ENGKULU, Checkbind.com – Kasus dugaan korupsi di Pasar Pagar Dewa kini memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu akhirnya angkat bicara. Mereka mengungkap perkembangan penyidikan kasus ini. Pasar tersebut terletak di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Publik pun dibuat penasaran. Berapa besar kerugian negara yang timbul?
Tim penyidik bergerak cepat. Mereka menggandeng akuntan publik. Hasil penghitungan awal menunjukkan angka mengejutkan. Kerugian negara mencapai Rp 5 miliar! Angka ini tentu saja mengguncang. Banyak pihak mulai berspekulasi. Namun, Kejari Bengkulu memberikan klarifikasi.
Penting untuk dicatat! Nilai Rp 5 miliar itu masih bersifat sementara. Angka ini belum final. Tim penyidik terus mengkaji lebih dalam. Mereka tidak mau terburu-buru. Proses penghitungan yang cermat menjadi prioritas. Tujuannya membangun konstruksi perkara yang kuat. Penyidik tetap menjunjung tinggi akuntabilitas hukum.
Dasar Penghitungan Kerugian Negara: Ini Penjelasan Kejari!
Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu, Yeni Puspita, memberikan penjelasan gamblang. Pihaknya menunjuk akuntan publik profesional. Akuntan itu menghitung potensi kerugian negara. Mereka menganalisis pengelolaan Pasar Pagar Dewa. Hasilnya memang mencapai Rp 5 miliar. Namun, masyarakat diminta bersabar.
“Kami masih dalam proses penghitungan. Untuk sementara nilainya Rp 5 miliar. Kami juga mendalami pihak-pihak terkait,” ujar Yeni di Kota Bengkulu. Ia menyampaikan ini pada Rabu (19/8/2026). Wajahnya tampak serius. Penjelasannya pun lugas.
Proses penghitungan mencakup periode yang panjang. Oleh karena itu, tim menyoroti pengelolaan koperasi. Adapun nama koperasinya adalah Koperasi Pedagang Kaki Lima Bangun Wijaya. Ternyata, mereka mengelola pasar sejak 2005. Bahkan, rentang waktunya mencapai 2026. Artinya, lebih dari dua dekade! Tak heran, lamanya waktu ini menjadi fokus utama. Sehingga, penyidik pun memeriksa setiap tahun dengan teliti.
Nilai Rp 5 Miliar Sudah Final? Jawaban Tegas dari Kejari!
Banyak yang bertanya-tanya. Apakah angka itu sudah pasti? Kejari Bengkulu menjawab dengan tegas. Angka Rp 5 miliar belum final! Proses penghitungan masih berlangsung. Data dan bukti terus diverifikasi. Kemungkinan perubahan tetap terbuka.
Yeni Puspita kembali menegaskan hal ini. Penghitungan kerugian negara sangat krusial. Angka tersebut menjadi pondasi perkara. Tim tidak bisa asal menetapkan. Semua harus berbasis data. Data itu harus dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami tidak menetapkan nilai secara sembarangan,” tegas Yeni. “Semua melalui mekanisme pemeriksaan yang jelas.” Nilai tersebut dapat berubah. Perubahan terjadi setelah pemeriksaan selesai. Prosesnya panjang tapi transparan.
Pengelolaan Pasar Pagar Dewa: Penyidik Gali Semua Sisi!
Tim penyidik Kejari Bengkulu saat ini bergerak aktif. Mereka menggali berbagai aspek. Aspek pengelolaan pasar menjadi sorotan. Pendalaman mencakup seluruh periode. Penyidik membuka semua catatan sejak 2005 hingga 2026.
Penyidik mengumpulkan dokumen-dokumen penting. Mereka memeriksa laporan keuangan. Kontrak kerjasama juga diteliti. Bukti-bukti transaksi dikumpulkan. Semua dikupas habis-habisan. Tim berupaya mengungkap celah penyimpangan.
Kompleksitas kasus ini cukup tinggi. Rentang waktu pengelolaan sangat panjang. Proses pemeriksaan pun memakan waktu. Namun, tim tetap bersemangat. Mereka berkomitmen mengungkap fakta. Semua demi keadilan.
Kejari Bengkulu juga menjanjikan transparansi. Tim Kejari akan menyampaikan setiap perkembangan signifikan. Publik berhak mendapat informasi. Lembaga penegak hukum terbuka. Mereka tidak ingin masyarakat dibuat penasaran.
Yeni memastikan hal tersebut. Publik akan segera mendapat kabar terbaru. Penyampaian dilakukan setelah proses matang. Temuan harus cukup kuat. Tim Kejari baru kemudian mengeksposnya secara resmi. Kami pun mengimbau masyarakat tetap tenang.
“Kami memahami harapan masyarakat,” ungkap Yeni optimis. “Kita bekerja maksimal. Temuan penting akan kami sampaikan.” Waktunya pasti tepat. Semua proses berjalan profesional.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



