Harga Pangan Melonjak Saat Libur Idul Adha, Cabai dan Gula Pasir Jadi Sorotan

Diposting pada 9 views

JAKARTA, Checkbind.com – libur Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah komoditas pangan tiba-tiba meroket. Cabai merah besar dan gula pasir menjadi yang paling terpengaruh, dengan kenaikan yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Cabai Rawit Merah dan Gula Pasir Naik Drastis

Pertama, mari kita bahas cabai rawit merah yang harganya melambung tinggi. Dalam sehari saja, pedagang langsung menaikkan harga cabai sebesar Rp 7.150 per kg (15,56%), membuat harga saat ini mencapai Rp 53.050 per kg. Tak hanya itu, gula pasir premium juga ikut meroket, naik Rp 2.200 per kg (11,06%) menjadi Rp 22.100 per kg.

Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional mencatat kenaikan harga ini terjadi merata di hampir semua pasar. Bahkan, bawang merah dan bawang putih turut terdampak.

Baca juga; Komitmen Warga Kulonprogo Wujudkan Idul Adha Bebas Sampah Plastik

Bawang Merah & Bawang Putih Ikut Naik

Menurut pantauan PIHPS per Sabtu (7/6/2025) pukul 11.48 WIB, harga bawang merah naik 2,86% menjadi Rp 41.400 per kg. Sementara itu, bawang putih stabil di harga yang sama, yakni Rp 41.400 per kg.

Harga Beras Bervariasi, dari Medium hingga Super

Kalau bicara soal beras, harganya cukup beragam tergantung kualitas. Untuk beras kualitas bawah I dijual Rp 15.100 per kg, sedangkan kualitas bawah II di Rp 15.300 per kg. Sementara itu, beras medium I dibanderol Rp 15.850 per kg, dan medium II sedikit lebih murah di Rp 15.750 per kg.

Bagi yang suka beras premium, kualitas super I dijual Rp 17.050 per kg, sementara super II sedikit lebih terjangkau di Rp 16.700 per kg.

Cabai Merah Besar & Keriting Juga Ikut Naik

Selain cabai rawit merah, cabai merah besar juga mengalami kenaikan 15,58%, sehingga harganya kini Rp 53.050 per kg (naik Rp 7.000 dari kemarin). Cabai merah keriting dihargai Rp 44.750 per kg, sementara cabai rawit hijau dan rawit merah sama-sama dijual Rp 35.400 per kg.

Daging Ayam & Sapi Stabil, Tapi Tetap Tinggi

Di sektor daging, harga ayam ras berada di kisaran Rp 35.850 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas I dijual Rp 144.150 per kg, dan kualitas II sedikit lebih murah di Rp 133.600 per kg.

Gula Pasir Lokal & Premium Sama-Sama Naik

Kenaikan juga terjadi pada gula pasir. Untuk gula pasir lokal, harganya naik 5,38% menjadi Rp 19.600 per kg. Sedangkan gula pasir premium melonjak 11,06% ke Rp 22.100 per kg.

Minyak Goreng Curah & Kemasan Ikut Terkena Dampak

Tak ketinggalan, minyak goreng juga mengalami kenaikan. Minyak curah dijual Rp 20.050 per liter, sementara kemasan bermerek I di Rp 23.250 per liter, dan kemasan bermerek II di Rp 22.100 per liter.

Telur Ayam Ras Juga Naik Rp 1.000/kg

Terakhir, telur ayam ras ikut terdampak dengan kenaikan Rp 1.000 per kg, sehingga harganya kini Rp 30.550 per kg.

Apa Penyebab Kenaikan Ini?

Nah, meski pemerintah belum merilis penjelasan resmi, kita bisa melihat beberapa faktor utama yang memicu kenaikan harga ini.

Pertama, permintaan masyarakat otomatis melonjak drastis saat hari raya. Saat Idul Adha tiba, hampir semua rumah tangga ramai-ramai membeli bahan pokok untuk persiapan hidangan spesial. Kedua, pasokan di pasar seringkali tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan ini. Akibatnya, tingginya permintaan langsung mendongkrak harga karena stok yang ada tak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Tak hanya itu, masalah distribusi juga kerap menjadi kendala. Truk pengangkut bahan pangan kadang terlambat sampai akibat padatnya arus mudik. Belum lagi, cuaca ekstrem akhir-akhir ini turut memengaruhi hasil panen, sehingga stok cabai, bawang, dan komoditas lainnya jadi lebih terbatas.

Jadi, kombinasi antara permintaan tinggi, pasokan terbatas, plus kendala logistik inilah yang akhirnya bikin harga pangan meroket. Kalau kamu mau hemat, sebaiknya belanja lebih awal atau cari alternatif bahan yang harganya lebih stabil! Selain itu, faktor distribusi dan cuaca juga bisa memengaruhi fluktuasi harga.

Nah, buat kamu yang mau belanja Idul Adha, sebaiknya cek harga dulu biar nggak kaget!

(Sumber: Data PIHPS Nasional, Bank Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *