Pria di Jaktim Tewas Usai Dikerok Temannya, Ini Kronologinya

Diposting pada 8 views

JAKARTA, Checkbind.com – Seorang pria berinisial AS (45) meninggal dunia secara tragis setelah meminta kerokan kepada temannya. Peristiwa mencekam ini terjadi di sebuah rumah di Jalan Bahagia, Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Senin (14/7/2025).

Awal Mula Korban Datang untuk Ngobrol Soal Lomba Burung

AKBP Reonald Truly Sohumuntal Simanjuntak, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, membeberkan kronologi kejadian. Menurutnya, AS awalnya datang ke rumah A (33) sekadar untuk ngobrol santai tentang lomba kicau burung. Namun, siapa sangka, pertemuan biasa ini justru berakhir dengan tragedi mengerikan.

Setelah obrolan usai, AS tiba-tiba mengeluh kurang enak badan. Tanpa pikir panjang, ia langsung minta dikerok oleh A. Tanpa curiga, A pun mengiyakan permintaan temannya itu.

Video Call dengan Istri, Tiba-tiba Korban Tak Bangun Lagi

Yang bikin merinding, AS sempat video call dengan istrinya saat dikerok. Namun, A merasa tidak enak melihat korban sedang telepon dengan sang istri, jadi ia memilih turun ke lantai bawah.

“Setelah 30 menit, A naik lagi ke lantai dua. Alangkah kagetnya, ia melihat AS sudah tergeletak lemas seperti tertidur,” jelas Reonald.

Sekitar pukul 18.00 WIB, A mencoba membangunkan AS. Tapi, apa yang terjadi? Korban sama sekali tidak bereaksi! Tubuhnya sudah tak bergerak.

Panik Melanda, Ternyata Nyawa Korban Tak Tertolong

Dengan jantung berdebar kencang, A langsung memanggil S (32), tetangganya, untuk memeriksa keadaan AS. Namun, hasilnya sungguh mengejutkan! Ternyata, AS sudah meninggal dunia.

“Setelah diperiksa, korban diduga tewas karena sakit atau angin duduk,” ungkap Reonald.

Polsek Metro Kramatjati Turun Tangan

Saat ini, kasus ini sedang dalam penyelidikan Polsek Metro Kramatjati. Polisi masih mendalami apakah ada faktor lain di balik kematian mendadak ini.

“Kami akan mengumpulkan semua bukti dan memeriksa saksi-saksi terkait,” tegas Reonald.

Tragedi ini jadi pelajaran berharga bagi kita semua. Jangan pernah mengabaikan sinyal tubuh, dan selalu prioritaskan penanganan medis jika merasakan gejala tidak biasa.

“Kesehatan itu mahal harganya. Lebih baik preventif daripada menyesal belakangan,” pesan Reonald menutup pernyataannya.

Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *