Sopir Ekspedisi Tewas Dikeroyok Usai Terima Telepon Misterius

Diposting pada 11 views

JAKARTA, Checkbind.com – Nasib nahas menimpa seorang sopir ekspedisi berinisial AR (42). Pria malang ini tewas setelah menerima telepon misterius dari pelanggannya yang berujung pada penganiayaan brutal. Kisah ini bermula ketika AR mendapat orderan mengantar dua kandang burung ke Jalan Tytyan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, pada Senin (23/7/2025) siang.

Sesampainya di lokasi, AR mencoba menghubungi si pemesan. Namun, teleponnya tak kunjung diangkat. “Korban terus mencoba menelepon, tapi nomor penerima barang tidak ada yang mengangkat,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, dalam keterangannya, Kamis (17/7/2025).

Tiba-tiba, telepon dari nomor tak dikenal menghampiri AR. Alih-alih konfirmasi pengiriman, seseorang di seberang telepon malah memaki-makinya tanpa alasan jelas. Merasa kesal, AR pun membalas omongan kasar itu.

Dipancing Kembali ke Lokasi, Nasib AR Berubah Drastis

Setelah telepon pertama, AR memutuskan pulang. Namun, di tengah perjalanan, telepon misterius itu kembali berdering. Kali ini, si penelpon memintanya kembali ke Jalan Tytan dengan iming-iming uang tambahan. Tanpa curiga, AR menuruti permintaan itu.

Begitu tiba di lokasi, empat pria tak dikenal langsung menyambutnya. AR segera menurunkan kandang burung, tapi tiba-tiba keempat pria itu langsung menyerangnya! Mereka mengikat AR di tiang listrik, lalu memukul, menendang, bahkan menyundutnya dengan rokok secara bergantian.

Luka Parah dan Perjuangan Bertahan Hidup

Akibat penganiayaan itu, Sopir Ekspedisi (AR) mengalami luka serius. “Kami menemukan lebam di wajah korban, luka bakar rokok di tangan kiri, serta nyeri hebat di dada dan perut,” ungkap Binsar. Meski sempat melapor ke polisi, kondisi AR terus memburuk.

Pada 1 Juli 2025, keluarganya membawanya ke IGD Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur. Setelah sempat membaik, kondisinya tiba-tiba drop dan tim medis harus memindahkannya ke ICU. Sayangnya, nyawa AR tidak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir pada 8 Juli 2025.

Polisi Buru Dua Pelaku yang Masih Kabur

Menyikapi kasus ini, polisi langsung bergerak cepat. Mereka berhasil menangkap dua pelaku di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada 9 Juli 2025. “Kami sudah mengamankan dua tersangka,” tegas Binsar. Namun, dua pelaku lainnya masih buron dan polisi terus memburunya.

Hingga kini, penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap motif di balik kekejaman ini. Keluarga AR berharap keadilan segera ditegakkan agar pelaku tak lagi mengancam nyawa orang lain.

Kasus AR menjadi pelajaran penting untuk selalu waspada terhadap panggilan atau orderan mencurigakan. Jangan mudah tergiur iming-iming, apalagi jika melibatkan lokasi sepi atau orang tak dikenal.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *