Ladang Kentang di Brakseng Kota Batu Porak-poranda Akibat Aksi Maling

Diposting pada 3 views

BATU, Checkbind.com – Sebuah video mengejutkan merebak di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan lahan kentang di Brakseng, Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, dalam kondisi hancur. Warga setempat langsung gempar. Pasalnya, pelaku mencabut paksa tanaman kentang muda itu sebelum masa panen tiba

Dalam video tersebut, seorang warga menunjukkan pemandangan memilukan. Lahan pertanian tampak berantakan. Tanaman kentang yang masih kecil berserakan di mana-mana. Beberapa umbi bahkan tercabut dari akarnya. Kondisi ini sontak memicu kemarahan para petani di kawasan tersebut.

Narasi yang menyertai video menyebutkan aksi pencurian ini terjadi di Brakseng. Warga sekitar pun mengaku kejadian serupa sudah beberapa kali melanda area itu. Mereka kini ketakutan. Para petani mulai waspada terhadap ulah tangan jahil yang mengancam hasil bumi mereka.

Kapolsek Bumiaji, AKP Anton Hendry Subagijo, langsung merespons cepat. Pihaknya telah menerima laporan resmi dari pemilik kebun. “Benar ada dugaan pencurian di kebun kentang,” ujar Anton. “Kami sudah menerima laporannya,” tambahnya saat dikonfirmasi pada Selasa (4/8/2026).

Anton menjelaskan fakta penting dari hasil penyelidikan awal. Tanaman sasaran masih berusia muda. Belum waktunya panen. Pelaku mencabut langsung tanaman itu dari tanah. “Informasinya tanaman itu masih muda,” tegas Anton. “Belum waktunya panen. Jadi dicabut atau dibedol,” lanjutnya.

Polisi menemukan sejumlah petunjuk di lokasi kejadian. Petunjuk itu mengarah kuat pada dugaan pencurian. Tanaman kentang berserakan di lahan. Karung goni juga masih tergeletak. Pelaku bahkan meninggalkan sebagian kentang yang sudah dicabut. “Karena keburu diketahui penjaga kebun,” jelas Anton. “Kemungkinan pelaku langsung melarikan diri,” tambahnya.

Anton memaparkan bukti-bukti lain di lapangan. “Ada karung goni yang belum sempat digunakan,” ungkapnya. “Kentang yang sudah dicabut juga masih tertinggal di lokasi,” sambungnya. Semua temuan ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut tergagalkan. Penjaga kebun berhasil menggagalkan pencurian itu.

Pemilik kebun tentu merugi akibat kejadian ini. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 1 juta. Angka ini mungkin terlihat kecil. Namun, bagi petani, ini tetap menyakitkan. Mereka sudah bersusah payah merawat tanaman. Kini hasil jerih payah itu hilang sia-sia.

Polsek Bumiaji kini terus mendalami kasus ini. Mereka menelusuri informasi yang beredar di media sosial. Isu pencurian berulang di kawasan itu pun turut diselidiki. Anton mengakui fakta menarik dari laporan masyarakat. “Informasinya begitu,” ujarnya. “Namun dari pemilik lahan jarang ada yang laporan,” tambahnya.

Anton menduga ada alasan di balik minimnya laporan. “Mungkin karena kerugian yang dialami tidak terlalu banyak,” jelasnya. Petani kerap memilih bungkam. Mereka enggan repot melapor ke polisi. Padahal, aksi pencurian ini tetap melanggar hukum. Polisi pun berupaya mengubah pola pikir itu.

Polsek Bumiaji langsung bergerak cepat setelah menerima laporan. Mereka tidak tinggal diam. Polisi berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Mereka juga mengajak masyarakat berperan aktif. Tujuannya jelas: mencegah aksi serupa terulang di masa depan.

Langkah konkret pun segera diambil. Polisi meningkatkan patroli di kawasan perkebunan. Mereka juga mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan. Polisi akan menggalakkan siskamling di area pertanian.. “Kami koordinasikan dengan pemerintah desa setempat,” kata Anton. “Salah satunya dengan mengatur jadwal patroli,” lanjutnya. “Dan siskamling di area pertanian,” pungkasnya.

Dengan pengamanan yang lebih ketat ini, petani mulai bernapas lega. Mereka berharap tidak ada lagi pencurian di kebun mereka. Polisi pun mengajak masyarakat waspada terhadap aktivitas mencurigakan. Keamanan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Polisi dan warga kini bahu-membahu menjaga lahan pertanian.

Sudah sepantasnya para petani di Kota Batu mendapatkan rasa aman. Sebab, mereka adalah tulang punggung pangan daerah. Oleh karena itu, jangan biarkan ulah segelintir orang merusak perjuangan mereka. Di sisi lain, polisi berjanji terus mengawal kasus ini. Bahkan, pelaku akan dikejar dan ditindak tegas. Dengan demikian, semua pihak kini bersatu melawan aksi kriminal di sektor pertanian.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *