Kampung Bahari Geger! BNN Tangkap Bandar Narkoba, Aset Puluhan Miliar Disita

Diposting pada 4 views

Jakarta, Checkbind.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencetak prestasi besar. Mereka membekuk seorang bandar utama narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Operasi senyap itu terjadi pada Rabu (12/8/2026). Petugas menangkap pria bernama MR. Warga sekitar mengenalnya dengan julukan “Bos Gendut”. Dari penangkapan ini, BNN langsung menyita berbagai aset mewah. Total nilainya mencapai angka fantastis, yaitu Rp 39,9 miliar! Uang sebanyak itu cukup untuk membeli puluhan rumah di pinggiran kota. Bayangkan, betapa kaya raya bandar ini selama ini.

Lalu, bagaimana kronologi penangkapan dramatis ini? Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, memaparkan detailnya. Penangkapan terjadi tepat pukul 20.09 WIB. Saat itu, mata-mata BNN sudah membuntuti target operasi. Mereka mengikuti MR dari Kampung Bahari. Target bergerak menuju Mangga Besar, Jakarta Barat. Petugas tidak langsung menangkap di jalan raya. Mereka memilih momen yang lebih tepat. MR sedang asyik di sebuah salon kecantikan. Petugas pun langsung bergerak cepat. Mereka mengamankan buronan itu tanpa perlawanan trengginas. MR memang sudah masuk daftar pencarian orang sejak 7 November 2025. Kasus lamanya cukup pelik dan membuatnya kabur selama berbulan-bulan.

“Benar, salah satu target utama kami adalah MR alias Bos Gendut,” ujar Roy tegas. Ia menyampaikan hal ini dalam konferensi pers pada Kamis (13/8/2026). Roy kemudian menambahkan fakta penting. MR bukanlah bandar kecil-kecilan. Selama ini, ia dikenal sebagai “raja narkoba” di Kampung Bahari. Wilayah Tanjung Priok itu memang menjadi sarangnya. Kawasan tersebut kerap menjadi incaran BNN. Petugas menganggapnya sebagai lumbung peredaran gelap narkotika di ibu kota.

Namun, temuan barang bukti justru lebih mengejutkan lagi. Petugas menggeledah tempat kejadian secara menyeluruh. Mereka menemukan puluhan kilogram sabu-sabu siap edar. Bukan hanya narkoba, petugas juga mengamankan beberapa pucuk senjata api ilegal. Mereka menyita lusinan emas batangan yang mengkilat. Berbagai alat bukti lain turut memberatkan tersangka. Dari sini, BNN langsung mencium aliran dana besar. Uang itu terlihat sangat mencurigakan dan tidak wajar.

Tim BNN tidak berhenti sampai di situ. Hasil pengembangan dan interogasi membawa petunjuk baru. Para penyidik mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang. Jaringan MR diduga memutar uang hasil narkoba. Mereka menyamarkannya melalui pembelian aset mewah. Pola ini sangat klasik namun sulit dilacak. Namun, BNN berhasil membongkar semuanya.

“Kami mengumpulkan uang cash tunai sebesar Rp 1,277 miliar,” jelas Roy. Ia memamerkan data aset kepada wartawan. “Setelah kami kembangkan lebih dalam, kami menemukan aset lain. Nilainya jauh lebih besar. Totalnya kurang lebih mencapai Rp 39,9 miliar.” Roy berbicara dengan nada percaya diri. Ia menegaskan bahwa timnya bekerja profesional.

Kepala BNN mengungkapkan sikap kooperatif MR. Tersangka mulai buka suara setelah interogasi intensif. Ia menunjukkan lokasi persembunyian barang bukti lainnya. MR bahkan mengarahkan petugas ke rumah pribadinya. Berbekal informasi itu, BNN berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya. Mereka menggelar operasi gabungan pada pagi harinya. Waktu pelaksanaannya sekitar pukul 06.00 WIB, Kamis (13/8/2026). Operasi pagi buta ini berjalan intensif. Tim gabungan berhasil menggulung sisa-sisa jaringan. Beberapa kaki tangan MR pun ikut terlibat.

Dalam operasi lanjutan, petugas mengamankan banyak barang tambahan. Mereka menemukan narkotika jenis ganja atau gorilla. Mereka menyita tumpukan uang tunai lainnya. Petugas juga mengambil senjata api, pedang samurai tajam, dan puluhan peluru aktif. Puluhan telepon seluler untuk transaksi ikut diamankan. Selain itu, mereka menyita beberapa unit mobil mewah. Kendaraan itu diduga hasil bisnis haram. Semua barang bukti kini berada di kantor BNN. Penyidik akan memprosesnya lebih lanjut.

Meski sukses menyita banyak barang, satu hal masih membuat petugas kewalahan. Awak media bertanya tentang total pasti berat ganja. Roy mengaku timnya belum menghitung secara detail. Ia memastikan barang haram itu terbungkus rapi. Beberapa plastik besar menyimpan ganja tersebut. Jumlahnya tidak main-main dan sangat banyak. Petugas akan segera menghitungnya untuk pelaporan resmi.

Sayangnya, operasi ini tidak berlangsung mulus. Roy mengungkapkan adanya perlawanan sengit. Para loyalis MR menghalangi petugas saat penangkapan. Mereka melakukan aksi brutal di lokasi kejadian. Akibatnya, satu anggota polisi mengalami luka-luka. Berkat kesigapan tim, petugas menguasai situasi. Mereka mengamankan pelaku utama tanpa korban jiwa. Aparat bertindak cepat dan terukur.

Melihat fakta di lapangan, BNN tidak tinggal diam. Kampung Bahari masih menyimpan bandar narkoba lain. Petugas menduga beberapa gembong masih bercokol di sana. Karena itu, BNN akan menggencarkan operasi besar-besaran. Mereka berkomitmen membersihkan wilayah tersebut. Peredaran gelap narkoba harus segera berakhir. Generasi muda bangsa perlu perlindungan serius. BNN pun berjanji tidak akan berhenti sampai semua bersih. Masyarakat pun mendukung penuh langkah tegas ini.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *