BANYUWANGI, Checkbind.com – Seorang nelayan berjuang mati-matian melawan maut di Selat Bali. Heriyanto (44) harus bertahan selama berjam-jam di tengah gelombang ganas setelah ombak besar menghancurkan perahunya. Kisah dramatis ini bak adegan film survival yang nyata!
Perahu Remuk, Nelayan Bertahan dengan Cara Tak Terduga
Pada Senin petang (11/8/2025), Heriyanto baru saja menyelesaikan pencarian ikan di perairan Gilimanuk. Saat hendak pulang ke Banyuwangi, tiba-tiba ombak setinggi 3 meter menerjang perahunya.
“Saya langsung terjatuh ke laut. Perahu hancur dalam hitungan detik,” kenang Heriyanto dengan suara parau.
Dia berpegangan erat pada puing-puing kayu yang tersisa. Tanpa pelampung, dia harus terus berenang agar tidak tenggelam.
Tim Penyelamat Melihat Tanda Bahaya
Kru KMP Gerbang Samudera 2 sedang melakukan patroli rutin ketika melihat sesuatu yang tidak biasa. Seorang pria terlihat melambai-lambaikan tangan di tengah ombak.
“Kami langsung mengarahkan kapal ke lokasi. Kondisinya sangat kritis,” cerita nakhoda kapal.
Mereka melemparkan tali penyelamat dan berhasil menarik Heriyanto yang sudah kelelahan.
Pemeriksaan Medis Membuktikan Keajaiban
Petugas kesehatan di Pelabuhan Ketapang segera memeriksa Heriyanto. Hasilnya mengejutkan – meski mengalami dehidrasi parah, tidak ada luka serius.
“Dia sangat beruntung bisa selamat dalam kondisi seperti itu,” kata dokter yang memeriksanya.
BMKG Beri Peringatan Keras untuk Nelayan
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Dedy Arsa, langsung merespons kejadian ini. “Ini contoh nyata betapa berbahayanya melaut tanpa persiapan memadai,” tegasnya.
BMKG mencatat gelombang di Selat Bali mencapai 2,5 meter dengan angin kencang 15 knot. Mereka mendesak nelayan untuk:
- Selalu memeriksa prakiraan cuaca
- Membawa perlengkapan keselamatan lengkap
- Tidak memaksakan diri saat cuaca buruk
Kesaksian yang Menggugah
“Air laut terus menerpa wajah saya. Saya sempat putus asa,” ujar Heriyanto saat menceritakan pengalamannya.
Tetapi tekadnya untuk bertemu keluarga lagi memberinya kekuatan. “Saya terus berdoa dan berusaha tetap mengapung.”
Pelajaran Berharga untuk Semua Nelayan
Kejadian ini membuat komunitas nelayan setempat lebih waspada. Banyak yang mulai:
- Memperbaiki peralatan keselamatan
- Mengikuti pelatihan survival dasar
- Lebih memperhatikan peringatan cuaca
“Kami tidak mau mengalami nasib seperti Heri,” kata Ketua Kelompok Nelayan Ketapang.
Kisah Heriyanto menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang bekerja di laut. Alam bisa berubah kapan saja, dan hanya yang paling siap yang akan selamat.
“Laut memberi nafkah, tapi juga bisa mengambil nyawa. Selalu siap sebelum berlayar!”



