checkbind.com – Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI secara tegas meminta netizen menghargai keputusan Elkan Baggott yang memilih vakum sementara dari Timnas Indonesia. Mantan Menteri BUMN ini menegaskan bahwa setiap pemain berhak menentukan langkah terbaik untuk kariernya tanpa harus mendapat tekanan berlebihan dari publik.
Pemain bertinggi 194 cm ini terakhir kali memperkuat Garuda pada Piala Asia 2023 saat melawan Australia di babak 16 besar. Kala itu, bek andalan tersebut menunjukkan performa gemilang dengan menjadi tulang punggung pertahanan tim. Namun anehnya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert justru tak lagi memanggilnya untuk laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 meski terus tampil apik bersama Blackpool.
Pelatih Timnas U23 sempat mengincar Elkan untuk laga krusial playoff Olimpiade kontra Guinea di Prancis. Namun sayang, rencana tersebut akhirnya kandas tanpa kejelasan lebih lanjut. Situasi ini lantas memicu beragam spekulasi liar di media sosial, terutama karena pemain 22 tahun itu justru makin moncer di klubnya.
Merespon hal ini, Erick Thohir langsung angkat bicara. “Kita harus stop mentalitas menghakimi pemain yang mengambil keputusan berbeda,” tegas bos PSSI dengan nada serius. “Elkan jelas punya alasan kuat memprioritaskan klubnya sekarang. Ingat, dia sudah berkontribusi besar buat timnas. Jangan sampai kita malah jadi toxic supporter!”
PSSI sendiri mengaku tetap membuka opsi kembalinya Elkan di masa depan. “Kami selalu siap menerimanya kembali asalkan pelatih membutuhkan,” jelas Erick sambil menyebut Patrick Kluivert sudah proaktif berkomunikasi. “Tapi sekali lagi, ini semua tentang timing yang tepat. Tidak ada pilihan yang salah di sini.”
baca Juga: Stefano Lilipaly: “Target Utama Lolos Piala Dunia!”
Erick pun mengingatkan para suporter agar lebih dewasa. “Bayangkan jika kalian di posisi mereka. Pemain juga manusia dengan pertimbangan profesional,” ujarnya penuh harap. “Daripada sibuk nyinyir, mending kita dukung saja pilihan mereka sambil terus semangati Timnas.”
Dengan gaya komunikasi yang santai namun penuh makna, Erick berhasil menyampaikan pesan penting. “Sepakbola Indonesia butuh dukungan positif, bukan drama yang malah memecah belah,” tukasnya singkat.
Sementara itu, Elkan terus membungkam kritik dengan performa gemilangnya di Blackpool. PSSI memastikan komunikasi dengan pemain tetap berjalan baik, membuka peluang kolaborasi di masa depan jika kedua belah pihak sepakat.
Erick berharap insan sepakbola tanah air bisa belajar dari kasus ini. “Stop cyberbullying kepada pemain kita sendiri! Mari bangun budaya sportif yang sehat,” pungkasnya penuh semangat.
Poin penting:
- Hormati pilihan profesional pemain
- Dukung Timnas tanpa syarat
- Jangan jadikan medsos ajang toxic supporter
Dengan penulisan yang lebih hidup dan interaktif, artikel ini diharapkan bisa lebih menyentuh pembaca sekaligus menyampaikan pesan moral dengan efektif.



