KPK Gali Aliran Dana CSR, Periksa Model yang Juga Eks Staf DPR

Diposting pada 2 views

JAKARTA, Checkbind.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang publik dengan memanggil sosok mengejutkan dalam kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia dan OJK. Siapa lagi kalau bukan Fitri Assiddikki, mantan staf ahli anggota DPR Heri Gunawan yang juga berprofesi sebagai model cantik.

Lembaga antirasuah itu menjadwalkan pemeriksaan terhadap Fitri di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (23/6/2026). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan jadwal ini kepada awak media dalam jumpa pers singkat.

Meski demikian, Budi masih tutup mulut rapat-rapat mengenai materi pemeriksaan yang akan ia gali dari sang model. Publik pun menanti-nanti kabar terbaru dari kasus yang melibatkan dua lembaga keuangan negara bergengsi ini.

Fitri Membandel! Panggilan Pertama Diabaikan Begitu Saja

Sebelum kisruh panggilan kedua ini, KPK lebih dulu melayangkan surat panggilan kepada Fitri pada Senin (15/6/2026). Namun, mantan staf ahli yang juga berparas ayu ini dengan tega mangkir dari panggilan penyidik.

Budi Prasetyo menceritakan kronologi mengejutkan ini saat jumpa pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Senin lalu. “Hingga sore hari itu, Saudari F tidak menunjukkan batang hidungnya sama sekali,” keluh Budi dengan nada kecewa.

Tim KPK kemudian menyisir setiap kemungkinan, mencari apakah Fitri memberikan konfirmasi resmi mengenai ketidakhadirannya. Penyidik terus mendalami alasan di balik pembangkangan model cantik itu terhadap panggilan hukum.

Dalam pengembangan kasus ini, KPK memfokuskan penyelidikan pada penelusuran aset-aset mencurigakan dan aliran dana yang diduga kuat berhubungan dengan kasus CSR BI dan OJK. Tim khusus pemberantasan korupsi membidik setiap celah keuangan mencurigakan.

Budi pun mengeluarkan peringatan keras bahwa KPK tidak segan-segan melakukan upaya paksa jika Fitri terus bersikap tidak kooperatif. “Kami akan pertimbangkan semua opsi, termasuk apakah ada konfirmasi ketidakhadiran atau tidak,” tegas Budi dengan mimik serius.

Bukan isapan jempol belaka, KPK bergerak cepat dengan menyita satu unit mobil mewah merek Hyundai Palisade dari kediaman Fitri Assiddikki pada Senin (20/10/2025). Heri Gunawan diduga kuat memberikan mobil bergaya SUV premium ini kepada Fitri, dan ia membelinya dari uang hasil korupsi.

KPK juga mengendus fakta mencengangkan bahwa Heri Gunawan, sang anggota DPR, diduga menyodorkan uang tunai lebih dari Rp 2 miliar kepada Fitri. Jumlah fantastis ini mengejutkan publik dan menjadi salah satu temuan paling mengagetkan dalam kasus ini.

Budi Prasetyo membeberkan temuan ini di hadapan awak media pada Senin lalu. “Heri Gunawan diduga kuat mentransfer dana melebihi Rp 2 miliar kepada Fitri Assiddikki, dan penyidik kami juga menyita satu unit kendaraan roda empat senilai sekitar Rp 1 miliar yang Heri belikan untuk Fitri,” ujar Budi.

Fakta lain yang tak kalah mengejutkan muncul dari temuan uang asing dalam pecahan Dollar Singapura dan Dollar Amerika. Budi menambahkan bahwa Heri Gunawan memberikan sejumlah uang USD dan SGD senilai ratusan juta rupiah kepada Fitri, lalu Fitri menukarkan uang tersebut di money changer.

Penukaran mata uang asing ini memberikan petunjuk penting bagi penyidik dalam melacak aliran dana korupsi. Tim KPK terus merunut setiap transaksi mencurigakan yang melibatkan para tersangka dalam kasus ini.

KPK Gali Lebih Dalam Aliran Dana dan Pemberian Aset

Hari ini, KPK akhirnya berhasil memeriksa Fitri Assiddikki sebagai saksi kunci dalam kasus dugaan korupsi dana CSR BI dan OJK. Pemeriksaan berlangsung intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, dengan tim penyidik menggali informasi sedalam-dalamnya.

“Saksi akhirnya hadir, dan kami mendalami Saudari Fitri terkait aliran uang serta pemberian aset dari Heri Gunawan,” ungkap Budi Prasetyo dengan nada bersemangat.

Penyidik menyelidiki secara mendalam setiap transaksi yang mengarah pada dugaan bahwa aset dan uang tersebut berasal dari tindak pidana korupsi program sosial atau CSR Bank Indonesia maupun OJK. Tim khusus KPK menganalisis setiap transaksi keuangan dengan cermat dan teliti.

Kasus ini menyedot perhatian publik karena melibatkan model sekaligus staf ahli anggota DPR yang diduga menerima fasilitas mewah dari hasil korupsi. Dugaan aliran uang negara ke kalangan selebriti dan staf legislatif menyulut sorotan tajam masyarakat dalam penanganan kasus ini.

KPK berkomitmen mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya tanpa kompromi. Setiap bukti dan keterangan saksi akan menjadi pijakan penting bagi KPK dalam mengungkap jaringan korupsi yang melibatkan CSR dua lembaga keuangan terkemuka di Indonesia.

Masyarakat menanti dengan antusias setiap perkembangan kasus ini dan berharap KPK dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat. Masyarakat menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus korupsi yang melibatkan uang negara ini.

Proses hukum terhadap Fitri Assiddikki dan Heri Gunawan berlanjut dengan pengumpulan bukti-bukti tambahan dari berbagai sumber. KPK tidak memberi ruang bagi siapa pun yang mencoba menghalangi proses penyidikan kasus ini.

Kasus ini mengingatkan kita bahwa kita harus terus menggalakkan pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. Siapapun yang terlibat, baik dari kalangan legislatif, staf ahli, maupun kalangan selebriti, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pengungkapan kasus ini mendorong pengelolaan dana CSR di lembaga-lembaga negara menjadi lebih transparan dan akuntabel ke depannya. KPK terus bekerja tanpa lelah memastikan tidak ada lagi penyalahgunaan uang negara untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *