Checkbind.com – Kondisi warga Desa Jontona di Lembata kini sangat mencekam. Masyarakat setempat harus menanggung beban berat akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok. Bencana ini terus mengganas tanpa henti. Warga tidak bisa lagi menikmati udara segar di pemukiman mereka. Selimut abu tebal kini menutupi seluruh desa dan membawa ancaman nyata.
Kepala Desa Jontona, Nikolaus Ake Watun, membeberkan kenyataan pahit ini. Ia menegaskan bahwa sektor pertanian warga telah lumpuh total. Hujan pasir dan endapan abu halus melahap perkebunan warga. Gas beracun yang terbawa angin juga membakar dedaunan tanaman. Akibatnya, tanaman produktif milik petani langsung membusuk dan gagal panen.
Selain melumpuhkan ladang, bencana ini menyerang pakan ternak warga. Rumput segar kini terlapisi debu berbahaya yang mengandung zat kimia. Alhasil, puluhan sapi dan kambing milik warga mendadak jatuh sakit. Ternak-ternak tersebut menjadi lemas dan kehilangan nafsu makan secara drastis.
“Pakan ternak sudah terkontaminasi abu vulkanik, belerang dan gas beracaun,” ujar Nikolaus saat dihubungi, Minggu (20/9/2026). Pernyataan jujur ini menjadi bukti kritisnya krisis pangan ternak di sana. Padahal, hewan ternak merupakan tabungan paling berharga bagi warga pedesaan.
Selanjutnya, Nikolaus memaparkan bahaya pada sektor air bersih warga. Semburan material vulkanik terus meracuni lingkungan pemukiman tanpa henti.
Sumber air minum warga mengalami pencemaran tingkat tinggi. Gas belerang berbahaya meresap langsung ke dalam bak-bak penampungan. Selain itu, abu vulkanik tebal mengubah warna dan rasa air. Air menjadi sangat keruh serta berbau menyengat. Warga pun kehilangan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Oleh karena itu, kesehatan warga desa mulai menurun drastis. Nikolaus mengungkapkan bahwa masyarakat terus terpapar racun udara secara langsung. Kondisi ini memicu munculnya berbagai keluhan penyakit di tengah warga.
“Banyak warga mengeluh batuk, pilek, demam, dan penyakit lainnya,” katanya. Akibatnya, ribuan jiwa di desa tersebut kini terancam bahaya kesehatan.
Melihat kondisi kritis ini, warga sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah. Nikolaus memohon bantuan tanggap darurat agar segera tiba di lokasinya.
Warga sangat membutuhkan pasokan masker medis dan obat-obatan pernapasan. Mereka juga memerlukan alat pelindung kepala dari paparan abu vulkanik. Selain itu, bantuan sembako, beras, mi instan, dan air bersih sangat mendesak. Tanpa logistik tersebut, krisis kesehatan dan kelaparan dapat timbul.
Lebih lanjut, aktivitas erupsi Gunung Ile Lewotolok meningkat drastis sebulan terakhir. Pos pengamatan bahkan mencatat lebih dari 300 kali letusan dalam sehari. Dentuman gemuruh terus menggetarkan tanah dan melontarkan abu ratusan meter.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak, khususnya kami di Desa Jontona,” tandasnya. Harapan besar kini berada di tangan pemerintah demi keselamatan warga.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



