Dapur SPPG Gemolong Langsung Minta Maaf! 251 Siswa Keracunan MBG di Sragen

Diposting pada 5 views

SRAGEN, Checkbind.com – Arifuddin Setiawan, penanggung jawab Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mitra Mandiri Gemolong-1, Sragen, Jawa Tengah, tak bisa menyembunyikan rasa syok dan penyesalannya. Pasalnya, dapur yang ia pimpin menjadi sorotan setelah 251 siswa keracunan massal! Dengan suara berat, ia pun menyampaikan permintaan maaf terbuka.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya. Sungguh, tidak ada niatan sedikit pun dari kami untuk menyebabkan kejadian mengerikan ini. Percayalah, ini murni insiden di luar dugaan!” tegas Arif saat ditemui Rabu (13/8/2025). Ia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak ada unsur kesengajaan dalam tragedi ini.

Ini Kasus Pertama Sejak Beroperasi!

Arif mengaku, insiden ini benar-benar di luar perkiraan. Sebab, selama dapur SPPG Mitra Mandiri Gemolong-1 beroperasi, belum pernah ada laporan keracunan serupa. “Ini baru pertama kali terjadi, dan kami benar-benar tidak menyangka,” ujarnya.

Awalnya, Arif menerima laporan pada Selasa (12/8/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, ia menduga menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan hari itu bermasalah. Namun setelah menelusuri lebih jauh, tim menemukan bahwa menu Senin (11/8/2025) lah yang memicu keracunan.

Nasi kuning, orek tempe, telur suwir, salad, timun, apel, dan susu kemasan menjadi menu yang diduga kuat memicu keracunan. “Nasi kuning ini menu favorit anak-anak. Selama enam bulan, kami selalu menyajikannya setiap minggu tanpa masalah. Kok bisa hari ini jadi petaka?” ujar Arif sambil menggeleng.

Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk memastikan penyebab pastinya. “Kami enggak mau sembarangan menuduh. Semua bahan makanan sudah melalui proses standar. Jadi, kami tunggu hasil lab dulu,” jelasnya.

Produksi 3.900 Porsi per Hari dengan SOP Ketat

Arif membeberkan, dapur SPPG yang ia pimpin memproduksi sekitar 3.900 porsi makanan setiap hari untuk 11 sekolah di Gemolong. “Kami bekerja dengan tim yang sama, tidak pernah berganti-ganti orang. Mulai dari persiapan bahan, masak, pemorsian, distribusi, sampai pembersihan, semua sesuai SOP ketat,” tegasnya.

Meski begitu, ia tak menampik bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga. “Kami akan evaluasi ulang semua proses, meski selama ini tidak pernah ada kendala,” tambah Arif.

Korban Tersebar di 6 Sekolah!

Sebelumnya, diberitakan bahwa kasus keracunan ini menimpa 251 siswa dari berbagai sekolah, antara lain:

  • SMPN 1 Gemolong: 97 orang
  • SMPN 2 Gemolong: 61 orang
  • SMPN 3 Gemolong: 1 orang
  • SDN Gemolong: 66 orang
  • SDN 4 Gemolong: 26 orang
  • SDN 3 Gemolong: 1 orang

Sementara masyarakat menunggu hasil lab, spekulasi pun bermunculan. Apakah ada bahan yang terkontaminasi? Atau ada kesalahan dalam penyimpanan? Arif memastikan, semua bahan yang digunakan sudah melalui quality control. “Kami juga bekerja sama dengan supplier terpercaya,” imbuhnya.

Dinas Kesehatan setempat telah mengambil sampel makanan dan melakukan pemeriksaan mendalam. “Kami berharap hasilnya segera keluar agar bisa tahu akar masalahnya,” kata Arif.

Sementara itu, pihak sekolah dan orang tua murid diminta tetap tenang. “Kami akan bertanggung jawab penuh atas insiden ini,” janji Arif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *