Checkbind.com – Pertemuan penting akan terjadi antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump di Washington pekan ini. Beberapa pemimpin Eropa memutuskan untuk mendampingi Zelensky dalam pertemuan ini. Trump terus mendesak Ukraina agar segera menyetujui perjanjian damai dengan Rusia.
Sebelum ke Washington, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan PM Inggris Keir Starmer mengadakan pertemuan di Eropa hari Minggu (17/8/2025). Mereka ingin menyamakan pandangan tentang dukungan untuk Ukraina. Tujuan utama mereka adalah memastikan jaminan keamanan kuat bagi Ukraina dengan melibatkan AS.
Trump baru saja bertemu Vladimir Putin di Alaska hari Jumat (15/8/2025). Menurut sumber diplomatik, mereka membahas proposal perdamaian. Rusia mau melepaskan sebagian kecil wilayah yang dikuasainya, tapi Ukraina harus menyerahkan daerah pertahanan di timur dan membekukan garis depan di wilayah lain.
Kyiv kemungkinan besar akan menolak tawaran ini. Konflik sudah berlangsung lebih dari tiga tahun dan menyebabkan lebih dari satu juta korban. Setelah bertemu Putin, Trump langsung menelepon Zelensky. Dia menyampaikan bahwa Putin menginginkan kendali penuh atas Donetsk.
Zelensky dengan tegas menolak tuntutan itu. Melalui akun X-nya, dia menulis: “Menghentikan pembunuhan adalah kunci mengakhiri perang.”
Para pemimpin Eropa berusaha menghindari kejadian seperti bulan Februari lalu. Saat itu, Trump dan Wakil Presiden JD Vance secara terbuka menegur Zelensky di Oval Office. Kali ini, Zelensky akan didampingi lebih banyak sekutu.
Selain Merz, Macron, dan Starmer, pertemuan juga akan dihadiri Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Italia Giorgia Meloni, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb. Pemerintah Jerman menyebut pertemuan akan fokus pada tiga hal: jaminan keamanan, masalah wilayah, dan kelanjutan dukungan untuk Ukraina termasuk sanksi ke Rusia.
Macron, Merz, dan Starmer akan mengadakan pertemuan virtual dengan koalisi pendukung Ukraina hari Minggu sore. Sementara von der Leyen akan menjemput Zelensky di Brussels sebelum melakukan konferensi video.
Seorang pejabat Eropa menjelaskan: “Kami akan menunjukkan kepada Washington apa yang penting untuk keamanan Ukraina. Kami jelaskan apa yang bisa kami lakukan sendiri, apa yang perlu kerjasama, dan apa yang kami harap dari AS.”
Di sisi lain, Putin sudah memberi pengarahan kepada Presiden Belarus Alexander Lukashenko tentang hasil pertemuan di Alaska. Dia juga berbicara dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menghubungi koleganya dari Turki dan Hongaria – dua negara yang tetap menjaga hubungan baik dengan Moskow.
Setelah pertemuan di Alaska, Putin menegaskan posisi Rusia tidak berubah. Dia tetap menolak keinginan Ukraina bergabung dengan NATO. Putin juga memperingatkan Ukraina dan sekutunya di Eropa agar tidak melakukan provokasi yang bisa merusak kemajuan pembicaraan damai.
Pertemuan di Washington ini sangat krusial. Zelensky berusaha mempertahankan dukungan internasional sambil menghadapi tekanan untuk menerima perdamaian yang bisa merugikan kedaulatan Ukraina.



