Karhutla Paser Kian Meluas, Ribuan Hektar Lahan Terbakar hingga Memicu Ancaman Bahaya Asap

Diposting pada 1 views

BALIKPAPAN, Checkbind.com — Dampak buruk fenomena cuaca El Nino membuat amukan karhutla di Kabupaten Paser makin mengganas. Lautan api terus menjalar bebas tanpa kendali. Bencana mengerikan ini membakar area hutan dengan sangat cepat. Kondisi tersebut jelas meremukkan ketenangan seluruh masyarakat setempat.

Bahkan, BPBD Kabupaten Paser baru saja menyingkap data resmi yang amat mengejutkan. Pihaknya mencatat kobaran api liar sudah melahap kawasan seluas 1.237 hektar. Selain itu, petugas mengidentifikasi sebanyak 425 titik kejadian kebakaran hebat. Angka ini menunjukkan peningkatan bencana yang sangat luar biasa drastis.

Amukan si jago merah tak cuma memusnahkan vegetasi hutan dan ekosistem hijau. Kini, kemunculan kabut asap beracun mulai mengintai kawasan pemukiman warga. Fenomena asap pekat ini langsung menakut-nakuti masyarakat luas. Sebab, racun udara memicu risiko serangan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Paru-paru warga pun berada dalam bayang-bayang ancaman bahaya maut.

Maka dari itu, Kepala BPBD Paser Ruslan memberikan konfirmasi penting kepada publik. Beliau menegaskan bahwa tim gabungan lintas instansi telah menaklukkan seluruh titik amukan api. Perjuangan berat petugas berhasil mengendalikan krisis kebakaran di lapangan. Padahal, amukan api sebelumnya sempat menjalar liar di sepuluh kecamatan berbeda.

“Seluruh titik kebakaran berhasil ditangani oleh petugas gabungan di lapangan.”

Namun demikian, Ruslan menyampaikan rincian tambahan lewat keterangan tertulis pada Rabu (23/9/2026). Beliau menegaskan bahwa para personel penyelamat tetap memperketat pengawasan di area terdampak. Langkah siaga ini bertujuan mengantisipasi kemunculan titik api baru secara mendadak. Petugas tidak ingin lengah sedikit pun di area bencana.

Sementara itu, Pusdalops PB BPBD Paser merilis rekapitulasi data karakter lahan. Data tersebut membeberkan kenyataan yang sangat memprihatinkan. Si jago merah paling dominan memanggang lahan mineral kering seluas 830,4 hektar atau 67,1 persen. Selanjutnya, api membakar lahan gambut rawan seluas 212,6 hektar atau 17,2 persen. Tak berhenti di situ, kobaran api melalap perkebunan warga seluas 194 hektar atau 15,7 persen.

Jika membedah peta wilayah terdampak, Kecamatan Tanah Grogot mengalami kerusakan paling parah. Kecamatan ini mencatatkan 188 kejadian kebakaran yang menghanguskan 399,2 hektar lahan. Berikutnya, Kecamatan Paser Belengkong menyusul di posisi kedua dengan 92 kejadian seluas 242,1 hektar. Lalu, Kecamatan Batu Engau mencatatkan 18 kejadian besar yang merusak 229,1 hektar area.

Angin Kencang dan Akses Sulit: Perjuangan Dramatis Tim Pemadam di Medan Lahan Membara!

Di samping itu, Ruslan menerangkan bahwa tim pemadam menghadapi hambatan luar biasa berat. Hembusan angin kencang membuat kobaran api meluas dengan cepat. Selain itu, pasokan air yang sangat terbatas semakin menyulitkan pergerakan petugas. Bahkan, akses jalan terjal menghambat kendaraan roda dua maupun roda empat untuk tiba di lokasi.

“Angin kencang menyebabkan api cepat meluas, ditambah lagi dengan keterbatasan sumber air dan akses lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat,” kata dia.

Kendati demikian, peristiwa bencana dahsyat ini beruntung tidak merenggut korban jiwa. Meski begitu, Ruslan membeberkan bahwa kobaran api sempat menghancurkan sejumlah fasilitas fisik. Si jago merah melahap habis beberapa bangunan kosong tak berpenghuni. Selain itu, api membakar gudang penyimpanan material serta kandang ternak milik warga lokal.

Oleh sebab itu, BPBD Paser terus menggencarkan edukasi dan imbauan kesehatan secara masif. Langkah proaktif ini membentengi seluruh lapisan masyarakat dari ancaman racun kabut asap. Pihaknya ingin menekan potensi risiko penyakit saluran pernapasan seperti ISPA di tengah warga.

Terlebih lagi, BPBD Paser memberikan imbauan keras agar masyarakat tidak membakar lahan secara sengaja. Pihak berwenang tidak akan segan menindak tegas para pelaku pembakaran. Aparat penegak hukum siap menjatuhkan sanksi hukum yang sangat memberatkan.

“Jika menemukan potensi atau titik api di sekitar lingkungan, segera laporkan ke pihak berwenang agar dapat cepat ditangani,” kata Ruslan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *