JAKARTA, Checkbind.com – Hidup keras di Ibu Kota memaksa Abi (37), mantan sales sebuah perusahaan swasta, nekat mengikuti tes fisik berat demi lolos jadi Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Pria SMA ini mengaku sudah “terdampar” menganggur selama setahun setelah kena PHK. “Dulu saya sales, tiba-tiba kena efisiensi. Setelah itu, satu tahun lebih nganggur sampai sekarang,” cerita Abi di Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Selasa (8/7/2025).
PHK, Lamaran Menguap, Akhirnya Rela “Perang” di Got
Abi sudah “menghujani” puluhan perusahaan dengan lamaran kerja. Sayangnya, nasib tak kunjung berpihak. “Selembar pun tak ada yang balas. Padahal, saya butuh kerja!” keluhnya. Tanpa pilihan lain, ia pun memutuskan “turun ke medan perang” jadi PPSU—bahkan siap masuk got kotor sekalipun. “Saya rela! PPSU kan memang tugasnya begitu. Yang penting halal dan bisa menghidupi keluarga,” tegasnya penuh semangat.
Tak sendirian, Ali (35) juga “terjepit” situasi serupa. Meski punya pengalaman jadi admin di perusahaan swasta, ia gagal dapat kerja tetap. “Jakarta itu keras. Lowongan admin banyak, tapi saingannya makin gila,” ujarnya. Akhirnya, ia memilih “ganti seragam” dari kemeja rapih di ruang ber-AC jadi pasukan oranye PPSU. “Jijik? Enggak lah! Saya siap bersih-bersih apa saja. Malu? Kerja halal mana ada yang memalukan!” tandas Ali.
1.023 Lowongan PPSU: “Jembatan” bagi Penganggur Jakarta
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta membuka rekrutmen besar-besaran untuk 1.023 formasi PPSU di 239 kelurahan. Pelaksana Harian Kepala Biro Pemerintahan Setda DKI, Muhammad Faisol, menegaskan lowongan ini jadi “pelampung” bagi warga yang kesulitan kerja. “Ini kesempatan emas untuk berkontribusi sambil dapat penghasilan,” kata Faisol, Selasa (24/6/2025).
Kenapa PPSU Jadi “Primadona”?
- Gaji Pasti + Tunjangan: Meski gaji tak fantastis, PPSU menjanjikan kepastian pendapatan plus tunjangan—sesuatu yang langka bagi penganggur Jakarta.
- Minim Syarat: Hanya perlu ijazah SMA dan fisik kuat, tanpa tes ribet seperti di korporat.
- Prospek Stabil: Tak perlu khawatir kena PHK karena statusnya tenaga kontrak Pemprov.
Fakta Mengejutkan di Balik PPSU
- Got Jadi “Kantor Baru”: Banyak mantan karyawan kantoran seperti Abi dan Ali yang kini “bertarung” dengan sampah dan limbah.
- Mental Baja: Mereka harus siap kerja fisik berat, dari angkut sampah hingga bersihkan banjir—tugas yang sering dihindari banyak orang.
- Kesempatan Naik Pangkat: Beberapa PPSU berprestasi bisa diangkat jadi tenaga honorer tetap dengan gaji lebih baik.
Kata Pakar: “PPSU Bukti Ketahanan Warga Jakarta”
Ekonom UI, Dr. Ahmad Syafik, menyebut fenomena ini sebagai “survival mode” di tengah tingginya pengangguran ibu kota. “PPSU bukan sekadar pekerjaan, tapi bukti kegigihan warga Jakarta bertahan di tengah krisis lapangan kerja,” paparnya.
Kisah Abi dan Ali membuktikan: di Jakarta, “ngotot” saja tak cukup. Butuh mental baja dan fleksibilitas tinggi. “Saya rela kotor demi sesuap nasi. Daripada menganggur, mending kerja halal!” pungkas Ali.
Baca Juga: Longsor Terjang 2 Kampung di Sukabumi! 1 Korban Tewas



