Pemerintah Siapkan Rp 900 Miliar untuk Perbaiki Kerusakan Pasca-Demo

Diposting pada 4 views

Checkbind.com – Pemerintah akhirnya mengumumkan alokasi dana hampir Rp 900 miliar untuk memperbaiki berbagai kerusakan fasilitas publik. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan hal ini usai meninjau langsung kerusakan di Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta Pusat, Selasa lalu. “Kita sudah hitung total biaya untuk seluruh Indonesia, angkanya hampir mencapai Rp 900 miliar,” ujarnya.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki gedung DPRD di berbagai daerah, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) menuju halte Transjakarta, serta fasilitas umum lain yang rusak akibat demonstrasi beberapa waktu lalu. Dody juga menjelaskan bahwa tingkat kerusakan sangat beragam. “Ada yang hanya terbakar sebagian, ada juga yang benar-benar hangus seperti di Makassar dan sejumlah lokasi lain,” tambahnya.

Sebelumnya, ia telah berkoordinasi intensif dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya untuk membahas langkah perbaikan ini. “Kami sudah bahas detailnya hingga pagi,” kata Dody.

Sementara itu, Kementerian PU mendapat tugas khusus untuk menangani perbaikan dua JPO, yaitu yang menuju Halte Transjakarta Polda Metro Jaya dan JPO Senen.

Dalam kunjungan yang sama, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono juga menyampaikan bahwa perusahaannya mengalokasikan dana Rp 80 miliar guna memperbaiki tujuh gerbang tol yang rusak. “Kami sudah mulai pekerjaan perbaikan sejak Minggu lalu, tepatnya setelah situasi memungkinkan,” jelas Rivan.

PT Jasa Marga segera memperbaiki tujuh gerbang tol yang rusak, yaitu GT Senayan, Slipi 1, Slipi 2, Semanggi 1, Semanggi 2, Kuningan, dan Pejompongan. Meski proses perbaikan masih berlangsung, Rivan memastikan bahwa seluruh layanan tol tetap berjalan. “Kami targetkan tujuh gerbang tol ini sudah beroperasi penuh besok dengan menggunakan mobil reader. Bahkan, kami berharap semua Gerbang Tol Otomatis (GTO) bisa berfungsi normal pada 7 September mendatang,” paparnya.

Saat ini, terdapat 22 GTO yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 17 unit ditargetkan bisa beroperasi pada 7 September, dan seluruhnya diproyeksikan normal pada 10 September. “Yang terpenting, kondisi fisik sudah bersih dan tidak membahayakan keselamatan pengguna jalan,” tegas Rivan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *