MAJALENGKA, Checkbind.com — Tim gabungan kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca alias OMC. Dalam aksi ini, target operasi menyasar langit Jawa Barat pas hari Minggu, 25 Oktober 2026. Makanya, warga sekitar langsung heboh menyaksikan pergerakan pesawat di udara. Apalagi, pesawat tersebut terus terbang tanpa henti seharian penuh. Lagipula, langkah taktis ini langsung menyedot perhatian publik luas. Pasalnya, kondisi kekeringan di beberapa daerah emang lagi kritis banget. Oleh sebab itu, para kru penerbang langsung tancap gas. Bahkan, kekeringan ini dikhawatirkan mengancam pasokan air warga.
Nah, pesawat armada udara Cessna C208B PK-ALA sukses merampungkan tiga sorti penerbangan. Dalam penerbangan ini, pesawat memboyong total 3.000 kilogram bahan semai natrium klorida. Tentu saja, jumlah ini setara dengan 3 ton garam murni. Lanjut lagi, para ahli meteorologi sengaja memilih senyawa garam dapur ini. Sebab, sifat higroskopis garam terbukti ampuh menyerap kelembapan udara angkasa. Buntutnya, partikel garam murni langsung memaksa butiran air mikro menempel. Akibatnya, butiran air tersebut saling bertabrakan lalu jatuh menjadi hujan lebat.
Nggak cuma itu, tim ahli sengaja merancang misi OMC ini. Tujuannya, mereka ingin menyelamatkan lingkungan dari ancaman bencana kekeringan parah. Maka dari itu, tim penerbang terus menggenjot potensi curah hujan lokal. Hebatnya, tim ilmuwan nggak asal menebar garam dari ketinggian angkasa. Malahan, kru pesawat fokus menyemai natrium klorida ke dalam perut awan. Khususnya, kru memilih awan matang yang siap memuntahkan air hujan segar. Hasilnya, proses fisika pembentukan titik air berjalan jauh lebih cepat.
Selain itu, seluruh pergerakan armada udara ini berpusat di lokasi strategis. Nantinya, pesawat penyemai garam lepas landas langsung dari Bandar Udara Kertajati, Majalengka. Lagipula, Pangkalan Kertajati dipilih oleh tim gabungan gara-gara punya fasilitas navigasi canggih. Sebab, bandara ini memiliki fasilitas radar penerbangan super canggih. Bahkan, posisi geografisnya sangat pas buat menjangkau titik krisis cuaca. Sehingga, pesawat bisa menjangkau seluruh area tanpa membuang-buang bahan bakar penerbangan.
Selanjutnya, tim penerbang sengaja merancang rute jelajah taktis udara ini. Dalam rute ini, mereka mengincar kawasan-kawasan kritis yang sangat butuh pasokan air. Oleh karena itu, kru pesawat langsung terbang mengitari perbatasan lima kabupaten. Rinciannya, rute meliputi Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Ciamis, hingga Majalengka. Terus, pesawat bermanuver menerjang angkasa Purwakarta dan wilayah Subang. Selain itu, kru juga menyasar bagian selatan Karawang demi menyebar garam merata.
Di samping itu, aksi sigap para penerbang memancing apresiasi hangat. Secara khusus, Komandan Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan menyampaikan dukungannya. Malahan, beliau melontarkan pujian setinggi-tingginya atas kelancaran Misi Modifikasi Cuaca ini. Tentu saja, Komandan Lanud mendukung penuh aksi heroik para personel udara profesional.
“Nah, kami berharap Operasi Modifikasi Cuaca ini sanggup meningkatkan curah hujan,” ujar Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan. Ternyata, pernyataan tersebut disampaikan oleh beliau pas memberikan keterangan resmi kepada wartawan. Oleh sebab itu, pihak Lanud terus mengawal keamanan lalu lintas penerbangan. Dengan begitu, mereka menjamin aksi penyemaian garam dari langit berjalan sangat lancar.
Bahkan, kesuksesan misi udara ini merupakan hasil kerja sama solid. Tercatat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana alias BNPB menggandeng Alkonost Aviasi Indonesia. Pasalnya, lembaga pemerintah ini paham betul peta lokasi rawan bencana kekeringan. Sementara itu, Alkonost Aviasi menerbangkan pilot-pilot kawakan kelas atas. Alhasil, kolaborasi ini membuat eksekusi pembuatan hujan buatan berjalan sangat efektif.
Bikin Penasaran, Gimana Sih Detail Penerbangan 3 Sorti OMC Ini di Langit?
Lalu, pada penerbangan sorti pertama, penyemaian garam difokuskan di zona perbatasan lima kabupaten. Secara spesifik, kru pesawat menyisir area Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Ciamis, hingga Majalengka. Malahan, penyemaian garam menyasar kawasan khusus sekitar Gunung Ciremai. Pada penerbangan pembuka ini, pesawat membawa 1.000 kilogram garam NaCl. Kemudian, kru menerbangkan armada pada ketinggian krusial 9.500 hingga 11.000 kaki. Saat terbang, para pilot sengaja berburu gumpalan awan Cumulus Congestus. Nggak cuma itu, kru juga memanfaatkan keberadaan awan Cumulus aktif pembawa uap air.
Berikutnya, pesawat langsung melanjutkan penyemaian awan pada sorti kedua. Di sorti ini, tim mengincar angkasa wilayah Purwakarta, Subang, hingga Karawang bagian selatan. Selanjutnya, penerbangan kedua ini dilakukan pada ketinggian rentang 5.000 hingga 10.000 kaki. Pada saat yang sama, armada kembali mengangkut 1.000 kilogram natrium klorida. Akibatnya, wilayah yang terancam kekeringan langsung mendapatkan pasokan uap basah.
Akhirnya, sorti ketiga dipusatkan penuh tepat di area Kertajati. Secara teknis, wilayah penyemaian melingkupi jangkauan radial 0 sampai 360 derajat. Di samping itu, kru pesawat memperhitungkan estimasi jarak 0 hingga 30 mil laut. Sama seperti sorti sebelumnya, penerbangan berlangsung pada ketinggian 5.000-10.000 kaki. Terakhir, pesawat menyiramkan 1.000 kilogram bahan semai garam NaCl sisa. Berkat aksi 3 sorti ini, langit Jabar siap menurunkan hujan lebat.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



