Siswi SD Tewas Tertimpa Dahan Pohon Saat Ikuti Jalan Santai

Diposting pada 4 views

BANGKALAN, Checkbind.com – Sebuah kejadian memilukan mengguncang acara jalan santai yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan. Yasinta Dwi Amira, siswi berusia 11 tahun, meninggal dunia setelah dahan pohon trembesi tua tiba-tiba rubuh dan menghantamnya di depan Pendopo Agung Bupati Bangkalan, Minggu (3/8/2025).

Acara Berubah Duka

Awalnya, acara berlangsung meriah dengan ratusan peserta yang antusias mengikuti jalan santai. Tak hanya olahraga, panitia juga menyediakan bazar kuliner dan kupon undian berhadiah. Namun, suasana ceria itu berubah pilu ketika dahan pohon trembesi setinggi belasan meter itu ambruk tepat di pintu masuk pendopo.

“Korban datang bersama ibu dan adiknya. Saat pengundian berlangsung, Yasinta dan gurunya memilih berdiri di dekat pintu masuk,” jelas Muhammad Taufik, Ketua Pelaksana acara.

Tanpa diduga, dahan besar itu jatuh dan langsung menghantam bagian belakang tubuh Yasinta. Guru yang mendampinginya, Rani Auliani, juga ikut tertimpa. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Upaya Penyelamatan yang Berakhir Duka

Tim medis di IGD RSUD Syamrabu Bangkalan berusaha keras menyelamatkan Yasinta. Sayangnya, luka di bagian leher belakang menyebabkan pendarahan hebat dan henti jantung. “Korban sempat mendapat pertolongan, tapi nyawanya tidak tertolong,” ungkap Taufik dengan suara berat.

Sementara itu, sang guru masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama. Kondisinya stabil, namun trauma fisik dan psikis masih membutuhkan waktu pemulihan.

Respons Pemerintah dan Duka Warga

Kepala Diskop Umdag, Achmad Siddik, langsung mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. “Kami turut berduka atas meninggalnya Yasinta, siswi berprestasi dari SDN Demangan 1. Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Warga sekitar juga ikut berduka. Banyak yang mengenang Yasinta sebagai anak ceria dan pintar. “Dia selalu aktif di sekolah, baik dalam akademik maupun kegiatan sosial,” kenang salah seorang tetangga.

Pohon Tua yang Jadi Silent Killer

Pohon trembesi yang menjadi penyebab tragedi ini sudah berusia puluhan tahun. Warga sekitar sebenarnya kerap khawatir dengan kondisi pohon itu, terutama saat musim angin kencang. Namun, tidak ada tindakan pencegahan sebelum kejadian.

“Kami sering lihat dahan-dahannya rapuh, tapi tidak pernah ada pemangkasan,” ujar seorang peserta jalan santai yang enggan disebutkan namanya.

Evaluasi dan Tuntutan Masyarakat

Pasca-insiden, banyak warga menuntut pemerintah setempat lebih serius menangani pohon-pohon tua di area publik. “Ini harus jadi pelajaran. Jangan sampai ada korban lagi,” tegas seorang aktivis lingkungan.

Diskop Umdag sendiri berjanji akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk audit vegetasi di lokasi-lokasi rawan. “Kami akan evaluasi semua pohon tua yang berpotensi membahayakan,” tegas Siddik.

Duka yang Menyisakan Pertanyaan

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Yasinta. Sang ibu masih tidak percaya putrinya pergi begitu cepat. “Dia hanya ikut jalan santai, pulangnya malah jadi begini,” ratapnya di antara isak tangis.

Sementara itu, pihak sekolah juga menyiapkan trauma healing untuk teman-teman Yasinta. “Kami akan beri pendampingan psikologis agar mereka bisa melalui ini,” kata Kepala SDN Demangan 1.

Pelajari dari Kesalahan

Insiden ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya pengawasan lingkungan. Pohon tua memang memberi rindang, tapi tanpa perawatan, ia bisa berubah jadi ancaman.

“Kami minta maaf atas kelalaian ini. Ke depan, semua akan kami perbaiki,” janji Taufik mewakili panitia.

Kini, Yasinta telah pergi, tapi kisahnya mengingatkan kita semua bahwa kecelakaan bisa terjadi di mana saja, bahkan di acara yang dianggap aman sekalipun. Semoga tragedi ini jadi pelajaran berharga agar tidak terulang lagi.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *