240 Jiwa Terdampak Tanah Gerak di Subang, Pemerintah Upayakan Relokasi

Diposting pada 3 views

SUBANG, Checkbind.com – Bencana alam yang bikin bulu kuduk merinding melanda Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Sebanyak puluhan rumah warga ambruk dan retak-retak parah akibat pergerakan tanah dahsyat yang terjadi pada 11 Mei 2026 lalu. Serem banget, kan?

Sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten Subang nggak tinggal diam, gengsi! Mereka terus mengupayakan solusi jangka panjang buat ngatasin bencana tanah bergerak yang mengerikan di Kampung Ciwangun, Desa Cupunagara, Kecamatan Cisalak. Pokoknya, mereka kerja keras banget!

Nah, bencana yang bikin merinding pada 11 Mei 2026 itu ternyata menyebabkan sedikitnya 25 rumah hancur berantakan akibat retakan tanah yang melebar kemana-mana. Dampaknya? Sekitar 240 jiwa kebingungan dan trauma berat. Waduh, kasihan banget, ya?

Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, dengan tegas mengungkapkan bahwa pemda udah melakukan berbagai langkah penyelamatan. Bahkan, mereka udah mengajukan permohonan kajian teknis ke Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Keren, kan, responsnya cepat banget!

“Kajian tersebut kami perlukan untuk menentukan langkah terbaik dalam menjamin keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan pergerakan tanah tersebut,” ujar Reynaldy dengan nada penuh tekad, saat meninjau lokasi bencana pada Rabu (3/6/2026) sore. Semangatnya luar biasa!

Sejauh ini, Bupati menambahkan bahwa BPBD sudah melakukan kajian mendalam. Hasilnya? Di lokasi pergerakan tanah ini, relokasi adalah opsi paling aman. Tapi, warga awalnya keberatan karena itu tanah kelahiran mereka. Aduh, sedih banget, ya, harus ninggalin kampung halaman?

Kendalanya, masyarakat di sini udah tinggal bertahun-tahun bahkan turun-temurun. Oleh karena itu, kami mencoba mencari alternatif solusi lain yang tetap mengutamakan keselamatan warga,” kata Reynaldy dengan bijaksana. Pemerintah benar-benar memikirkan perasaan warga, lho!

Selain opsi relokasi yang bikin galau, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan pembangunan rumah dengan konstruksi yang lebih ringan. Tujuannya? Buat mengurangi risiko akibat kondisi tanah yang labil dan bikin was-was. Solusi cerdas banget, kan?

“Saya minta BPBD melakukan kajian lebih lanjut. Jika secara ilmiah memungkinkan, dan rumah yang lebih ringan dapat mengurangi risiko, maka secara bertahap Pemerintah Daerah akan hadir membantu pembangunan rumah panggung bagi masyarakat di sini,” katanya penuh optimisme. Bayangin, rumah panggung yang anti-ambrol!

Nggak cuma itu! Selain persoalan hunian warga yang bikin pusing, Pemkab Subang juga menyoroti kebutuhan perbaikan sejumlah fasilitas umum yang terdampak parah. Semua harus dibenahi, demi kenyamanan bersama!

Untuk mendukung upaya heroik tersebut, pemerintah akan mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Wah, kerja sama yang keren banget!

“Kami akan mencoba menggandeng BUMN, BUMD, maupun pihak swasta untuk membantu pembangunan fasilitas umum. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi tanpa hanya mengandalkan APBD,” tambahnya dengan semangat membara. Nggak perlu khawatir, semua pasti terbantu!

Ditegaskan oleh Bupati, Kampung Ciwangun merupakan wilayah yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat. Lokasinya yang cukup terpencil menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Hasilnya? Pelayanan dan pembangunan pasti menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Keadilan benar-benar ditegakkan!

“Bukan hanya masyarakat di Cupunagara, tetapi seluruh masyarakat Subang harus merasakan kehadiran pemerintah. Kami tidak ingin ada satu pun warga yang merasa diabaikan. Ini adalah ikhtiar dan perjuangan kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Subang,” kata Reynaldy dengan penuh keteguhan. Pemerintah hadir untuk semua, percayalah!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *