WASHINGTON DC, Checkbind.com – Drama geopolitik Amerika Latin kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengundang Presiden Kolombia Gustavo Petro ke Gedung Putih. Undangan ini muncul hanya beberapa hari setelah Trump melontarkan ancaman intervensi militer terhadap Kolombia. Ancaman itu berkaitan dengan tuduhan perdagangan narkoba yang ia lontarkan tanpa bukti.
Rencana pertemuan ini dikonfirmasi Trump usai keduanya melakukan pembicaraan telepon. Percakapan tersebut menjadi kontak pertama mereka sejak Trump kembali menjabat pada Januari 2025. Melalui Truth Social, politisi berusia 79 tahun itu mengumumkan bahwa ia sedang menyusun jadwal pertemuan. Trump menulis bahwa Petro menelepon untuk menjelaskan situasi narkoba dan perbedaan pendapat lainnya. Ia menyatakan menghargai panggilan tersebut dan berharap dapat segera bertemu di Gedung Putih.
Hubungan kedua negara sebelumnya sudah memanas setelah aksi militer AS di Venezuela. Pasukan AS melancarkan serangan mendadak ke Caracas dan membom target militer untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro. Aksi ini menegaskan kendali Washington atas negara kaya minyak tersebut.
Pasca penggulingan Maduro, Trump memberikan peringatan keras kepada Petro pada 3 Januari. Saat berbicara di Air Force One pada Minggu, Trump kembali melontarkan ancaman militer terhadap Kolombia. Ia menuduh Petro terlibat perdagangan narkoba tanpa bukti dan menjatuhkan sanksi finansial kepada presiden beserta keluarganya. Ketika ditanya tentang kemungkinan intervensi militer, Trump hanya menjawab, “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Pemerintah Kolombia awalnya menunjukkan respons konfrontatif. Pada Senin, Petro menyatakan kesiapannya mengangkat senjata untuk menghadapi ancaman AS. Presiden berhaluan kiri itu juga menyerukan demonstrasi nasional di seluruh Kolombia pada Rabu sebagai bentuk protes.
Namun, sikap Petro melunak setelah percakapan telepon satu jam dengan Trump. Ia mengaku awalnya menyiapkan perkataan keras, tetapi memilih menurunkan tensi. Di hadapan pendukungnya, Petro justru menyatakan niatnya memenuhi undangan ke Gedung Putih. Ia menekankan pentingnya memperbaiki hubungan diplomatik kedua negara yang memiliki sejarah kerja sama panjang. Petro mengungkapkan bahwa ia telah meminta Trump membangun kembali komunikasi langsung antar pemerintah.
Langkah agresif AS di Amerika Selatan ini memicu kekhawatiran diplomatik yang luas. Wakil Menteri Luar Negeri Kolombia Mauricio Jaramillo memperingatkan bahwa serangan AS ke Venezuela dapat memicu dampak domino berbahaya. Dalam wawancara dengan AFP, Jaramillo menyatakan bahwa intervensi militer AS berpotensi menjadi bencana bagi stabilitas Amerika Latin. Peringatan ini tentu tidak bisa diabaikan oleh komunitas internasional.
Undangan Trump ke Petro menyimpan banyak agenda terselubung. Pertemuan di Gedung Putih nanti akan menentukan apakah krisis ini berakhir di meja perundingan atau justru memicu konflik baru. Nasib hubungan AS-Kolombia dan stabilitas regional kini berada di ujung tanduk.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com



