Ambulans ‘Emergency’ Ternyata Angkut Solar Ilegal!

Diposting pada 5 views

KENDARI, Checkbind.com – Sebuah ambulans milik puskesmas di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra), tiba-tiba jadi sorotan. Ambulans ini ketahuan mengangkut puluhan jeriken berisi solar subsidi ilegal. Yang bikin heboh, ambulans ini meluncur ke pelabuhan kecil (Jetty) milik perusahaan tambang di Kecamatan Moramo Utara.

Sopir Ngaku Emergency, Tapi Isinya Solar!
Petugas keamanan PT Hoffman, Zainuddin, curiga saat melihat ambulans itu melintas. Ia menghentikan kendaraan tersebut dan menanyakan tujuan sang sopir. “Dia bilang lagi darurat, tapi kok jalannya ke pelabuhan?” ujar Zainuddin via telepon pada Jumat (25/7/2025).

Rasa penasaran mendorong rekan Zainuddin memeriksa bagian dalam ambulans. Hasilnya? Jeriken-jeriken berisi solar berserakan di dalamnya! “Teman saya langsung teriak, ‘Ini ambulans atau truk solar?!” cerita Zainuddin.

Perusahaan Khawatir Kena Getahnya
Zainuddin segera mendatangi pos keamanan PT Ramadhan untuk memastikan tujuan ambulans tersebut. Ternyata, sopirnya mengarah ke Jetty PT Ramadhan. “Kami khawatir perusahaan kami ikut kena imbas hukum kalau sampai ada masalah,” tambahnya.

Sampai berita ini naik, pihak PT Ramadhan belum memberikan pernyataan resmi.

Dinkes Konawe Selatan Buka Suara: “Ini Oknum Sopir!”
Kepala Dinas Kesehatan Konawe Selatan, dr Boni Lambang Pramana, langsung angkat bicara. Ia menegaskan bahwa ambulans tersebut memang milik Puskesmas Keliling Laonti, tapi oknum sopir memakainya tanpa izin.

“Sopirnya sedang diperiksa Polres Konawe Selatan. Kami juga sudah menelusuri internal,” tegas dr Boni.

Alibi Sopir: Antar Jenazah, Tapi Kok Malah Bawa Solar?
Menurut dr Boni, pagi itu ambulans masih melayani warga. Sopirnya mengantar jenazah dari RS Kendari ke Pelabuhan Lapuko di Moramo. Namun, setelah itu, aktivitasnya tidak terpantau lagi.

“Kami minta maaf atas kejadian ini. Kalau terbukti bersalah, kami akan memberikan sanksi tegas,” tegas dr Boni.

Dinkes Konawe Selatan berjanji akan mengevaluasi sistem pengawasan ambulans agar kasus serupa tidak terulang. “Kami berkomitmen meningkatkan pelayanan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *