Erupsi Gunung Sinabung, 21 Penerbangan di Kualanamu Terpaksa Dibatalkan

Diposting pada 7 views

DELI SERDANG, Checkbind.com – Bayangkan hiruk-pikuk khas Bandara Kualanamu yang tiba-tiba berubah hening dan mencekam. Gunung Sinabung di Kabupaten Karo meletus dahsyat. Letusan itu memaksa maskapai membatalkan 21 penerbangan. Tak pelak, angka fantastis itu langsung bikin para calon penumpang dan awak pesawat terperangah.

Gunung Sinabung menyemburkan kolom abu vulkanik raksasa setinggi 3,5 kilometer pada Senin (31/8/2026). Abu panas nan tebal itu langsung menyebar liar ke sejumlah wilayah dan mengganggu jalur udara di sekitar Kualanamu.

Manager Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, angkat bicara. Ia menyatakan sebaran abu vulkanik itu ekstrem. Abu tersebut memaksa sejumlah maskapai menyesuaikan operasional.

Mereka pun menunda jadwal penerbangan, mengubah rute perjalanan, bahkan membatalkan beberapa rute domestik dan internasional secara terang-terangan.

Hikmat menegaskan bahwa pihaknya bersama para maskapai tidak mengambil langkah penyesuaian ini secara sembarangan. “Kami tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujarnya. Ia bicara tegas kepada awak media, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan data sementara, timnya mencatat 20 penerbangan dari dan menuju Kualanamu batal total. Selain itu, sejumlah penerbangan lain juga mengalami keterlambatan cukup panjang serta pergeseran jadwal yang signifikan.

Hikmat mengingatkan publik bahwa jumlah penerbangan yang terkena dampak masih terus berubah secara dinamis. Perkembangan sebaran abu vulkanik memengaruhi angka tersebut. Begitu pula keputusan operasional masing-masing maskapai.

Yang menarik, mari hitung akumulasi sejak Minggu (30/8/2026). Timnya mencatat total 21 penerbangan. Semuanya sudah pasti batal dan mereka umumkan ke publik.

Bandara Kualanamu Sempat Ditutup Sementara

Erupsi ini bahkan sempat membuat otoritas bandara menutup sementara seluruh operasional Kualanamu. Hikmat menjelaskan penutupan aerodrome. Penutupan terjadi pada Selasa (1/9/2026). Mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB.

Abu vulkanik Gunung Sinabung menjadi biang keladi. Pihaknya terus memperbarui informasi. Mereka melakukan pembaruan secara berkala sesuai kondisi lapangan.

Sebelum penutupan resmi, pihak Bandara Kualanamu mengumumkan penyesuaian. Penyesuaian menyasar sejumlah jadwal penerbangan. Aktivitas erupsi yang kian meningkat jadi pemicunya.

“Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas erupsi, kami sesuaikan jadwal penerbangan di Kualanamu,” tulis mereka dalam pengumuman resmi. Mereka menyebarkan pengumuman itu secara luas.

Pihak bandara kemudian mengimbau seluruh pengguna jasa. Mereka harus mengecek status dan jadwal. Cek melalui maskapai masing-masing. Lakukan sebelum berangkat ke bandara.

Otoritas Bandara Kualanamu juga menyampaikan permohonan maaf. Mereka terbuka kepada seluruh penumpang. Maaf atas penundaan dan penyesuaian yang terjadi.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” tulis mereka. “Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama.” Itu tertulis dalam pernyataan resmi.

Pihak maskapai dan otoritas bandara melakukan penyesuaian operasional dengan sangat cermat dan penuh kalkulasi. Mereka mempertimbangkan perkembangan sebaran abu vulkanik dan juga mengedepankan keselamatan dan keamanan. Mengambil setiap keputusan dengan cermat. Mereka tidak membiarkan risiko mengancam jiwa penumpang.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *