BULELENG, Checkbind.com – Kabar gembira menggema di dunia pendidikan Buleleng! Pemerintah pusat mengucurkan bantuan besar-besaran. Dana ini merenovasi dan membangun sarana prasarana pendidikan di 41 sekolah. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kabupaten Buleleng, Bali. Program ambisius ini mulai direalisasikan pada tahun 2026 mendatang. Angin segar pun terasa bagi para pelajar dan tenaga pendidik di sana!
Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, mengungkapkan semangatnya. Puluhan lembaga pendidikan tersebut tengah bergerak cepat. Mereka menyelesaikan tahapan administrasi. Proses ini menjadi pintu gerbang utama. Pekerjaan fisik bisa segera dimulai setelah administrasi rampung. “Kalau semua berjalan lancar, kami bisa memulai pengerjaan fisik lebih awal. Sisa waktu pelaksanaan di tahun 2026 akan kami manfaatkan maksimal,” ujar Surya Bharata optimis. Beliau menyampaikan hal ini saat ditemui pada Kamis (30/7/2026).
Surya Bharata menjelaskan lebih lanjut. Pihaknya tidak menetapkan sekolah penerima bantuan secara sembarangan. Mereka melakukan penyesuaian sangat matang. Data usulan harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan. “Kami tidak mau asal mengajukan usulan. Data dalam sistem harus kami sinkronkan dengan kondisi aktual sekolah. Perencanaan dan data riil harus benar-benar sesuai. Tidak boleh meleset sedikit pun dari usulan kami,” tegas Surya Bharata. Nada bicaranya penuh tanggung jawab.
Mari kita telisik lebih dalam. Dari total 41 lembaga pendidikan, 21 PAUD telah menyelesaikan verifikasi. Mereka bahkan sudah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Prestasi gemilang ini patut diapresiasi. Sementara itu, 14 SD dan 6 SMP mengikuti bimbingan teknis. Mereka juga melakukan penandatanganan PKS secara intensif. Proses ini memastikan semua pihak memahami aturan main. Mekanisme pemanfaatan dana bantuan pun menjadi jelas.
Surya Bharata menegaskan hal menarik lainnya. Bantuan pemerintah pusat tidak hanya memperbaiki ruang kelas. Sekolah penerima bisa memanfaatkan dana tersebut. Mereka boleh membangun fasilitas lain yang lebih mendesak. Misalnya, perpustakaan yang nyaman dan representatif. Toilet bersih dan layak pakai juga menjadi prioritas. Penataan lingkungan sekolah yang asri tak kalah penting. Program ini diharapkan memberikan dampak holistik. Kualitas pendidikan di Buleleng pun meningkat menyeluruh.
Tak hanya itu, program inovatif menarik perhatian khusus. Pasalnya, pemerintah pusat meluncurkan program penataan halaman sekolah. Adapun program ini khusus untuk jenjang SD. Bahkan, anggarannya cukup besar, mencapai Rp 50 juta per sekolah. Tentu saja, kepala sekolah dan pengawas pendidikan menyambut antusias. Dalam kesempatan itu, Surya Bharata memaparkan, “Program penataan halaman ini baru pada tahun 2026. Selanjutnya, sekolah memiliki keleluasaan penuh. Dengan demikian, mereka menyesuaikan penggunaan anggaran dengan kebutuhan riil. Sebagai contoh, penataan lingkungan hijau bisa dilakukan. Selain itu, taman baca di luar ruangan pun bisa terwujud. Terakhir, pemagaran sekolah juga penting untuk keamanan dan ketertiban.”
Pembangunan sarana pendidikan di Buleleng tidak berhenti di situ. Pemkab Buleleng tetap konsisten melalui APBD. Mereka mengalokasikan dana yang tidak sedikit. Fokus utamanya beragam. Rehabilitasi darurat menjadi perhatian. Sekolah rusak akibat bencana alam mendapat prioritas. Pengadaan bangku ganda juga penting. Meja kursi layak untuk TK, SD, dan SMP terus disediakan. Bantuan seragam pun diberikan. Siswa-siswi baru dari keluarga kurang mampu merasakan manfaatnya.
Yang lebih membahagiakan lagi, kabar lebih menggembirakan kembali terdengar. Ternyata, anggaran rehabilitasi sekolah melalui APBD mencapai angka fantastis. Bahkan, totalnya hampir Rp 11 miliar! Pada kesempatan itu, Surya Bharata menutup pernyataannya, “Khusus rehabilitasi sekolah, APBD menyiapkan hampir Rp 11 miliar. Memang, komitmen Pemkab Buleleng dalam memajukan pendidikan sangat nyata. Ke depannya, kami juga terus menggali potensi bantuan dari pemerintah pusat.” Dari pernyataan tersebut, keyakinan terdengar jelas dari ucapannya.
Dengan demikian, masyarakat Buleleng bisa bernapas lega. Tak hanya itu, para pelajar dan tenaga pendidik pun merasakan dampaknya. Sebab, program renovasi besar-besaran berlangsung pada tahun 2026. Melalui program ini, gedung-gedung sekolah yang kurang layak akan bertransformasi. Oleh karena itu, tempat belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan segera terwujud. Selain itu, perpustakaan kumuh mendapatkan perhatian khusus. Bahkan, toilet rusak parah pun segera diperbaiki. Pada akhirnya, semua ini menjadi upaya bersama. Dengan begitu, mencerdaskan kehidupan bangsa dimulai dari perbaikan infrastruktur pendidikan. Karena itu, pondasi kuat di tingkat akar rumput pun terbangun.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.



