharusnya menjadi ajang pengenalan kampus, bukan malah berubah jadi mimpi buruk!
Jika senior-senior berani bertindak sekejam ini, apa jaminan keamanan bagi mahasiswa baru? UTM harus segera mengambil tindakan tegas sebelum ada korban berikutnya!



