Geng Bersenjata Serang Bar di Ekuador, 9 Orang Tewas

Diposting pada 6 views

QUITO, Checkbind.com – Aksi brutal mengguncang Ekuador! Sekelompok pria bersenjata menerobos masuk ke sebuah bar di General Villamil Playas, Sabtu (19/7/2025) lalu, dan membantai sembilan orang yang sedang asyik bermain biliar.

Mengerikan! Pelaku Tembaki Pengunjung Tanpa Ampun
Para penyerang membawa senjata otomatis dan langsung melepaskan tembakan ke segala arah begitu masuk ke bar di kawasan permukiman pekerja itu. Media sosial ramai membagikan foto-foto mengerikan yang menunjukkan sembilan mayat bergelimpangan di antara meja biliar yang bolong-bolong akibat tembakan.

Polisi Datang Telat, Keluarga Buru-buru Evakuasi
Kolonel Polisi Jhanon Varela menjelaskan, saat petugas tiba di lokasi, warga dan keluarga korban sudah lebih dulu membawa pulang jenazah-jenazah. “Kami hanya menemukan dua korban luka yang segera kami bawa ke rumah sakit,” ujarnya kepada AFP, Minggu (20/7/2025).

Hingga saat ini, polisi baru berhasil mengidentifikasi satu dari sembilan korban tewas. Malam itu juga, keluarga korban mulai berdatangan membawa peti mati ke lokasi kejadian.

Korban Termasuk Pelatih Sepak Bola, Pejabat: “Kami Tak Takut!”
Wakil Bupati Guayas Marcela Aguinaga mengonfirmasi salah satu korban merupakan pelatih sepak bola setempat. Di akun X-nya, Aguinaga menulis: “Teror tak akan membuat kami diam! Kami takkan menyerah pada kekerasan!”

Negara ini sedang mengalami krisis keamanan terparah sepanjang sejarah. Catatan resmi menunjukkan 4.051 kasus pembunuhan hanya dalam lima bulan pertama 2025!

Yang lebih mencengangkan, angka pembunuhan melonjak dari 6 per 100.000 penduduk (2018) menjadi 38 per 100.000 penduduk (2024). Ekuador yang dulu damai kini berubah menjadi medan perang kartel narkoba.

Geng Los Choneros Kian Brutal
Meski polisi berhasil menangkap kembali bos narkoba Adolfo “Fito” Macias Juni lalu, kekerasan justru semakin menjadi-jadi. Baru seminggu terakhir, bentrokan di Manabi sudah menewaskan 20 orang, termasuk di markas besar geng Los Choneros di Manta.

Pemerintah Kerahkan 2.500 Polisi
Merespon situasi ini, Menteri Dalam Negeri John Reimberg mengerahkan 2.500 personel polisi untuk mengamankan Manta – pelabuhan utama yang sering dipakai kartel untuk menyelundupkan narkoba.

Fito sendiri akhirnya memilih diekstradisi ke AS untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba dan senjata. Namun ekspansi kartel narkoba internasional telah mengubah Ekuador menjadi zona perang yang tak terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *