BOGOR, Checkbind.com – Aksi nekat 28 pelajar SMK di Kota Bogor berakhir di tangan polisi! Mereka ketahuan nongkrong sambil menenggak minuman keras (miras) di basecamp rahasia belakang Restoran Gurih 7, Jalan Pajajaran. Kejadian ini terbongkar pada Kamis (24/7/2025) berkat laporan warga yang curiga dengan aktivitas mencurigakan sekelompok remaja berseragam sekolah.
Begitu laporan masuk, petugas langsung bergerak ke lokasi. Benar saja, mereka menemukan puluhan pelajar sedang asyik minum miras dengan seragam masih melekat di badan. “Kami dapat aduan soal pelajar yang minum miras di belakang restoran. Setelah dicek, ternyata ada 28 orang yang masih memakai seragam sekolah,” jelas Ipda Eko Agus, Kasi Humas Polresta Bogor Kota, Jumat (25/7/2025).
Tanpa basa-basi, polisi langsung mengamankan semua pelajar tersebut. Polisi menggiring mereka ke Mapolsek Bogor Utara untuk mendata dan membina para pelajar. “Kami khawatir aktivitas seperti ini bisa memicu tawuran antarpelajar. Makanya, kami ambil tindakan tegas,” tegas Eko.
Setelah diperiksa, terungkap fakta mengejutkan! Rupanya, pelajar yang terlibat berasal dari beberapa SMK ternama di Bogor. Sebanyak 10 pelajar berasal dari SMK YKTB, 14 dari SMK Yapis, 1 dari SMK Mekanika, dan 3 lainnya dari SMK Pandu 2.
Yang bikin geleng-geleng, aksi ini terjadi di siang bolong saat jam sekolah seharusnya masih berlangsung. “Mereka bolos, lalu nongkrong sambil minum miras. Ini sangat memprihatinkan,” ungkap Eko. Polisi sedang menyelidiki sumber peredaran miras ilegal yang dikonsumsi para pelajar tersebut.
Para pelajar tidak hanya didata, tapi juga dibina secara intensif. Polisi bekerja sama dengan pihak sekolah dan orang tua untuk memberikan pendampingan. “Kami tidak ingin mereka terjerumus lebih dalam. Perlu tindakan preventif,” tambah Eko.
Kepala SMK YKTB, Ahmad Syafii, mengaku kaget dengan kejadian ini. “Kami akan berkoordinasi dengan polisi dan orang tua untuk menindaklanjuti kasus ini. Pelajar yang terlibat akan dikenai sanksi tegas,” tegasnya. Sementara itu, orang tua salah satu pelajar mengaku tidak menyangka anaknya terlibat. “Saya pikir dia berangkat sekolah seperti biasa. Ternyata malah minum miras. Ini sangat mengecewakan,” keluh seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.
Kejadian ini juga membuat warga sekitar resah. “Sudah beberapa kali ada pelajar nongkrong sambil minum miras di sini. Kami harap polisi rutin patroli,” ujar Andi, salah seorang pedagang di dekat lokasi kejadian.
Menyikapi hal ini, Polresta Bogor Kota bakal memperketat pengawasan di titik-titik rawan nongkrong pelajar. “Kami akan rutin melakukan sweeping, terutama di jam-jam sekolah,” janji Eko.
Menurut psikolog remaja, Dr. Rina Wijayanti, aksi minum miras di kalangan pelajar menandakan gangguan perilaku serius. “Ini bisa dipicu oleh tekanan pergaulan, kurangnya pengawasan orang tua, atau bahkan depresi. Perlu pendekatan multidisiplin untuk menanganinya,” paparnya.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga menyoroti kasus ini. “Pelajar adalah korban peredaran miras ilegal. Kami minta aparat menindak tegas bandarnya,” tegas Retno Listyarti, Komisioner KPAI.
Dokter spesialis kesehatan masyarakat, dr. Arif Budiman, memperingatkan bahaya miras oplosan. “Kandungan alkohol tidak terukur bisa merusak organ tubuh, bahkan menyebabkan kematian mendadak,” jelasnya.
Kasus ini jadi pengingat keras bagi orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak. “Cek selalu keberadaan anak, jangan sampai terjerumus pergaulan salah,” pesan Eko. Polisi juga mengingatkan sekolah untuk melarang pelajar membawa motor ke sekolah. “Banyak kasus miras terjadi karena mereka bebas berkendara ke mana saja,” tambahnya.
Kejadian ini membuka mata banyak pihak tentang bahaya miras di kalangan remaja. Butuh kerjasama semua elemen masyarakat untuk mencegah terulangnya kasus serupa.



