Checkbind.com – Sebanyak dua belas mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar nyaris meregang nyawa. Mobil pikap terbuka yang mereka tumpangi terjun bebas ke jurang Bantaeng. Musibah nahas itu memaksa para putra-putri terbaik daerah tersebut menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Mobil oleng tak terkendali dan berguling-guling di tebing curam. Kejadian mengerikan ini sontak mengguncang komunitas akademik dan warga sekitar. Para korban adalah mahasiswa KKN yang baru saja mengabdi untuk masyarakat.
Insiden memilukan itu terjadi di wilayah Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Waktu kejadian sekitar pukul 14.00 Wita, Kamis (13/8/2026). Saat itu matahari masih bersinar terik. Namun tak ada yang menduga perjalanan pulang yang biasa justru berubah menjadi mimpi buruk. Lokasi kejadian merupakan jalur menanjak dan menurun yang dikenal rawan kecelakaan. Warga sekitar pun langsung berduyun-duyun membantu saat mendengar benturan keras dari arah jurang. Kabar kecelakaan itu menyebar bak api di padang ilalang. Keluarga para mahasiswa di kampung halaman langsung panik dan gelisah.
Peristiwa tragis ini berawal dari momen haru. Belasan mahasiswa Unhas baru saja merampungkan kegiatan penutupan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di lokasi pengabdian. Mereka sudah berminggu-minggu mengabdi dan berbaur dengan warga. Mereka pun berpamitan dan menaiki mobil bak terbuka dengan penuh keceriaan. Sepanjang perjalanan mereka bernyanyi-nyanyi. Namun tawa dan canda itu sirna seketika. Mendadak kendaraan yang mereka tumpangi kehilangan kendali. Para mahasiswa hanya bisa berteriak histeris saat mobil melaju tak terkendali. Mereka awalnya mengira sopir hanya bercanda. Namun detik-detik berikutnya membuktikan bahwa itu adalah kenyataan pahit yang mengancam jiwa mereka.
Informasi di lapangan menyebutkan kecelakaan tunggal itu dipicu oleh rem mobil yang mendadak blong. Fungsi pengereman hilang total di tengah perjalanan menurun. Sopir mencoba menginjak pedal rem beberapa kali. Namun kendaraan justru semakin melaju kencang bagaikan kuda lepas dari kendali. Seluruh penumpang panik dan menjerit ketakutan. Sang sopir berusaha mati-matian menyelamatkan nyawa para mahasiswa. Dia pun mengambil keputusan paling sulit. Sopir membanting setir untuk menghindari tebing yang lebih curam di hadapan mereka. Meski sudah berusaha sekuat tenaga, nasib berkata lain. Mobil pun terpaksa menabrak pohon besar di pinggir jalan. Sopir melakukan itu sebagai upaya terakhir untuk mengurangi laju kendaraan.
Upaya sopir menabrak pohon tersebut cukup berani. Namun dampak benturan yang keras justru membuat mobil pikap terpental. Mobil terbalik dan berguling-guling beberapa kali. Akhirnya kendaraan berhenti total di dasar jurang yang dalam. Suasana di lokasi kejadian pun langsung mencekam. Para mahasiswa yang sebagian besar masih muda dan penuh semangat itu kini terbaring lemas. Luka-luka menghiasi sekujur tubuh mereka. Beberapa warga mendengar suara gemuruh dan benturan keras. Mereka segera berhamburan keluar dari rumah. Tanpa menunggu lama, mereka langsung turun ke jurang. Warga memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Pemandangan mobil ringsek parah dengan barang-barang berserakan itu sontak membuat siapa saja merinding ketakutan.
Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas Makassar, Ishaq Rahman, dengan sigap membenarkan kabar kecelakaan tersebut. Dia menyampaikan konfirmasi kepada awak media. Dalam keterangannya yang dirilis Kamis (13/8/2026) malam, Ishaq menjelaskan proses evakuasi. Evakuasi berlangsung dramatis dan melibatkan gotong royong. Mahasiswa dan penduduk setempat bahu-membahu menolong korban. “Sesaat setelah kejadian, seluruh mahasiswa langsung dievakuasi ke rumah-rumah warga terdekat,” ujar Ishaq dengan nada prihatin. Mereka mendapatkan penanganan awal di lokasi kejadian. Tidak berselang lama, tim medis dan petugas gabungan tiba di lokasi. Mereka menggotong para korban satu per satu menuju rumah sakit. Evakuasi menggunakan ambulans dan kendaraan darurat lainnya.
Kabar baik mulai berhembus dari ruang perawatan. Kondisi para mahasiswa KKN Unhas Makassar berangsur-angsur membaik. Mereka mendapatkan perawatan intensif dari para dokter. “Alhamdulillah, kondisi para korban terus menunjukkan perkembangan positif,” jelas Ishaq dengan nada lega. Tidak lama setelah tiba di Instalasi Gawat Darurat (UGD), lima orang dinyatakan sehat dan stabil. Empat orang lainnya hanya mengalami cedera ringan. Namun tiga mahasiswa masih memerlukan observasi lanjutan yang cukup ketat. Mereka menjalani pemindaian foto x-ray untuk mendeteksi cedera internal. Hasil pemeriksaan radiologi menunjukkan dua mahasiswa mengalami keseleo pada bagian kaki. Satu orang lainnya terindikasi mengalami fraktur atau patah tulang di bagian paha. Cedera itu akibat benturan keras saat mobil berguling.
Rumah sakit mengizinkan sepuluh mahasiswa KKN Unhas Makassar untuk pulang. Mereka diperbolehkan kembali ke keluarga setelah pemeriksaan medis yang mendalam. Pihak medis menyatakan kondisi mereka layak dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit lebih lanjut. Meski begitu, mereka tetap harus menjalani istirahat total di rumah. Pihak Unhas Makassar memastikan komitmennya untuk terus memantau kondisi para mahasiswa. Pemantauan berlaku bagi yang masih dirawat maupun yang sudah diperbolehkan pulang. Universitas akan mengawasi mereka hingga benar-benar pulih total pascakecelakaan. Para orang tua mahasiswa menghela napas lega mendengar kabar tersebut. Mereka segera menjemput putra-putrinya untuk dibawa pulang ke kampung halaman.
Sebagai informasi tambahan, program KKN Unhas Makassar gelombang 116 memasuki fase akhir penutupan. Proses penarikan mahasiswa dari lokasi pengabdian dilakukan secara bertahap dan terencana. Penutupan KKN dan penarikan mahasiswa dijadwalkan berlangsung sejak Rabu (12/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) mendatang. Penjadwalan ini mengatur arus kepulangan agar tidak terjadi penumpukan di satu hari. Khusus untuk Kabupaten Bantaeng, penarikan resmi mahasiswa KKN dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus 2026. Tanggal itu bertepatan dengan penarikan mahasiswa dari lokasi Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara. Pihak universitas berjanji mengevaluasi ulang protokol keselamatan transportasi. Mereka akan memperbaiki sistem pengamanan bagi mahasiswa KKN di masa mendatang. Universitas berkomitmen agar peristiwa serupa tidak terulang lagi. Nyawa para mahasiswa harus tetap terlindungi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



