Sempat Hilang Kontak Saat Berlayar, Rombongan Speedboat Pemda Fakfak Akhirnya Ditemukan

Diposting pada 0 views

FAKFAK, Checkbind.com – Insiden pelayaran mendebarkan baru saja mengguncang publik Papua Barat. Pasalnya, speedboat milik Pemerintah Daerah Fakfak mendadak hilang kontak. Kapal cepat ini berlayar dari Sorong menuju ke Seget. Rombongan ini membawa sepuluh penumpang di dalam kapal. Beruntung, tim penyelamat berhasil menemukan seluruh penumpang tersebut. Semua rombongan selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.

Oleh karena itu, masyarakat kini bisa bernapas lega. Sebab, para pejabat daerah dan anggota legislatif berada dalam kondisi aman. Rombongan pendamping juga selamat dari bahaya. Saat ini, mereka sedang melanjutkan perjalanan laut menuju Distrik Kokas. Wilayah ini berlokasi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Fakfak, Abdi Takamokan, membeberkan pemicu utama insiden ini. Menurutnya, cuaca ekstrem berupa kabut asap tebal menyelimuti kawasan perairan. Akibatnya, pandangan nakhoda kapal terganggu secara drastis. Jarak pandang di laut bahkan merosot hingga tersisa 100 meter saja. Situasi ini tentu sangat membahayakan keselamatan pelayaran.

“Oleh sebab itu, kabut asap tebal terbukti mengganggu jarak pandang pelayaran,” tegas Abdi saat memberi keterangan lewat telepon pada Senin (12/10/2026). “Bahkan, tim kami memperkirakan jarak pandang nakhoda di laut hanya tersisa sekitar 100 meter saja,” tambahnya.

Detik-Detik Kronologi Penemuan dan Penyelamatan Mencekam

Selanjutnya, Abdi menceritakan awal mula laporan hilang kontak ini. Speedboat ternyata tidak kunjung menampakkan wujudnya di dermaga tujuan. Padahal, waktu tempuh kapal sudah melewati batas perhitungan normal. Perjalanan dari Sorong menuju ke Seget biasanya cuma memakan waktu sekitar satu jam.

Lantas, rombongan tersebut bertolak meninggalkan Sorong sejak pukul 10.00 WIT. Maka, secara perhitungan logis kapal harus sudah tiba di Kokas sekitar pukul 11.00 WIT. Namun, hingga melewati batas waktu tersebut, kapal belum juga kelihatan.

“Oleh karena waktu kedatangan kapal sudah terlewati cukup jauh, tim penyelamat langsung bergerak,” kata Abdi menggambarkan situasi darurat saat itu.

Namun demikian, pihak SAR terus menjalin koordinasi intensif serta melakukan penyisiran cepat. Pihaknya akhirnya memperoleh konfirmasi resmi dari Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak. Rombongan ternyata sudah mengamankan diri di kawasan Inanwatan pada Senin pagi.

Bahkan, sewaktu berada di area Inanwatan, rombongan langsung berkoordinasi dengan Pemkab Sorong Selatan. Mereka meminta bantuan armada transportasi balasan dari pemerintah setempat. Langkah ini mereka ambil agar bisa melanjutkan sisa perjalanan menuju ke Distrik Kokas.

Maka dari itu, Pos SAR Fakfak segera menerjunkan bantuan kapal penyelamat khusus. Tim menggerakkan kapal dari Sorong langsung menuju Inanwatan untuk menjemput rombongan. Selanjutnya, kapal SAR memberikan pengawalan ketat di lautan. Tim memperkirakan rombongan tiba di Kokas pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIT.

Geger Bawa Jenazah dan Sederet Pejabat Mentereng Daerah

Di sisi lain, Abdi menegaskan kembali kondisi seluruh penumpang kapal. Sepuluh orang penumpang selamat total tanpa korban jiwa. Namun, speedboat ini ternyata tidak hanya mengangkut para pejabat tinggi daerah. Kapal cepat tersebut juga membawa satu jenazah yang hendak menuju Fakfak.

Selain itu, beredar isu miring di tengah masyarakat luas. Isu menyebutkan speedboat sempat menghantam karang tajam hingga mengalami kebocoran. Namun, pihak SAR menegaskan belum bisa memverifikasi kabar simpang siur tersebut.

“Meskipun begitu, saya belum bisa memverifikasi kebenaran rumor kebocoran tersebut secara pasti,” tegas Abdi. “Namun, hantaman gelombang memang terjadi di laut dan memicu dugaan kebocoran. Oleh sebab itu, kami masih harus memeriksa hal tersebut di lapangan,” lanjutnya.

Selanjutnya, catatan manifest resmi Pos SAR mengungkap daftar identitas sepuluh penumpang. Figur-figur penting pemerintahan dan dewan mendominasi daftar tersebut, antara lain: • Anggota DPR Papua Barat Badarudin Heremba • Penjabat (Pj) Sekda Fakfak Arobi Hindom • Asisten I Pemda Fakfak Arif Rumagesan • Anggota DPRK Fakfak Wa Ode Sahara • Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak Kris Ubra

Hingga akhirnya pada Senin sore, tim SAR terus mengawal seluruh rombongan pejabat. Tim memastikan perjalanan melintasi lautan berjalan lancar dan aman. Rombongan pun melaju menuju Distrik Kokas tanpa rintangan berarti.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *