VW Pangkas Investasi Rp 2.651 Triliun, 100.000 Karyawan dan 4 Pabrik Jadi Korban Efisiensi

Diposting pada 7 views

JAKARTA, Checkbind.com – Dunia otomotif Eropa sedang gempar! Raksasa Jerman, Volkswagen (VW), kabarnya menyiapkan langkah paling ekstrem sepanjang sejarah 90 tahun perusahaan. Mereka berencana memecat sekitar 100.000 pekerja dan menghentikan produksi di empat pabrik dalam negeri dalam beberapa tahun ke depan. Kabar ini pertama kali bocor dari media Jerman, Manager Magazin, pada Jumat (26/6/2026), lalu dikutip CNBC keesokan harinya.

Jika rencana ini terwujud, jumlah pekerja yang terkena PHK itu setara dengan 15 persen dari total karyawan Volkswagen. Angka ini bukan main besarnya! Langkah ini menjadi strategi utama VW untuk bertahan di tengah persaingan sengit, terutama melawan gempuran mobil-mobil China yang terus menguasai pasar global.

Investasi Dipangkas Triliunan, Pabrik-Pabrik Besar Jadi Korban!

Perusahaan juga berencana menekan belanja investasi hingga 15 persen. Nilainya hanya tersisa sedikit di atas 130 miliar euro untuk lima tahun ke depan. Dengan kurs Rp 20.398 per euro, jumlah itu setara sekitar Rp 2.651 triliun! Penghematan raksasa ini tentu punya dampak besar.

Manager Magazin melaporkan, VW akan menghentikan operasi di pabrik Hanover, Zwickau, Emden, dan fasilitas Audi di Neckarsulm. Sebelumnya, VW memang sudah mengumumkan program efisiensi dan pengurangan karyawan. Namun angka 100.000 ini jauh lebih tinggi dari perkiraan awal yang hanya 50.000 hingga 2030. Artinya, tekanan yang mereka hadapi kini jauh lebih berat.

Janji Manis ke Serikat Pekerja Terancam Ingkar!

Yang memicu kemarahan adalah rencana ini bertolak belakang dengan kesepakatan bersama serikat pekerja pada akhir 2024 lalu. Saat itu, VW berjanji tidak akan menutup pabrik dan menjamin tidak ada PHK paksa hingga 2030. Kini kabar ini bagaikan tamparan keras bagi para buruh yang sudah merasa aman.

Juru bicara VW pun angkat bicara. Ia menolak mengomentari dokumen internal yang bocor itu. “Kami tidak mengomentari dokumen internal yang bersifat rahasia,” ujarnya kepada CNBC. Meski begitu, ia menegaskan keputusan final tetap akan diambil oleh organ tata kelola perusahaan. Ia juga mengakui bahwa seluruh grup VW harus menjalani perubahan besar. Namun pernyataan ini tidak meredakan gejolak.

Serikat Pekerja Angkat Suara: Kami Siap Lawan!

Dewan Pekerja Umum Volkswagen dan serikat IG Metall langsung merespons dengan tegas. Mereka menyatakan akan menentang habis-habisan rencana ini jika benar-benar dijalankan. “Kami akan mencegahnya dengan seluruh kemampuan kami,” tegas mereka dalam pernyataan bersama. Konflik antara manajemen dan buruh pun kian memanas.

Dampaknya langsung terasa di pasar saham. Harga saham VW turun sekitar 0,2 persen pada Jumat lalu. Sepanjang tahun ini, saham mereka sudah merosot lebih dari 25 persen. Investor pun mulai kehilangan kepercayaan.

Hingga akhir kuartal I 2026, VW masih mempekerjakan sekitar 657.400 orang. Jika PHK 100.000 pekerja benar-benar terjadi, itu berarti 15 persen dari total tenaga kerja harus kehilangan pekerjaan. Pemandangan pilu ini sangat mungkin terjadi di tengah gempuran disrupsi industri otomotif yang kian tak terhindarkan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *