Polisi Tahan 4 Tersangka Penganiayaan di Labura, Satu di Antaranya Anggota TNI Aktif

Diposting pada 4 views

LABUHANBATU UTARA, Checkbind.com – Kasus penganiayaan yang merenggut nyawa seorang ayah dari empat anak berhasil diungkap polisi. Petugas menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam peristiwa nahas yang menimpa Luis David Hutabarat (32), warga Kabupaten Labuhanbatu Utara. Satu di antara para tersangka mengejutkan publik karena ternyata anggota TNI aktif, sementara tiga lainnya bekerja sebagai petugas keamanan perusahaan sawit.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu, AKP M Jihad Fajar Balman, memberikan kepastian terkait penanganan kasus ini. Pihaknya menahan ketiga tersangka yang kini sudah berada dalam tahanan kepolisian berinisial B, IFK, dan KMH. “Benar, kami menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka semua sekuriti PT Agrinas,” terang Jihad melalui sambungan telepon pada Sabtu (20/6/2026).

Penyidik kepolisian membagi penanganan perkara ini ke dalam dua berkas berbeda. Hal ini mereka lakukan lantaran korban tidak hanya seorang diri, melainkan dua rekannya yakni Doni Romadan dan Sutomi juga turut menjadi korban penganiayaan dalam insiden yang sama. Ketiga tersangka yang merupakan personel keamanan swasta kini mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, petugas menyerahkan anggota TNI berinisial Serma BD kepada Subdenpom I/1-2 Rantauprapat. Pihak kepolisian melakukan penyerahan ini agar penanganan kasus terhadap oknum militer tersebut berjalan sesuai mekanisme hukum militer. Subdenpom pun akan memprosesnya secara khusus dan profesional.

Komandan Distrik Militer 0209/Labuhanbatu, Letkol Kav Hanung Kaptiaji, membenarkan penetapan tersangka terhadap Serma BD. “Kami menetapkan tersangka terhadap Serma BD. Terhadap anggota TNI aktif yang terbukti melanggar, kami kenakan pasal penganiayaan,” ujar Hanung dengan tegas pada Jumat (19/6/2026).

Hanung memberikan klarifikasi bahwa Serma BD bukanlah pihak yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Namun, karena terlibat dalam peristiwa tersebut, prajurit dari Kodam Iskandar Muda, Aceh, itu tetap menjalani proses hukum. Saat ini, pihaknya sudah melimpahkan berkas perkara ke Subdenpom I/1-2 Rantauprapat dan aparat militer menahannya.

NAHAS! Perjalanan Pulang Berujung Maut

Kronologi kejadian memilukan ini bermula pada Selasa (16/6/2026) siang di kawasan Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh. Kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Nasution, menceritakan duka mendalam. Luis saat itu bersama empat rekannya dalam perjalanan pulang setelah beraktivitas di kebun milik mertuanya. Namun, perjalanan yang seharusnya damai itu berubah menjadi malam mengerikan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sekelompok orang tiba-tiba mencegat rombongan yang mengendarai dua unit sepeda motor itu. Mereka adalah petugas keamanan PT Agrinas. “Begitu tiba di lokasi, rombongan korban langsung mereka cegat. Jumlah mereka sekitar enam orang dan mengendarai lima sepeda motor,” tutur Surya mengisahkan detik-detik kejadian.

Situasi semakin mencekam ketika salah satu pelaku menabrak sepeda motor korban dengan sengaja hingga terjatuh. Dalam suasana panik dan ketakutan, Luis berusaha melarikan diri menyelamatkan nyawanya. Namun, upayanya gagal. Para pelaku berhasil menangkapnya. “Korban pun mereka tangkap dan di situlah mereka menganiaya dia dengan kejam,” tambah Surya dengan nada bergetar.

Tak lama setelah penganiayaan itu terjadi, warga setempat menemukan Luis tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan. Keluarga yang datang ke lokasi pun sontak histeris melihat kondisi tubuh Luis yang memar di bagian wajah dan lehernya. Pemandangan itu benar-benar menyayat hati, terlebih lagi mereka tahu bahwa Luis adalah tulang punggung keluarga.

DUKA MENDALAM: Meninggalkan Istri dan Empat Anak Yatim

Di balik kasus hukum ini, tersimpan duka sangat dalam bagi keluarga besar Luis David Hutabarat. Kepergian Luis meninggalkan luka tak tergantikan. Ia pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan seorang istri dan empat orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang dan nafkahnya. “Korban ini sehari-hari bekerja sebagai tukang muat dan timbang buah sawit. Dia pergi meninggalkan empat orang anak yang sekarang menjadi yatim,” ungkap Surya mewakili perasaan pilu keluarga.

Saat ini, kepolisian Polres Labuhanbatu terus bergerak cepat. Mereka tidak akan berhenti sampai di sini. Proses penyidikan masih berjalan intensif guna mengungkap secara menyeluruh dan terang-benderang peran masing-masing tersangka dalam kasus penganiayaan yang merenggut nyawa seorang ayah ini. Pihaknya berkomitmen menegakkan keadilan, baik di ranah sipil maupun militer, untuk memberikan efek jera bagi para pelaku dan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *