WONOGIRI, Checkbind.com – Heboh! Isu miring yang beredar liar di media sosial akhir-akhir ini sontak membuat publik bertanya-tanya. Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Plosorejo, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, tiba-tiba mendapat tuduhan miring. Banyak pihak menuding lokasinya berada di tengah hutan dan jauh dari pemukiman warga. Namun, Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri, Kapten Inf Cris Budiriyanto, akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi yang bakal mengejutkan Anda!
Bukan di Tengah Hutan! Ini Alasan Utama Danramil Memilih Lokasi Strategis
Cris dengan tegas membantah tuduhan liar yang beredar luas tersebut. “Coba bayangkan, saya letakkan lokasi ini tepat di depan akses jalan utama yang setiap hari ramai dilalui masyarakat,” ujar Cris dengan nada meyakinkan pada Selasa (9/6/2026). Dia kemudian membeberkan fakta menarik di lokasi tersebut. Masyarakat petani pun rutin melintas dan menggarap area persawahan yang hanya berjarak beberapa meter dari bangunan koperasi. Jadi, jangan bayangkan kesan tersembunyi atau terpencil sama sekali!
Danramil Hancurkan Hoaks TikTok: Lokasi Bukan Hutan Lebat!
Tanpa basa-basi, Cris langsung merobek habis narasi viral yang berkembang pesat di platform TikTok. Banyak warganet dengan gegabah mengklaim bangunan koperasi itu berdiri di tengah rimba belantara. “Mereka membuat berita bohong besar! Saya tegaskan, itu informasi yang keliru total,” tegasnya dengan lantang. Dia kemudian menjelaskan fakta geografis yang sebenarnya. Wilayah Desa Plosorejo memang memiliki pola pemukiman terpisah-pisah karena kondisi alamnya yang berbukit. “Jadi, jangan tertipu foto yang beredar. Bangunan ini justru saya tempatkan di titik pusat antara berbagai kantong pemukiman warga,” imbuhnya.
Jelas dan Terukur! Danramil Sebutkan Jarak Pasti dari Rumah Warga
Masyarakat pasti akan lega setelah mendengar hitungan jelas berikut ini. Cris merinci jarak lokasi KDMP dari beberapa pemukiman terdekat secara transparan. Dari Dusun Pagergunung, saya ukur jaraknya hanya sekitar 300 meter! Sementara dari Dusun Kepuh dan Ngrandu, jaraknya pun cuma 400 meter. “Coba bayangkan sendiri, kurang dari setengah kilometer saja. Rumah-rumah warga bertebaran sangat banyak di sekitar situ. Saya tegaskan lagi, ini memang akses jalan utama desa,” terangnya dengan sabar.
Sulap Tanah Kas Desa! Begini Sejarah Lahan Sebelum Jadi Koperasi
Lantas, bagaimana kondisi lahan sebelum pembangunan dimulai? Cris mengungkapkan fakta menarik tentang status kepemilikan tanah tersebut. Desa memiliki sertifikat resmi tanah kas desa untuk lokasi ini. “Bukan tanah sengketa, bukan juga lahan liar. Statusnya jelas dan sah milik desa,” tegasnya. Sebelumnya, pepohonan jati milik desa menghiasi lahan kosong tersebut. “Kami rapatkan bersama perangkat desa, kemudian kami ratakan tanahnya. Kami siapkan semuanya secara bertahap untuk pembangunan koperasi ini. Jadi, jangan bayangkan hutan lebat yang belum tersentuh, karena desa sudah mengelola lahan ini dengan baik,” imbuhnya.
Bukan Keputusan Sepihak! Musrenbang Desa Tentukan Lokasi Ini
Pertanyaan selanjutnya, apakah penunjukan lokasi ini muncul dari keputusan asal-asalan? Tentu tidak sama sekali! Cris menerangkan proses panjang yang sangat demokratis di belakangnya. “Bapak Kolonel dan Kepala Desa tidak serta-merta menunjuk titik itu begitu saja. Kami landaskan semuanya pada hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang desa,” jelasnya dengan lugas. Dalam forum resmi tersebut, seluruh perangkat desa beserta tokoh masyarakat duduk bersama. Mereka sepakat bulat bahwa lokasi inilah yang paling ideal untuk pembangunan KDMP.
Masa Depan Cerah! Danramil Bocorkan Rencana Jadi Bumdes Super Lengkap
Cris tak hanya membela lokasi, tetapi juga membeberkan visi besar di balik pembangunan ini secara gamblang. Ke depannya, KDMP Plosorejo akan saya transformasikan menjadi Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes yang serba ada. “Nanti, saya akan hadirkan warung-warung kelontong di sini. Saya jadikan tempat ini sebagai pusat kegiatan masyarakat. Bahkan, di bagian bawah bangunan ini, saya akan bangun fasilitas poliklinik kesehatan untuk warga,” paparnya dengan penuh antusiasme.
Operasional Sudah Di Depan Mata! Ini Target Peluncurannya
Proses pembangunan fisik telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang. Para pekerja memulai pembangunan pada 1 November 2025. Mereka akhirnya merampungkan seluruh pekerjaan dengan sempurna pada 22 April 2026. Namun, hingga saat ini, panitia belum melakukan peluncuran atau peresmian resmi. “Kami masih menanti arahan langsung dari pusat,” kata Cris. Meski begitu, dia memastikan tidak ada kendala berarti untuk memulai operasional. “Semua pihak menyiapkan semuanya secara bertahap. Kami hanya menunggu kelengkapan sarana dan prasarana gerai. Begitu komando pusat keluar untuk memulai distribusi atau jual beli, kami akan segera bergerak,” tandasnya dengan penuh keyakinan.
Camat Buka Suara: Lokasi Ini Tepat di Samping Lapangan Bola!
Senada dengan Danramil, Camat Kismantoro, Sularto, juga turut meluruskan informasi miring yang meresahkan publik tersebut. “Tim pembangunan menempatkan koperasi ini di tanah kas desa. Lokasinya sangat dekat dan bersebelahan langsung dengan lapangan sepak bola Desa Plosorejo,” ujar Sularto pada kesempatan yang sama. Dia menegaskan bahwa dari sisi strategis, Plosorejo adalah lokasi yang paling tepat mengingat kondisi geografis wilayah pegunungan.
Syarat Luas Tanah Terpenuhi! Bukan Sekadar Asal Pilih Lokasi
Sularto pun menjelaskan alasan teknis yang melatarbelakangi pemilihan lahan tersebut secara rinci. “Pembangunan KDMP memiliki ketentuan khusus dan mengikat mengenai luasan lahan yang harus dipenuhi. Nah, tanah kas desa di Plosorejo ini memenuhi semua syarat tersebut dengan sempurna,” jelasnya. Jadi, jangan berpikir bahwa tim pembangunan memilih tanah kosong secara sembarangan. Mereka benar-benar mematuhi regulasi yang berlaku dengan ketat.
Warga Tak Perlu Jauh-Jauh Lagi! Inilah Harapan Besar dari Koperasi Ini
Puncaknya, Sularto menyampaikan harapan besar dari kehadiran KDMP Plosorejo secara menggembirakan. Selama bertahun-tahun, warga Kismantoro harus menempuh perjalanan cukup jauh hingga ke pertokoan di Desa Miri. Mereka butuh waktu lama hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok dan perlengkapan pertanian. “Koperasi ini akan membantu masyarakat secara signifikan. Apalagi jika pengelola menyediakan pupuk di sini dan menjual gas dengan harga lebih murah,” pungkasnya penuh optimisme. “Saya lihat masyarakat sudah sangat tidak sabar menanti operasionalnya. Inilah upaya konkret kami mendekatkan kebutuhan pokok ke tengah warga.”
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



