Checkbind.com – Bencana dahsyat mendadak mengguncang Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Masyarakat setempat dibuat gempar oleh amukan cuaca ekstrem yang membahayakan. Peristiwa mencekam ini terjadi pada Rabu (28/10/2026) sore hari. Alhasil, hujan berintensitas tinggi berpadu dengan terpaan angin puting beliung. Bahkan, amukan badai menggilas kawasan pemukiman warga secara mendadak. Terlebih lagi, dua wilayah kecamatan disapu angin kencang sekaligus. Kawasan terdampak meliputi wilayah Kecamatan Plandaan dan Kecamatan Kudu.
Dampaknya, terpaan angin kencang meluluhlantakkan puluhan tempat tinggal warga. Selain itu, amukan badai merusakkan deretan kios usaha milik masyarakat. Bahkan, fasilitas tempat peternakan lokal ikut ambruk tak berbentuk. Tak hanya merusakkan bangunan, amukan badai menumbangkan pepohonan besar. Pohon tumbang berada tepat di pinggir jalan utama desa. Alhasil, batang pohon menimpa serta memutuskan jaringan kabel listrik. Kondisi ini seketika melumpuhkan pasokan listrik warga setempat.
Terjangan Angin 10 Menit di Desa Plandaan
Mula-mula, petaka cuaca ekstrem mulai mengintai Desa Plandaan. Kawasan Kecamatan Plandaan mendadak diselimuti mendung tebal dan mencekam. Awalnya, guyuran hujan berintensitas sedang membasahi kawasan permukiman warga. Hujan deras mulai mengguyur perumahan sejak pukul 15.20 WIB.
Namun, curah hujan meningkat sangat drastis pukul 15.45 WIB. Selain itu, hujan deras berpadu dengan gulungan angin kencang. Angin dahsyat bertiup sangat deras dari arah timur. Alhasil, fenomena mencekam ini berlangsung selama 10 menit penuh. Warga setempat terpaksa bertahan di dalam rumah masing-masing.
Sementara itu, seorang warga bernama Dion membagikan kesaksian menegangkan. Ia merupakan warga Dusun Sambiroto RT 9 RW 2. Lantas, Dion menceritakan detik-detik amukan angin topan yang menghancurkan. Sebab, terpaan angin merusakkan atap galvalum serta tempat usahanya. Bangunan tempat usahanya mengalami kerusakan yang sangat parah.
“Hujan deras dan hempasan angin kencang bertiup 10 menit. Akibatnya, atap galvalum rumah saya rusak parah. Bahkan, etalase toko juga terkena dampak. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 5 juta,” ungkap Dion saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026) sore.
Selain merusak rumah, amukan angin kencang merobohkan pepohonan besar. Pohon roboh di sekitar area kawasan pemukiman warga. Alhasil, tumbangan pohon merusakkan jaringan kabel listrik milik PLN. Oleh karena itu, kondisi darurat memicu pemadaman aliran listrik. Lantas, pemadaman listrik melanda sebagian besar wilayah Desa Plandaan.
Kerusakan Bangunan dan Tiga Kandang Sapi Ambruk
Di sisi lain, Kepala Desa Plandaan, Suratman, memberikan konfirmasi. Ia membenarkan bencana kerusakan massal yang menimpa perumahan warga. Berdasarkan pendataan awal, mayoritas rumah warga mengalami lepas genteng. Kerusakan genteng terjadi di bagian tepi atap rumah. Hal ini terjadi akibat hempasan angin kencang yang dahsyat.
Tak hanya menghancurkan tempat tinggal, badai merobohkan fasilitas peternakan. Bahkan, terpaan angin puting beliung membuat kandang warga ambruk. Bangunan kandang ternak seketika rata dengan tanah disapu angin.
“Laporan sementara mencatat satu rumah mengalami kerusakan berat. Untuk fasilitas peternakan, ada tiga kandang sapi yang dilaporkan ambruk total. Sementara itu, sisanya mengalami kerusakan pada atap asbes maupun genteng,” jelas Suratman secara rinci.
Kendati demikian, Pemerintah Desa Plandaan memberikan kepastian melegakan. Pihaknya memastikan peristiwa cuaca ekstrem ini tidak menelan korban. Selain itu, tidak ada warga yang dilaporkan mengalami luka-luka. Semua warga berhasil selamat dari ancaman bencana badai tersebut.
“Saat ini, warga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan. Warga juga menyingkirkan material pohon yang menutupi jalan. Selain itu, kami menunggu proses pendataan lanjutan dari petugas. Sementara petugas penanganan bencana sedang memperbaiki jaringan listrik,” pungkas Suratman.
Puluhan Rumah dan Kios di Kecamatan Kudu Ikut Terdampak
Selain di Kecamatan Plandaan, bencana badai mengamuk di wilayah lain. Bahkan, angin puting beliung menerjang Dusun/Desa Katemas, Kecamatan Kudu. Kabupaten Jombang diterjang badai susulan yang sangat mencekam. Peristiwa bencana ini terjadi tepat sekitar pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, saksi mata bernama Rohman (42) menceritakan kronologi. Ia menuturkan bahwa hujan lebat mengguyur wilayahnya secara deras. Hujan deras membasahi kawasan pemukiman selama 30 menit penuh. Setelah itu, gulungan angin kencang datang menerjang kawasan pemukiman. Terpaan angin kencang berlangsung menghempas area perumahan selama 15 menit.
“Hujan deras mengguyur sekitar 30 menit. Kemudian, angin kencang menerjang selama 15 menit. Akibatnya, atap puluhan rumah dan kios warga berterbangan,” ujar Rohman.
Meskipun menyapu kawasan dalam durasi singkat, terpaan angin sangat merusak. Dahsyatnya angin berhasil merobohkan pohon-pohon di pinggir jalan desa. Selain itu, amukan angin merusakkan atap kios usaha milik warga. Bahkan, bagian atap tempat tinggal warga ikut terhempas angin.
“Sepengetahuanku, tidak ada warga yang mengalami luka-luka. Alhamdulillah, seluruh masyarakat berhasil selamat dari bencana ini,” tutur Rohman menambahkan.
Pasca-kejadian, warga bersama perangkat desa langsung mengambil tindakan. Selain itu, tim BPBD Kabupaten Jombang berkoordinasi secara langsung. Petugas segera bergerak untuk melakukan pendataan kerusakan bangunan. Lantas, tim gabungan mengeksekusi penanganan darurat secara cepat di lapangan.
Hingga Rabu sore, petugas BPBD Jombang terus melakukan pendataan. Petugas menginventarisasi tingkat kerusakan bangunan dan fasilitas umum. Oleh karena itu, jumlah pasti rumah terdampak masih dalam proses pendataan. Selain itu, data kios dan pohon tumbang terus dikumpulkan petugas.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



